
Tuan Satria merangkul Aldino dan berpamitan padanya, tapi sebelum itu beliau berbicara empat mata dengannya.
"Saya tau kau sudah mengetahui segalanya, anak perempuan yang pernah ku ceritakan padamu adalah Melati. Saat ini kau lebih dekat dengan nya, tolong jaga dia dan juga bayi nya. Saya tau jika kau bisa menjaga keduanya, rawatlah cucuku seperti anakmu sendiri. Jangan kau masukan ke dalam hati ucapan Melati tadi, dia hanya belum siap memulai semuanya. Saya yakin ketika Melati sudah bisa melupakan duka nya, dia akan menerima mu menjadi pasangan nya." Ucapan Tuan Satria membuat Aldino kembali memiliki harapan.
Aldino tersenyum lebar dan mengucapkan terimakasih pada Tuan Satria.
"Tuan terima kasih banyak, karena anda sudah memberikan kepercayaan sebesar ini pada saya. Sebenarnya saya sudah hampir putus harapan, ketika mendengar ucapan Melati." Jelas Aldino dengan menyunggingkan senyumnya.
"Jangan panggil aku Tuan, mulai sekarang panggil aku Papa. Sama seperti Melati memanggilku, aku percaya kau dapat memberikan kebahagiaan untuk perempuan malang itu." Ucap Tuan Satria dengan menepuk pundak Aldino.
Pembicaraan mereka berakhir sampai disitu, karena Tuan Satria harus segera kembali ke Rumah Sakit mengurus anak dan menantunya, yang akan dibawa pulang ke Jakarta.
Nampak Melati mengecup punggung tangan Tuan Satria, mereka melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Aurelia tersenyum bahagia, karena mereka akan segera kembali pulang.
__ADS_1
"Horeee... Besok Aurel bisa ke sekolah lagi!." Seru nya seraya berjalan berjinjit masuk ke dalam mobil.
******
"Mawar, besok kita harus kembali dengan pesawat pagi, karena besok kau akan memulai terapi bersama Dokter keluarga Hadinata." Jelas Rafael dengan memijat pangkal hidungnya.
"Terapi? Untuk apa mas? Aku ini sedang mengandung dan tidak sehat, kenapa aku harus melakukan sesuatu yang membuat ku semakin lelah." Mawar mengerucutkan bibirnya karena kesal, dia merasa kedatangan nya ke kota itu untuk liburan belum terlaksana. Tapi besok dia harus kembali ke rumah, dan menjalani hari-hari yang membosankan di rumah sepanjang waktu.
"Turuti saja perkataan suamimu, dia hanya ingin yang terbaik untukmu dan juga bayi kalian."
"Memangnya ada apa denganku Ma? Kenapa kalian seperti menyembunyikan sesuatu?." Mawar menatap keduanya dengan penuh tanya.
"Kau itu sakit War, jika kau ingin segera sembuh dan menjaga bayi kita, kau harus menuruti ucapanku. Tidak penting untuk berlibur dan menghabiskan waktu di kota ini, kesehatan mu harus terjaga supaya bayi kita baik-baik saja." Rafael berteriak lantang dihadapan Mawar, sontak saja hati Mawar terluka, mata nya berkaca-kaca air mata mengalir begitu saja.
__ADS_1
Nyonya Silvia meminta Rafael untuk tenang, mengingat dia baru saja keluar dari IGD. Rafael menghembuskan nafasnya panjang, dia memandang Mawar yang berlinang air mata.
Tidak Rafa, kau harus lebih lembut padanya. Ingatlah kondisi kesehatan nya, jika dia semakin terpuruk itu akan berakibat buruk pada bayi nya, batin Rafael dengan mengusap rambutnya kasar.
Rafael melangkahkan kakinya mendekati Mawar dia menggenggam tangan perempuan itu, dan menjelaskan semuanya.
"Dokter mengatakan jika kau mengalami gagal ginjal, mulai besok kau harus melakukan cuci darah dalam seminggu dua kali. Terapi cuci darah itu akan berlangsung selama kau belum mendapatkan donor ginjal, tapi kau tidak perlu hawatir. Aku dan Papa akan mencarikan pendonor ginjal yang tepat untukmu, setelah itu kau akan kembali sehat. Karena itulah aku memintamu menuruti ucapanku, semua ini demi dirimu dan juga bayi yang ada didalam kandungan mu, apakah kau mengerti dengan perkataan ku War?." Tanya Rafael dengan mengerutkan keningnya.
Bagaikan tertusuk belati, jantung Mawar berdetak sangat kencang. Dia sangat terkejut mendengar penjelasan Rafael, air mata menetes begitu saja membasahi wajahnya. Mawar tidak bisa menerima semuanya, dia berteriak histeris dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Tidak! Aku tidak mungkin memiliki penyakit seperti itu! Kau pasti bohong kan mas." Pekik Mawar berderai air mata, dengan melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya.
...Bersambung....
__ADS_1