
Hari demi hari ku jalani dengan sekuat hati, setelah mengetahui kehamilan ku, aku sempat down, tetapi orang-orang disekitar ku menguatkan ku. Liliana sahabatku yang selalu ada untukku, memberikan kekuatan padaku. Dan sekarang ada seseorang gadis kecil yang selalu bersamaku setiap harinya, kami semakin akrab dan terjalin hubungan yang lebih di antara kami berdua. Seakan ada magnet yang selalu menarik anak itu dekat padaku, Papanya seorang yang sibuk, sehingga anak semata wayangnya tidak terurus baik ketika Papa nya bekerja.
Pagi itu Aurel membujukku untuk pergi bersamanya, dia akan berlibur bersama Papa nya. Karena disana Papa nya tidak hanya berlibur, dia meminta ku untuk ikut supaya bisa menemani Aurelia. Karena tidak tega melihat gadis kecil itu merajuk, aku mengiyakan ajakan mereka. Apalagi Liliana juga akan pergi kesana.
Perjalanan pagi itu sangat menyenangkan, aku melihat pemandangan yang luar biasa indahnya, ku hirup udara segar dalam-dalam, seakan semua beban yang ada di pundak ku lepas. Ku palingkan wajah menatap seorang lelaki tampan, yang sedang tersenyum menatap tingkah konyol ku, awalnya aku merasa canggung berada satu mobil dengannya, tapi aku berusaha bersikap sewajarnya.
__ADS_1
Aurelia terbangun dan merengek membuat ku terkejut, kami berhenti di Rest area untuk membelikannya minum. Waktu berlalu dengan cepat, kami tiba di Kota Jogja pada sore hari. Setelah istirahat sebentar, kami berjalan-jalan di sekitar hotel. Kebetulan kami menginap di sekitar Malioboro, Aurelia sedang bermain dengan anak-anak sebayanya. Aku bersama Papa nya menunggu di sebuah angkringan yang lumayan ramai, ku nikmati semangkok wedang ronde yang menghangatkan. Aldino adalah seorang lelaki yang sangat sopan pada setiap perempuan, dan itu yang membuatku kagum dengan sosoknya. Apalagi dia membesarkan anaknya seorang diri, dia menatap haru sang anak dengan wajah sendu.
"Kenapa kau terlihat sedih ketika melihatnya bermain?." Tanya ku penasaran.
"Anak seusianya masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, tapi Aurel tidak pernah merasakannya sama sekali, terkadang aku merasa bersalah padanya, tapi tidak ada yang bisa ku lakukan selain bekerja keras demi masa depan nya kelak." Jawabnya dengan menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Mama... Perempuan itu tidak pantas disebut Mama, dulu dia ingin membuang bayi tidak berdosa itu, hanya karena keluarga ku jatuh miskin, usaha orang tua ku bangkrut, perempuan itu tidak ingin terbebani dengan seorang anak, dia hampir menelantarkan Aurel di Panti asuhan, beruntung nya ada seorang lelaki kaya yang baik hati, dia memberikan banyak uang pada perempuan itu untuk menyerahkan Aurel padanya, dan lelaki baik itulah yang memberikan Aurel padaku kembali, lelaki kaya itu mengenali jika perempuan itu adalah istriku yang gila harta. Sekarang dia sudah menikah dengan orang asing yang memiliki banyak Vila di Bali, dan aku dibantu oleh lelaki kaya itu untuk bangkit dan berjuang keras, hingga saat ini aku berada di posisi ini, semua tak luput dari bantuannya."
Aku tak menyangka kisah hidupnya tak kalah pahitnya denganku, wajar saja dia bersikap baik padaku. Aku berusaha memberi kekuatan padanya, dengan menepuk pundaknya. Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan ku, dan ketika ku palingkan wajahku. Aku melihat seorang lelaki sedang berdiri di ujung jalan menatapku dengan membulatkan kedua matanya.
"Mas Rafael!." Ucapku lirih dengan menggelengkan kepala berulang kali.
__ADS_1
...Berikan Like, Vote dan Hadiahnya yuk kak, berikan semangat untukku semangat berkarya, Terima kasih 😘💕...
...Bersambung....