
Mawar tak bisa merubah keputusan Tuan Satria, mulai hari itu ia seorang diri di rumah besarnya. Satria menuruti perintah papa nya dan ikut pindah bersama Zahra dan Catlea. Disaat semua orang meninggalkan Mawar seorang diri, Melati menghampiri Mawar dan meminta nya untuk berubah.
"Sebagai kakakmu aku sangat sedih melihat kehidupan mu sekarang. Berubahlah Mawar, demi Catlea dan rumah tangga mu sendiri. Jika kau terus melakukan kejahatan pada orang lain, kau hanya akan memperburuk keadaan mu sendiri. Kau akan ditinggalkan seorang diri, apa kau mau hidup sebatang kara di dunia ini? Terimalah Catlea dan sayangi dia, jangan anggap Zahra sebagai perusak rumah tangga mu. Karena ia tak pernah sengaja melakukan hubungan itu dengan suamimu, memang menyakitkan ketika suami kita berbagi cinta dengan wanita lain. Tapi kau harus menyadari semua perbuatan dimasa lalu, anggap semua adalah harga yang harus kau bayar atas perbuatan mu dulu." Ucap Melati berusaha menyadarkan Mawar, tapi Mawar murka dengan melotot dihadapan Melati.
"Jangan samakan aku denganmu! Kau terlalu bodoh untuk melepaskan suamimu. Tapi aku tidak seperti itu! Mas Rafael adalah milikku, apapun yang terjadi dia hanya akan menjadi milikku! Tak perduli siapapun penghalang nya, aku akan menyingkirkan halangan itu!." Seru Mawar seraya mendorong Melati hingga terpelanting.
Nyonya Silvia datang dengan menggendong Alvino, ia memegangi tangan Melati yang hampir terbentur tembok. Karena tak terima dengan perbuatan Mawar, Nyonya Silvia menampar wajah wanita itu.
"Kau benar-benar tak bisa berubah! Kakakmu datang dengan kerendahan hati nya untuk menyadarkan mu, tapi kau bersikap buruk padanya. Ayo Melati kita pergi dari sini sekarang juga, biarkan Mawar seorang diri dan kesepian di tempat ini!." Ucap Nyonya Silvia lantang.
"Sudahlah ma, jangan buang waktu lebih lama lagi disini. Benar yang kau katakan, Mawar tak akan berubah. Mari kita pergi sekarang juga." Ajak Melati seraya melangkahkan kakinya pergi.
Mawar meremas kedua tangannya, ia sangat murka dengan apa yang terjadi saat itu. Dia membanting pintu rumahnya, Mawar tak pernah membayangkan hidupnya akan berantakan hanya karena seorang pembantu.
Aku tidak terima dengan kekalahan ini, lihat saja dan tunggu apa yang akan ku lakukan pada calon cucu kalian. Aku tidak akan menyakiti Alvino, karena bagaimanapun dia adalah keponakanku. Tapi aku akan menyakiti anak Zahra, tak akan ku biarkan dia lahir dengan selamat. Jika aku bisa merebut Mas Rafael dari saudara kembarku sendiri, aku pasti akan merebutnya dari wanita rendahan itu, batin Mawar dengan membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah besar, Zahra segera merapikan pakaian di lemari baju nya. Mbak Saroh datang dengan membawa koper milik Rafael dan juga Catlea. Nyonya Silvia memerintahkan nya untuk membawa barang-barang mereka ke kamar yang sudah disiapkan. Ya Zahra akan berada di dalam satu kamar yang sama dengan Rafael dan juga Catlea. Nampak raut wajahnya berubah canggung, ia tau jika Rafael belum menerimanya sebagai istri. Dan mereka dipaksa tinggal di satu ruangan yang sama. Karena tak ingin membuat keributan lagi, Zahra terpaksa menerima perintah mertua barunya.
"Kau tenang saja, aku tak akan menyentuhmu. Kau bisa tidur dengan tenang di malam hari. Aku akan tidur di sofa ini, jadi kau tak perlu merasa cemas." Ucap Rafael di depan pintu.
"Ta tapi Tuaan... Aku aku...." Zahra terbata-bata tak mampu berkata-kata.
"Sudahlah tak perlu merasa canggung, dan satu lagi, panggil aku Rafael. Kau bukan baby sitter Catlea lagi, kau adalah ibu sambungnya. Anggap Lea seperti anakmu sendiri, berikanlah dia kasih sayang seorang ibu. Dan aku akan sangat berterima kasih padamu." Jelas Rafael dengan menggenggam tangan Zahra.
"Apakah aku pantas menjadi ibu untuknya? Aku hanya wanita biasa Tuan, mana mungkin aku pantas menjadi ibu untuk gadis kecil itu." Zahra berurai air mata.
"Meskipun kita sudah menikah, kau tak perlu melakukan tanggung jawab mu terhadapku. Cukup kau rawat dan jaga Catlea dengan penuh kasih sayang, maka aku akan sangat bersyukur padamu."
Keduanya saling memandang, dan tiba-tiba suara rengekan kecil Catlea terdengar. Mereka panik dan sama-sama bergegas menghampiri Catlea di ranjang. Mereka saling bertubrukan dan terjatuh ke atas ranjang bersamaan, kedua mata mereka saling memandang. Dan detak jantung mereka terdengar satu sama lain.
...Terus dukung author yuk, berikan Like dan komentar yang membangun semangat. Jika berkenan berikan Gift dan Vote nya, Terima kasih 😘💕...
__ADS_1
...Bersambung. ...
...Hai aku punya Referensi cerita yang bagus buat kalian, nih sedikit bocoran ceritanya. ...
Author : Santi Suki
Judul : Ayu sang Penakluk
Blurb:
Ayu gadis belia yang suka rebahan dan menonton anime sambil ngemil. Kurangnya gerak membuat tubuh Ayu menjadi gendut. Karena tubuhnya yang besar dia dijuluki "Baby Hui". Saat menghadiri pesta ulang tahun Aries–orang yang disukainya, Ayu dipermalukan di sana, sehingga berjanji akan membalas dendam kepada semua orang yang suka membully dan menghinanya.
Dengan bantuan dan dukungan dari Aprilio, hanya dalam waktu dua Minggu berat badan Ayu turun dari 80kg menjadi 45kg. Penampilan Ayu pun berubah menjadi cantik, langsing dan singset. Membuatnya menjadi incaran para kaum adam.
Penasaran kan apa yang terjadi selanjutnya, yuk baca ceritanya 😉
__ADS_1