KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
TUAN SATRIA MENCARI KEBENARAN


__ADS_3

Mbak Saroh terkejut mendapatkan kabar dari seorang perawat, jika saat ini Rafael sedang diberikan pertolongan pertama di IGD. Karena setau nya, Tuan nya itu sedang berbicara dengan mantan istri nya.


Mbak Saroh tergesa-gesa pergi ke IGD, dia melihat Rafael sedang diberikan infus. Lelaki itu tergeletak di atas brangkar.


"Maaf Dok apa yang terjadi pada Mas Rafael? Sebelumnya dia baik-baik saja." Tanya Mbak Saroh dengan wajah cemas.


"Tadi beliau ditemukan tidak sadarkan diri du taman, beberapa pengunjung membawa nya kesini. Beliau mengalami serangan jantung kecik saja, seperti nya detak jantung nya sempat berhenti sesaat. Tapi sekarang kondisi nya sudah mulai normal, setelah menghabiskan satu botol infus, beliau sudah diperbolehkan keluar dari sini." Jelas Dokter itu sebelum akhirnya pergi.


Lebih baik aku memberitau Tuan dan Nyonya besar, saat ini Mbak Mawar belum bangun, ditambah Mas Rafael seperti ini, aku jadi bingung harus berbuat apa, batinnya seraya memberikan pesan singkan pada Nyonya Silvia.


*******


Nyonya Silvia terkejut setelah menerima pesan dari pembantu nya, dia ingin pergi ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi anak dan menantu nya.

__ADS_1


"Pa... Kita harus segera ke Rumah Sakit, jika perlu kita bawa mereka ke Luar Negeri saja." Ucap Nyonya Silvia membuat suaminya terkejut dan mengerutkan keningnya.


"Tenanglah, mereka siapa yang kau bicarakan?." Tanya Tuan Satria menatap wajah cemas istri nya.


Lalu Nyonya Silvia memberikan ponsel nya, dia menjelaskan jika saat ini putra mereka sedang mendapat perawatan di IGD. Kemudian mereka pun segera datang kevm Rumah Sakit.


"Sudah ma tenanglah, kita tidak perlu membawa mereka ke Luar Negeri. Peralatan medis di Negara kita ini sudah cukup mumpuni, kalau memang diperlukan kita bawa saja kembali ke Jakarta."


Aku tau benar seperti apa putra ku, Rafael tidak mungkin sampai jatuh sakit, hanya karena memikirkan perempuan yang tidak dicintai nya, batin Tuan Satria didalam hatinya.


Sesampainya di tujuan, keduanya bergegas ke Ruang IGD. Nampak Rafael sudah tersadar, dia berbaring dengan berlinang air mata. Nyonya Silvia memeluk Rafael dengan wajah sendu.


"Apa yang terjadi padamu Rafa, mama hawatir memikirkan mu. Apa yang dikatakan Dokter tentang kondisi Mawar, sehingga kau jadi seperti ini?."

__ADS_1


Rafael memalingkan wajahnya, dia memijat pangkal hidungnya. "Mama tolong lihat keadaan Mawar, ada yang ingin Rafa bicarakan dengan papa." Pinta Rafael dengan wajah kalut.


Sepergi nya Nyonya Silvia, Rafael bangkit dari tidurnya. Dia mengatakan segalanya tentang Melati pada Tuan Satria, sontak saja lelaki itu mengernyit mendengar cerita Rafael tentang Melati.


"Kau jangan asal bicara Rafa, papa tau benar seperti apa sifat Melati. Dia adalah perempuan yang sangat baik, dan memiliki tata krama serta sopan santun. Melati tidak mungkin melakukan perbuatan buruk seperti yang kau lakukan dengan Mawar!." Seru Tuan Satria dengan membulatkan kedua matanya.


"Seperti dugaan ku, Papa tidak akan percaya. Tapi semua yang ku katakan adalah benar pa, Melati yang mengatakan semua ini langsung dihadapan ku. Dan setelah aku mendengar nya, hati ku benar-benar terluka pa, jantung ku seakan berhenti berdetak. Aku tidak bisa menerima semua nya." Ucap Rafael mengusap rambutnya kasar.


Aku harus mencari tau kebenaran nya, nanti aku sendiri yang akan bertanya pada Melati. Jika memang benar Melati sedang mengandung, sudah bisa dipastikan itu adalah cucuku, batin Tuan Satria dengan mengerutkan keningnya.


...Terima kasih untuk semua, maaf tidak bisa membalas satu persatu komentar kalian. Tapi komentar kalian adalah bagian dari semangat ku, terima kasih semua pembaca tersayang 🤗...


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2