
Setelah menenangkan Melati, Aldino mengajak mereka berhenti di sebuah restaurant dengan arena bermain di dalamnya. Aldino sengaja memilih tempat itu, supaya Aurelia bisa bermain disaat dia akan menceritakan tentang Anya.
"Ya Mel, apa yang kau tanyakan itu benar. Perempuan yang datang mencari Aurelia memang perempuan yang telah melahirkan nya, tapi dia bukan mama nya. Perempuan itu tidak pantas disebut sebagai mama, entah apa tujuannya datang kembali ke kehidupan kami. Aku sangat muak jika melihat wajahnya!." Seru Aldino dengan wajah kesal.
"Mungkinkah dia datang karena merindukan Aurelia, bisa jadi dia baru menyadari kesalahannya. Dia berusaha memperbaiki keadaan, dan ingin memberikan kasih sayang nya pada Aurelia." Sahut Melati tanpa tau seperti apa Anya yang sebenarnya.
"Kau tidak akan bisa menebak seperti apa wataknya yang sesungguhnya, dia itu ular berbisa, kau tidak akan bisa tau kapan dia berbohong ataupun jujur. Yang jelas aku tidak akan membiarkan Aurelia bertemu dengan perempuan itu." Cetus Aldino dengan mengerutkan keningnya.
"Tapi Al. Kau tidak bisa berbuat seperti itu, tidak ada salahnya kau memberi tau Aurel jika mama nya memang masih hidup. Dan perempuan yang semalam ditemuinya adalah mama nya, dengan berkata jujur padanya. Kau tidak akan memiliki beban dikemudian hari, percayalah padaku Al. Jika kejujuran adalah hal yang sangat penting di dunia ini, belajarlah dari kisah hidupku. Karena kebohongan besar akan merusak segalanya." Jelas Melati dengan menyunggingkan senyumnya.
Aldino mengernyit, dia memikirkan ucapan yang Melati katakan. Lalu Aldino membalas ucapan perempuan itu dengan menganggukan kepala nya, tangannya menggenggam jemari Melati yang terlihat di atas meja. Tanpa mereka sadari ada seorang perempuan yang sedang melihat kebersamaan mereka, perempuan itu berjalan mendekati keduanya seraya menepuk tangannya.
__ADS_1
"Wah wah selamat ya... Akhirnya kau menemukan pengganti ku setelah sekian lamanya, coba kita lihat seperti apa wajah perempuan ini!." Seru Anya berdiri dibelakang Melati.
Nampak Melati terkejut mendengar seseorang sedang berbicara dibelakangnya, dia bangkit dari duduknya dan membalikan tubuhnya. Terlihat keduanya sama-sama terkejut dan membulatkan kedua matanya.
"Kau...." Ucap keduanya bersamaan.
"Tunggu tunggu... Kau Mawar? Aah aku rasa bukan, kau pasti saudara kembarnya. Perempuan yang tadi bertabrakan denganku di depan ATM." Anya berbicara dengan memperhatikan penampilan Melati dari atas hingga ke bawah.
"Oh iya kita tadi sempat bertemu, aku Melati kakaknya Mawar." Sahut Melati dengan menyunggingkan senyumnya.
"Ini adalah tempat umum, kau tidak mempunyai hak untuk mengusir ku. Lagipula aku kesini untuk bertemu dengan seseorang, dia yang akan membantuku merebut hak asuh Aurelia." Ucap Anya dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa merebut Aurelia dariku, karena aku yang merawat nya dari bayi. Kau hanya perempuan yang melahirkan nya, tapi kau tidak pernah melakukan tanggung jawab mu sebagai seorang ibu. Pengadilan tidak akan membelamu, ingat perkataan ku baik-baik." Sahut Aldino dengan lantang.
Akhirnya Aldino mengajak Melati dan Aurelia pergi dari tempat itu, nampak Anyak sangat kesal dan menggebrak meja yang ada di depan nya.
"Sialan! Berani sekali dia membentakku dihadapan banyak orang, dan perempuan yang bersamanya tadi, dia adalah saudara kembar Mawar. Ada hubungan apa mereka berdua." Gumam Anya dengan penuh tanya.
Anya duduk di sudut restaurant itu, dia berniat menghubungi Mawar melalui panggilan telepon. Karena dia ingin mencari tau hubungan Melati dengan mantan suaminya, tanpa Anya tau Mawar sendiri tidak tau apa-apa tentang kehidupan Melati di kota itu. Ketika panggilan telepon itu terhubung, Anya menyebutkan siapa dirinya. Dan Mawar yang masih mengingat tentang Anya akhirnya saling menyapa kabar satu sama lain. Sampai akhirnya Mawar bertanya darimana Anya mendapatkan nomer ponsel nya.
"Jadi begini aku tidak sengaja bertemu dengan perempuan yang wajahnya sangat mirip denganmu, dan aku mengira itu adalah kau. Tapi ternyata dia adalah saudara kembar mu yang bernama Melati, aku benar-benar tidak menyangka jika wajah kalian berdua sangat mirip hingga tidak bisa dibedakan. Dan dari dia lah aku mendapatkan nomer ponsel mu." Jelas Anya diseberang telepon sana.
Jadi Anya sudah bertemu dengan kak Melati, aku akan bertanya padanya dimana dia bertemu dengan kakak ku itu. Setelah aku mengetahui dimana keberadaan nya, aku akan datang menemuinya untuk meminta maaf. Mungkin saja dengan permintaan maaf ku, hidupku akan berubah lebih baik setelahnya. Apalagi aku masih ingin hidup di dunia ini, siapa tau kakak ku yang lemah lembut itu akan kasihan setelah mengetahui penyakit ku, dan dia akan mendonorkan ginjal nya untukku. Bukankah kemungkinan kecocokan ginjal kami akan lebih besar, karena kami adalah saudara kembar, batin Mawar dengan menghembuskan nafasnya panjang.
__ADS_1
...Terus dukung author yuk berikan Like dan komentar nya, jika berkenan memberikan Gift dan Vote nya sangat berterimakasih sekali 🙏...
...Bersambung....