
Melati dan Aldino kebingungan dengan tingkah Zahra. Mereka menepikan mobilnya dan menanyai Zahra dengan berbagai pertanyaan.
"Tenanglah! Apa yang terjadi padamu? Katakanlah pada kami, apa ada seseorang yang mengancammu? Tanya Aldino dengan membalikkan tubuhnya.
Dengan tangan yang bergetar Zahra menunjuk Melati. Sontak saja keduanya semakin kebingungan.
"Apa maksudmu? Kau menunjuk ku? Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya? Tanya Melati dengan mengerutkan keningnya.
"Maaf Nyonya... Saya sudah lancang menunjujmu. Biarkan saya pergi Nyonya, saya berjanji akan pergi jauh dari sini." Zahra berusaha turun dari mobil itu, dia berusaha lari sejauh mungkin.
Melati dan Aldino keluar dari mobil dan berusaha mengikuti Zahra. Tapi tiba-tiba Zahra jatuh pingsan, kemudian mereka membawa Zahra ke apartement yang di sewa Aldino di kota itu. Melati menyentuh kening Zahra dan menyadari jika ia sedang demam. Melati mengompres kening Zahra, dan menunggu nya hingga ia sadar. Sementara Aldino kembali ke kamarnya yang terpisah dari tempat Melati.
__ADS_1
******
Mawar menghampiri Rafael di kamar mereka, dia menarik sprei si ranjangnya dan membuangnya ke sampah. Terdengar Rafael masih saja mengigau memanggil nama Melati. Menyadari jika Rafael masih berada dalam pengaruh minuman keras, Mawar menggunakan kesempatan itu untuk menggoda kejantanan Rafael. Sudah beberapa bulan lamanya Mawar tak pernah mendapatkan nafkah batin dari suaminya. Rafael yang tak sadarkan diri hanya memejamkan kedua matanya. Meski milik pribadinya dimainkan oleh Mawar. Dengan kesal Mawar berusaha menyadarkan Rafael dari lelapnya. Hingga ia membuka kedua matanya perlahan, dan menyadari jika Mawar sedang berada di atas tubuhnya dan menggoyangkan pinggul nya. Memimpin permainan panas yang entah sejak kapan ia memulainya.
Rafael yang belum sepenuhnya tersadar berusaha bangkit dan mendorong tubuh Mawar. Tapi perempuan itu dengan nafsunya terus melanjutkan permainan nya. Rafael melenguh merasakan miliknya yang terjepit didalam milik Mawar. Kepalanya masih berat karena efek minuman keras yang di teguknya. Rafael tak mampu bangkit dari ranjangnya, hingga ia terpaksa menikmati permainan yang Mawar lakukan. Hingga Mawar terpuaskan, Rafael hanya diam tergeletak di ranjangnya. Mawar mendekap tubuh kekar Rafael, dan mengecup bibirnya. Namun Rafael memalingkan wajahnya, dan membuat Mawar kesal.
"Kenapa kau memalingkan wajahmu setelah kita bercinta? Aku sudah melayani hasratmu ketika kau pulang dalam keadaan mabuk. Kau sama sekali tak menghargaiku mas!." Seru Mawar dengan mengerucutkan bibirnya.
Apakah aku benar-benar berhasrat pada Mawar? Rasanya sangat mustahil, sudah lama aku tak pernah menyentuh nya. Dan malam ini aku terbangun setelah bercinta dengannya? Aku benar-benar tak percaya dengan yang telah terjadi, batin Rafael dengan memijat pangkal hidungnya.
Terdengar rengekan kecil dari bibir Catlea, meski anak itu tak bisa menangis seperti anak lainnya. Dia bisa mengeluarkan sedikit suaranya meski serak. Anak itu rewel setelah bangun dari tidurnya, Rafael panik dan berusaha bangkit berdiri. Tapi kepalanya sangat pusing, hingga tubuhnya roboh kembali ke ranjang.
__ADS_1
Mawar menggunakan kesempatan itu untuk mencari perhatian Rafael, dia mengenakan kembali pakaian nya dan menggendong Catlea dalam dekapan nya.
"Tidurlah mas, jika kepalamu masih pusing. Aku akan menenangkan Catlea di luar." Ucap Mawar seraya melangkahkan kakinya.
Di luar kamar, Mawar berusaha menenangkan Catlea, tapi anak itu rewel dan tak bisa diam. Mawar yang kesal menutup mulut Lea menggunakan tangan nya, karena ia terus mengeluarkan suara yang mengganggu telinganya. Mbak Saroh yang baru saja terbangun untuk melihat keadaan di luar kamar nya terkejut melihat Mawar sedang marah-marah dengan menggendong Lea.
"Ada apa dengan Catlea Nyonya? Apa dia sedang rewel? Biar saya panggilkan Zahra, karena hanya dia saja yang bisa menenangkan Catlea." Ucap Mbak Saroh dengan wajah cemas.
"Kau tak perlu memanggilnya! Dia sudah enyah dari rumah ini! Lebih baik kau bawa anak cacat ini bersamamu! Terserah mau kau apakan dia, kepalaku pusing melihat tingkahnya. Aku mau tidur nyenyak malam ini, dan jangan sampai dia mengganggu istirahat ku!." Seru Mawar mendengus kesal.
...Bersambung. ...
__ADS_1