KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
PERUBAHAN BESAR SANG NYONYA


__ADS_3

"Apakah Mawar pernah sakit sebelum ini? Kenapa aku melihat gambaran dirinya berada di Rumah Sakit dalam keadaan hamil besar?." Tanya Rafael dengan memegangi kepala nya.


Semua orang saling memandang, mereka terlihat lega karena perlahan ingatan Rafael mulai kembali. Zahra menggendong Catlea dan mengajaknya ke kamar. Gadis kecil yang baru bisa berjalan itu, memandang sendu wajah papanya. Nampaknya Catlea sangat merindukan papanya, ia menangis dalam diam seraya berlari kembali ke pelukan Rafael. Sontak saja Rafael terperanjat, ia menyentuh wajah Catlea dan mengecupnya. Ada penyesalan dalam diri Rafael, karena telah melupakan putri nya yang malang itu. Lalu Tuan Satria meminta Zahra membawa Catlea ke kamar, gadis kecil itu terus memandang wajah papanya dengan sendu. Meski tak mengatakan apapun, semua orang tau jika Catlea sedang merindukan sang papa.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku pa? Meski semua orang menganggap ku kehilangan ingatan. Kenapa aku tak melupakan untuk menceraikan Mawar meski ia telah melahirkan seorang putri untukku?." Tanya nya dengan mengerutkan keningnya.


Tanpa diduga Nyonya Silvia memberitahu segalanya pada Rafael. Jika Melati sudah bukan istrinya lagi, karena dia sudah melanjutkan hidupnya bersama Aldino.

__ADS_1


"Sebenarnya mereka adalah suami istri, waktu itu Melati sedang mengandung putramu Alvino, dialah yang menjaganya. Ketika aku dan kau sibuk memikirkan keburukan tentangnya, ternyata Melati sedang mengandung darah dagingmu. Kau harus menerima kenyataan ini Nak, Aldino adalah lelaki yang baik, dia terus memikirkan kebaikan tentang mu. Sehingga ia membiarkan Melati berpura-pura menjadi istri mu. Sekarang adalah waktu yang tepat untukmu mengetahui semuanya, karena putramu lebih membutuhkan ibunya. Biarkan Melati kembali ke rumahnya, mama tau kau pasti bisa mengatasi masalah ini sendiri. Zahra yang selalu menjaga putri mu, dia adalah istri kedua mu. Sebelumnya dia mengandung buah hati kalian. Tapi Mawar menghancurkan semuanya, dia bekerja sama dengan penjahat untuk menculik Zahra. Yang mengakibatkan wanita malang itu kehilangan bayinya, di hari kau mengalami kecelakaan, kami semua baru saja menguburkan bayi kalian Aprilio." Penjelasan Nyonya Silvia membuat Rafael semakin sakit kepala, ia berusaha mengingat semua yang mamanya ceritakan. Sehingga rasa sakit yang luar biasa, membuat hidungnya keluar darah segar.


Semua orang sangat panik, dan meminta Rafael beristirahat di kamarnya. Tapi semua orang terlihat bangga dengan Nyonya Silvia, mereka tak menyangka jika wanita itu bisa mengatakan segalanya pada putra nya. Tuan Satria menatap haru pada istrinya, ia memeluknya dan mengucapkan terima kasih berulang kali.


"Untuk apa papa mengatakan semua itu padaku? Aku ini adalah ibu dan nenek dari keduanya, aku harus memikirkan yang terbaik untuk mereka bukan? Karena itulah aku berusaha mengambil jalan tengahnya, dan memutuskan untuk mengatakan segalanya pada Rafael. Meski sekarang Rafael yang paling menderita, setidaknya ia akan belajar mengingat semuanya. Aku tak mungkin mengorbankan cucuku yang masih kecil itu." Jelasnya seraya mendekap sang suami.


"Saya paham, jika kalian semua ingin yang terbaik untuk pasien. Tapi mengatakan yang sebenarnya padanya secara mendadak seperti itu sangat beresiko bagi kesehatan mentalnya. Rafael akan bingung menerima kenyataan yang ada, karena dalam ingatan nya tak ada tempat untuk kenangan yang baru saja kalian jelaskan padanya. Tolong jangan lakukan itu lagi apapun keadaan nya, biarkan ia perlahan mengingat segalanya. Tanpa ia memaksakan untuk mengingat semua yang telah hilang, karena setelah kontraksi pada otaknya saat ini. Kemungkinan kesembuhan nya sudah hampir 75℅." Jelas sang Dokter dengan memberikan resep obat pada Zahra.

__ADS_1


Setelah Dokter pergi, Zahra memandangi wajah mama mertuanya. Wanita itu berderai air mata, tak menyangka jika perbuatan nya membahayakan nyawa putra nya.


"Mama tak perlu merasa bersalah, Dokter tak bermaksud menyalahkan mama. Hanya waktu saja yang membuat semuanya terlihat salah. Tapi mama sudah melakukan hal besar yang sangat berharga untuk kedua orang yang mama sayang. Tuhan pasti akan memberikan jalan untuk kita, sebentar lagi putra mama akan sembuh. Dan kembali mengingat semuanya." Zahra menyeka air matanya, lalu Nyonya Silvia menundukan wajahnya dipenuhi rasa bersalah.


Mobil jemputan dari bandara sudah datang, Melati dan Aldino harus segera melakukan penerbangan ke Semarang. Karena Alvino terus rewel dan menangis, sehingga mereka tak bisa membatalkan penerbangan nya.


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2