KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
DIAGNOSA DOKTER


__ADS_3

Hati Tuan Satria luluh mendengar derita anak semata wayangnya, dia menepuk pundak Rafael seakan memberi kekuatan.


"Rafael, papa mengerti dengan penderitaan mu saat ini. Tapi semua sudah terjadi, jika memang kau bertemu dengan Melati, berlapang dada lah untuk menerima kenyataan. Biarkan dia hidup bahagia dengan pilihan nya, ingatlah dia sudah cukup banyak menderita karena mu." Ucap Tuan Satria dengan wajah sendu.


Kenapa selalu membela perempuan tidak berguna itu, aku tidak habis pikir dengan mereka berdua, batin Nyonya Silvia dengan mendengus kesal.


"Apakah tidak bisa pa hubungan kami kembali seperti dulu, aku akan selalu kehilangan akal sehat ku, jika aku melihat Melati bersama lelaki lain, bahkan aki mendengar mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Hati ku benar-benar hancur pa, apalagi Melati memalingkan wajahnya ketika melihat ku ada disana."


"Rafael kau adalah seorang lelaki, terima lah takdirmu. Karena semua ini terjadi karena ulah mu sendiri, kalau Melati ingin melanjutkan hidup nya bersama laki-laki lain. Kau harus berlapang dada, seperti dia merelakan mu bersama saudar kembar nya." Tuan Satria merangkul Rafael lalu memeluknya.

__ADS_1


Benarkah yang Rafael ucapkan, berarti saat ini Melati ada di kota ini. Aku akan memerintahkan anak buahku untuk mencarinya, aku ingin berbicara dengannya. Tapi aku tidak ingin mereka semua tau, jika aku berusaha menemui Melati, batin Tuan Satria dengan mendongakkan kepalanya memandang istri dan anaknya.


Keesokan harinya, Rafael terbangun dari tidur nya dengan kepala yang terasa berat. Rafael memegangi belakang kepala nya, bayangan Melati bersama seorang lelaki muncul dalam ingatan Rafael.


"Apa yang harus ku lakukan, jika Melati sampai menikah dengan lelaki itu. Aku akan benar-benar kehilangan nya." Gumam Rafael dengan mengerutkan keningnya.


Rafael meraih ponsel di atas nakas, terdapat pesan singkat dari Mbak Saroh. Yang meminta nya datang ke Rumah Sakit untuk menemui Dokter yang menangani Mawar. Rafael terpaksa pergi menemui Dokter, dan Dokter menjelaskan sesuatu yang sangat mengejutkan.


Rafael terkejut dengan membulatkan kedua mata nya, dia menggelengkan kepala berulang kali. Rafael tidak tau harus berkata apa pada Mawar, meski Rafael tidak mencintai Mawar. Hati nya sebagai seorang manusia pun iba, jantung nya berdetak kencang setelah mendengar kabar buruk itu.

__ADS_1


"Dokter dimana saya bisa mendapatkan donor ginjal dalam waktu yang cepat, saya tidak ingin bayi yang ada didalam kandungan nya kenapa-napa."


"Begini Tuan, untuk prosedur Donor ginjal tidak bisa sembarangan. Karena ada beberapa prosedur yang harus dijalani, dan tidak semua orang bisa mendonorkan ginjal nya. Harus ada kecocokan di antara pendonor dan penerima donir ginjal, jika tidak ditemukan kecocokan, maka donor tidak bisa dilakukan. Dan masih ada serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan keduanya, karena itu akan memakan waktu panjang. Dan disaat menunggu proses pemeriksaan kecocokan, pasien diharuskan melakukan cuci darah minimal seminggu dua kali. Supaya pasien tidak terkejut mendengar tentang penyakit nya, saya sarankan untuk memberi perhatian yang lebih pada istri anda. Saya hawatir jika kesehatan nya kembali menurun setelah mendengar kenyataan ini." Penjelasan Dokter membuat Rafael tercekat, dia memijat pangkal hidungnya, berusaha memikirkan sebuah cara untuk memberitahu yang sebenarnya pada Mawar.


Setelah itu Rafael berjalan gontai ke ruang inao Mawar, nampak perempuan itu sedang terbaring dengan berbagai alat kesehatan yang menempel pada tubuhnya. Mbak Saroh memberitahu Rafael, jika semalaman Mawar terjaga karena menunggu kedatangan nya.


"Mbak Mawar sangat marah dan membanting ponselnya, tapi dia terus terjaga berharap mas Rafael datang menemui nya. Dan pagi tadi kondisinya menurun kembali, hingga Dokter memberikan suntikan supaya mbak Mawar dapat tertidur." Mbak Saroh memberikan ponsel Mawar yang hancur, lalu Rafael duduk disamping Mawar dan menatap wajah perempuan yang sedang terpejam di hadapan nya.


Maaf Mawar, aku tidak bisa berbuat baik padamu. Meski kau telah resmi menjadi istri ku, aku tidak bisa menerima mu sepenuhnya. Tapi mulai sekarang aku berjanji akan menjaga perasaan mu, walaupun aku tidak bisa memberikan seluruh cinta ku padamu, batin Rafael dipenuhi perasaan bersalah.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2