
Rafael sudah sampai di acara resepsi pernikahan itu, nampak kedatangan nya disambut hangat oleh semua orang. Rafael bergabung bersama para pengusaha penting yang datang ke acara tersebut. "Wah Tuan Rafael, saya mendengar sebentar lagi anda akan menjadi seorang Papa. Selamat ya." Ucapan seorang lelaki dengan perawakan tinggi besar itu. Disusul dengan ucapan selamat dari tamu lainnya.
Rafael tersenyum simpul seraya menjabat tangan satu persatu dari mereka. "Saya disini untuk memberikan ucapan selamat pada dua mempelai, tapi malah saya yang mendapatkan ucapan selamat." Rafael terpaksa terlihat bahagia, demi menjaga nama baik keluarga Hadinata.
Para tamu penting datang dan bergabung dengan Rafael, mereka semua nampak mendekati Rafael demi keuntungan bisnisnya masing-masing. Siapapun selalu ingin menjalin hubungan bisnis dengan keluarga Hadinata, karena itulah kehadiran Rafael mewakili Papa nya sangat di hormati di resepsi itu. Bahkan kedua mempelai pengantin sampao turun dari panggung, hanya untuk menyapa Rafael dan menjabat tangannya.
"Loh kenapa kedua mempelai yang datang kesini, kembalilah ke atas, saya yang akan kesana untuk mengucapkan selamat pada kalian berdua." Ucao Rafael merasa canggung.
"Tidak apa-apa Tuan, kebetulan kami ingin bergabung bersama pengusaha-pengusaha sukses ini. Terima kasih sudah bersedia menghadiri pernikahan kami." Sang mempelai lelaki menjabat tangan Rafael.
Nampak dari kejauhan, sepasang lelaki dan perempuan memasuki gedung resepsi. Mereka tampak serasi berjalan bersama, dibelakang mereka disusul gadis kecil yang nampak bahagia dengan senyum manisnya. Seorang perempuan melambaikan tangan pada Aldino, memintanya untuk bergabung bersama para tamu. Aldino hanya menganggukan kepalanya, dia mengajak Melati dan juga Aurelia untuk menemui rekan bisnisnya terlebih dulu.
"Aldino sudah lama ya kita tidak bertemu, ngomong-ngomong siapa perempuan cantik ini, apakah dia calon mama Aurelia?." Tanya Agnes menggoda Aldino.
Aldino terkekeh wajahnya memerah, dia memandang Melati yang sedang menemani Aurelia mengambil ice cream.
__ADS_1
"Dia temanku, kebetulan Aurelia sangat dekat dengannya."
"Sepertinya kau menyukai perempuan itu Al, aku dapat melihat tatapan matamu padanya."
"Sudahlah jangan berlebihan seperti itu. Dimana suamimu Nes, aku belum melihat nya dari tadi."
Melati bersama Aurelia datang menghampiri mereka, nampak Agnes berkenalan dengan Melati. Sedangkan Aurelia mengecup pipi teman papa nya itu.
"Aunty dimana Uncle Rio, aku ingin bermain dengannya." Aurelia memandang ke segala arah mencari keberadaan suami Agnes.
"Sayang lihatlah siapa yang datang!." Seru Agnes pada Rio.
Rio membalikkan tubuhnya merangkul Aldino sahabat lamanya. Nampak Aldino mengerutkan keningnya melihat kedua mempelai berada di bawah panggung.
"Iya ini semua karena Tuan muda yang sukses bekerja di bidangnya, kedua mempelai sampai turun untuk menyapa nya." Jelas Rio dengan memperkenalkan pengusaha hebat yang dimaksudnya.
__ADS_1
Rafael membalikkan tubuhnya, tersenyum kecil pada semua tamu yang ada disana. Tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada seorang perempuan yang sangat dirindukan nya.
"Melati...." Ucap Rafael lirih dengan mata berkaca-kaca.
Seketika Melati memundurkan langkahnya, dia membulatkan kedua matanya. Terkejut melihat keberadaan Rafael tepat dihadapan nya. Aldino terbelalak melihat pertemuan tidak terduga itu, dia meraih tangan Melati yang akan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Rio perkenalkan dia adalah calon istri ku, namanya Melati. Sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan, menyusul kedua mempelai ini." Reflek Aldino mengatakan sesuatu yang membuat hati Rafael hancur berkeping-keping.
Terlihat Rafael berurai air mata dihadapan banyak tamu undangan, dia memegangi dada nya yang terasa sesak. Karena tidak dapat menahan kepedihan itu, Rafael melangkahkan kaki nya pergi dari resepsi itu. Sedangkan Melati hanya bisa terdiam, dan berusaha menahan air mata nya supaya tidak mengalir dihadapan banyak orang.
"Maaf saya permisi ke toilet sebentar." Ucap Melati seraya berjalan pergi.
Sesampainya di toilet Melati menumpahkan semua kesedihan nya, duka nya kembali terasa saat melihat Rafael tepat di depan matanya. Luka hati karena penghianatan itu terbuka kembali, hingga air mata kembali membasahi wajahnya.
...Bantu like dan tinggalkan komentar apa saja yuk, untuk membangkitkan semangat Author. Salam sayang untuk kalian semua 🤗❤...
__ADS_1
...Bersambung....