KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
NYATA ATAU HALUSINASI?


__ADS_3

Setelah Rafael mendapatkan telepon dari Mama nya, dia sempat bimbang untuk kembali pada Mawar. Tapi panggilan telepon dari Mbak Saroh membuatnya terpaksa kembali pada Mawar. Mbak Saroh mengatakan jika Mawar terus mual-mual karena kedinginan, terpaksa dia pergi dari tempat itu, dan tidak sempat menemui Melati.


Sementara itu Melati yang salah tingkah setelah melihat Rafael, berniat ingin pergi dari tempat itu. Tapi Aldino menghentikan nya.


"Ada apa Mel, kenapa kau tiba-tiba panik begitu?." Tanya penasaran.


"Aku harus pergi disana ada..." Jawab Melati dengan membalikkan tubuhnya, menatap ke arah Rafael sebelumnya berdiri.


Ta tadi aku melihat mas Rafael disana, apa aku hanya berhalusinasi saja, batin Melati dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ada siapa Mel disana? aku tidak melihat siapapun." Sahut Aldino dengan mengerutkan keningnya.


"Hmm tidak ada Al, sepertinya aku kelelahan saja, apakah kita bisa kembali ke hotel sekarang."


Lalu mereka kembali ke hotel, nampak Aurel berjalan dengan bernyanyi. Nampak kebahagiaan didalam raut wajahnya, Melati menyunggingkan senyumnya, ikut merasakan kebahagiaan yang gadis itu rasakan.


Di tempat lain, Rafael sedang tergesa-gesa membopong Mawar menuju kamarnya. Mbak Saroh berjalan di belakang mereka dengan membawa tas milik Mawar, perempuan itu terkejut melihat seseorang yang sangat dikenalnya berada di tempat yang sama dengannya.

__ADS_1


"Mbak Melati." Ucap Mbak Saroh lirih.


Perempuan itu berjalan perlahan mendekati Melati yang sedang berdiri di depan receptionist, disaat Mbak Saroh akan menepuk pundak Melati, nampak Nyonya Silvia sedang berjalan disamping nya. Mbak Saroh mengurungkan niatnya untuk menyapa Melati, karena tidak ingin terjadi keributan disana.


"Apa yang kau lakukan di lobby seorang diri, dimana Rafael dan Mawar?." Tanya Nyonya Silvia.


"Tuan dan Nyonya sudah duluan ke atas Nyonya besar." Mbak Saroh mencuri pandang, sosok Melati yang sedang berjalan memunggungi nya.


Semoga Nyonya Silvia tidak melihat Mbak Melati, batinnya dengan peluh yang membasahi keningnya.


Sesampainya di kamar hotel, Melati duduk di sofa tepi jendela besar, dia sedang menikmati pemandangan malam kota Jogja dari atas ketinggian. Melati kembali teringat kejadian di Angkringan tadi, dia sangat yakin melihat Rafael. Tapi kenapa lelaki itu cepat sekali menghilang, hingga akhirnya Melati meyakinkan diri, jika memang apa yang dilihatnya itu tidak nyata.


Aldino mengetuk pintu kamar nya, lelaki itu berpamitan untuk menemui rekan bisnisnya.


"Apakah Aurel sudah tidur? jika tidak aku akan mengajaknya bertemu dengan Tuan baik itu."


"Tapi dia baru saja tertidur setelah lelah bermain bonekanya, apa kau ingin aku membangunkan nya?."

__ADS_1


"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri saja, jika ada yang kau butuhkan telepon aku saja ya Mel." Ucap Aldino dengan senyum ramahnya.


Melati menganggukan kepalanya dan membalas senyuman Aldino tak kalah manisnya. Setelah itu Aldino pergi ke Restaurant yang ada di dalam Hotel itu, nampak seorang lelaki paruh baya dengan kemeja rapi nya sedang duduk di sebuah meja seorang diri.


"Tuan Satria maaf jika saya terlambat." Aldino menjabat tangan lelaki itu dan keduanya saling bertegur sapa.


"Kemana malaikat kecilmu Al, apakah dia tidak ingin bertemu dengan Opa baiknya." Ucap Tuan Satria.


"Bukan begitu Tuan, saat ini Aurel sedang tidur di kamar hotel, anak itu terlalu lelah bermain bonekanya."


"Lantas kenapa kau meninggalkan nya seorang diri, apakah hotelmu jauh dari sini. Kita bisa merencanakan pertemuan di lain waktu, kembalilah temani putri kecilmu."


"Kebetulan saya menginap di hotel ini juga Tuan, dan Aurel tidak sendiri. Dia bersama ibu perinya, jadi saya bisa sedikit santai saat ini."


"Wah kau sudah memiliki calon ibu baru untuk nya, semoga kau tidak salah pilih lagi ya Al. Aku sudah mengangapmu seperti anakku sendiri, almarhum Papamu adalah sahabat dekatku, jadi jika ada yang kau perlukan katakan saja padaku."


Keduanya saling berbagi cerita, hingga di akhir pembicaraan mereka membicarakan perempuan dengan nama yang sama. Tuan Satria mengerutkan keningnya, menatap Aldino dengan penuh tanya. Mungkinkah perempuan yang dibicarakan nya adalah Melati mantan menantu nya?

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2