KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
PENYAMARAN


__ADS_3

"Tunggu! Aku tau kau adalah Melati!." Seru Rafael mengejar Melati.


Sontak saja Aldino panik, takut penyamaran Melati terbongkar. "Maaf ada perlu apa dengan istri saya?." Pertanyaan Aldino membuat Rafael terkejut dan mengerutkan keningnya.


Aurelia berlari memeluk Melati. "Aurel haus bu, ayo kita pergi dari sini." Pinta gadis kecil itu dengan menghentakkan kaki nya.


Tanpa membalikkan tubuhnya Melati menggandeng Aurelia pergi, disusul dengan Aldino dibelakangnya.


Apakah orang itu memang bukan Melati, tapi jika itu memang dia, mana mungkin dia memiliki anak perempuan sebesar itu, mungkinkah aku stress dengan kondisi ini, batin Rafael dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Mawar terbangun dari tidurnya, melihat sekelilingnya. Dia merasa tubuhnya mudah lelah, hingga dia tidak bisa melakukan banyak kegiatan. Rafael masuk ke dalam ruang perawatan, dia duduk disamping Mawar.


"Dokter belum mengatakan apapun tentang kondisi kesehatan mu, belum ada hasil dari pemeriksaan semalam, setelah Dokter mengetahui yang sebenarnya dia akan menjelaskan semua." Rafael duduk dengan melihat layar ponselnya, terlihat fotonya bersama Melati.


"Mas aku merasa tidak baik-baik saja, sebelumnya aku tidak pernah merasa seperti ini, mungkinkah semua orang hamil mengalami yang ku rasakan." Mawar menghembuskan nafasnya berat.

__ADS_1


Tiba-tiba Nyonya Silvia masuk bersama Tuan Satria. "Tidak semuanya begitu War, mungkin kau terlalu banyak pikiran saja, jadi kesehatan mu terganggu." Nyonya Silvia datang dengan membawa beraneka buah-buahan.


"Rafa, nanti malam kau harus menghadiri acara pernikahan klien kita. Papa ada urusan dengan investor dari luar negeri, karena mereka klien yang sangat berjasa dalam bisnis kita, kau harus datang ke acara pernikahan putra mereka." Jelas Tuan Satria seraya duduk disamping Rafael.


Mawar mengernyit dan merajuk. "Tapi Pa, Mawar sama siapa disini jika kalian semua pergi." Mawar mengerucutkan bibirnya.


"Bukankah ada Saroh, dia yang akan menjagamu untuk sementara, lagipula Rafael juga membutuhkan istirahat. Apa kau tidak kasihan padanya menjagamu sepanjang waktu!."


"Papa mu benar War, kasihan Rafael belum istirahat sejak semalam. Berilah dia waktu untuk tidur setelah pulang dari acara pernikahan itu, Saroh akan menemanimu. Dan jika kau membutuhkan apapun, hubungi mama saja."


Di lain tempat Aldino sedang menatap sendu wajah Melati yang bermuram durja, dia merasa iba dengan keadaan perempuan itu.


"Mel maaf jika tadi aku mengaku sebagai suami mu, aku hanya tidak ingin jika penyamaran mu diketahui lelaki itu."


"Tidak apa-apa Al, justru aku ingin berterima kasih padamu, kalau tidak mantan suamiku akan mengetahui semua nya." Melati tertunduk dam air mata menetes dari pelupuk matanya.

__ADS_1


"Jadi dia adalah putra Tuan Satria? laki-laki itu sangat bodoh menyia-nyiakan perempuan sebaik dirimu."


Melati menghapus air mata nya, dan meminta Aldino untuk tidak membahas hal itu lagi, lalu mereka pergi ke Hotel yang baru.


******


Malam itu Rafael sudah rapi dengan setelan jas berwarna hitam, nampak gagah dan membuatnya terlihat semakin tampan. Mawar menghubungi Rafael melalui panggilan video. "Kenapa kau serapi itu mas, apa kau ingin terlihat paling tampan dan memikat hati perempuan lain, aku tidak suka dengan penampilan mu yang sekarang, lebih baik kau memakai pakaian yang biasa saja." Pinta Mawar merajuk.


"Tentu saja aku harus rapi karena ini adalah acara penting, kau tidak perlu mencemaskan perempuan lain, karena hatiku tidak akan pernah berubah, aku hanya akan mencintai Melati seorang." Cetus Rafael dengan nada tinggi.


Degh...


Bagaikan disambar petir di malam hari, hati Mawar sangat terluka mendengar ucapan suaminya. Hingga akhirnya Mawar membanting ponsel yang ada di genggaman tangannya.


...Yuk dukung Author berikan Like nya kalau malas berkomentar, jangan lupa tekan tombol favoritnya untuk mendapatkan update terbaru 😉...

__ADS_1


...Bersambung. ...


__ADS_2