KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
FAKTA YANG TERSEMBUNYI (CATLEA?)


__ADS_3

Di rumah besar keluarga Dixon sedang ada pembagian warisan. Tapi salah satu syarat yang diberikan adalah warisan untuk penerus keluarga Dixon. Yang mengharuskan Daryl Dixon ataupun Steven Dixon memiliki seorang penerus untuk menerima hak warisan nya. Tanpa bersusah payah sang sulung sudah akan mendapatkan penerusnya, karena sang istri yang saat ini berada di Brazil sedang mengandung buah hatinya. Nampak si bungsu Steven Dixon sangat cemas, memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan hak atas warisan nya. Karena Steven memiliki prinsip hidup, tak akan menikah sebelum ia menginginkan nya. Baginya pernikahan hanya akan mengekang kebebasan nya. Tapi muncul suatu ide yang ada di otaknya. Steven hanya membutuhkan keturunan sebagai penerusnya, dan itu tak mengharuskan ia terikat dalam sebuah hubungan pernikahan.


"Ya aku mempunyai seorang anak dari Mawar, gadis cacat yang di asuh oleh keluarga Hadinata. Aku harus mengambil hak asuhnya, supaya aku mendapatkan bagian warisanku." Batin Steven Dixon didalam hatinya.


Daryl sang kakak mengajak Steven untuk menjenguk rekan bisnis mereka, awalnya Steven menolak dengan alasan sibuk dengan rekannya. Tapi begitu dia tau siapa yang akan dijenguk nya, Steven menerima ajakan sang kakak untuk menjenguk Rafael di rumahnya.


"Dulu keluarga kita sempat bersitegang dengan keluarga Hadinata, padahal mereka hanya korban saja. Setelah papa tiada, aku menyelidiki semuanya, dan bukanlah keluarga Hadinata yang bertanggung jawab atas kebangkrutan perusahaan papa. Mereka juga mengalami krisis dalam usahanya, karena kesalah pahaman di masa lalu, keluarga kita bersitegang, tapi syukurlah semua sudah terselesaikan. Kini kita menjalin hubungan bisnis dengan awal yang baru. Tapi sayangnya putra dari Tuan Satria Kusuma Hadinata baru saja mengalami musibah. Beberapa hari yang lalu mereka baru saja kehilangan calon anggota keluarga mereka yang masih dalam kandungan. Dan sehari kemudian Rafael anak semata wayang Tuan Satria mengalami kecelakaan. Dan kabarnya ia kehilangan ingatan nya." Jelas Daryl seraya mengemudikan mobilnya.


"What! Rafael kecelakaan? Tapi jika aku pergi ke rumahnya, apakah istri keduanya akan mengenaliku? Meski saat itu aku mengenakan penutup wajah, bisa saja wanita itu mengenali suaraku. Mungkin lebih baik aku tak banyak berbicara ketika di dekatnya." Batin Steven dengan mengerutkan keningnya.


Sesampainya di rumah besar keluarga Hadinata, Daryl dan Steven bergegas masuk ke dalam. Karena Tuan Satria sudah menantikan kehadiran keduanya. Dengan sangat bahagia Tuan Satria merangkul Daryl yang sudah lama tak dijumpai nya.

__ADS_1


"Dulu mendiang papa mu sering mengajakmu bermain golf bersamaku. Waktu itu kau masih sangat kecil, dan adikmu ini masih bayi sepertinya." Ucap Tuan Satria seraya menjabat tangan Daryl dan Steven.


"Sorry, Tuan sudah lama mengenal almarhum papa saya? Tapi kenapa waktu papa saya mengalami masalah keuangan, anda tak terlihat membantu nya?." Celetuk Steven, membuat suasana disana mendadak canggung.


Kemudian Daryl mencairkan suasana dengan mengatakan jika Steven hanya bergurau saja. Karena tak ingin merusak suasana saat itu Steven terpaksa membenarkan ucapan sang kakak.


"Saya hanya bercanda saja Tuan. Kakak saya sudah menceritakan segalanya, jika saat itu bisnis anda juga mengalami krisis. Dan ada yang menjebak anda sehingga berselisih paham dengan papa saya. Untung keadaan sudah membaik, dan kita bisa menjalin hubungan bisnis kembali." Ucap Steven dengan tersenyum miring.


Tiba-tiba Zahra keluar dari dalam rumah bersama Catlea, Zahra sedang mengajak Catlea bermain, karena ia terus menerus mengetuk pintu kamar papanya. Karena takut mengganggu istirahat Rafael, Zahra membawa Catlea untuk bermain di taman. Sontak saja Steven langsung menutup mulutnya, ia tak berani bersuara di dekat Zahra.


Catlea terjatuh di depan Steven, keduanya saling memandang dan menatap satu sama lain. Ada kemiripan di raut wajah mereka, tanpa sadar Tuan Satria mengatakan jika wajah cucunya sekilas mirip dengan wajah Steven.

__ADS_1


"Lihatlah ketika kalian sama-sama terkejut, wajah kalian berdua terlihat mirip. Untung saja dia adalah cucuku, jika tidak aku akan mengira jika Catlea adalah putrimu!." Seru Tuan Satria dengan menyunggingkan senyumnya.


Tak lama kemudian Zahra menggendong Catlea, dan ketika Zahra melihat wajah Steven. Untuk sesaat ia mengerutkan keningnya, nampaknya Zahra teringat sesuatu yang pernah ia lihat. Karena sungkan terus menatap wajah tamu sang mertua, Zahra melangkahkan kakinya ke taman bersama Catlea. Steven terlihat lega, ia menghembuskan nafas panjang, ketika Zahra tak mencurigainya.


Daryl menanyakan bagaimana kabar Rafael, karena terakhir kali ketika mereka bertemu. Rafael sedang dalam masalah, karena istrinya yang menghilang. Lalu Tuan Satria menjelaskan jika wanita yang tadi ia lihat adalah istrinya Rafael yang hilang karena diculik oleh orang bayaran istri pertama Rafael.


"Lalu bagaimana kondisi Rafael sekarang? Apakah saya bisa melihat keadaan nya?." Tanya Daryl dengan wajah cemas.


"Saat ini ia tak bisa mengingat semua orang. Hanya orang tertentu saja yang ada di memori ingatan nya. Bahkan anak-anaknya saja tak dapat dia ingat. Dia hanya mengingat peristiwa beberapa tahun yang lalu saja." Jelas Tuan Satria dengan menundukan wajahnya sendu.


"What! Rafael memiliki anak selain gadis kecil tadi? Kenapa Mawar tak mengatakan nya padaku, apalagi setelah ini aku harus merebut hal asuh atas anak itu. Tapi aku juga tak mau rugi, dengan menceritakan kebenaran tentang Catlea pada keluarga ini. Anak itu akan kehilangan hak warisnya atas keluarga Hadinata." Batin Steven dengan memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


...Yuk dukung author dengan memberikan Gift atau Vote nya, Terima kasih sudah selalu menjadi penyemangat ku. Big hug all 🤗💕...


...Bersambung....


__ADS_2