KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
SEBUAH KETULUSAN


__ADS_3

Karena terlalu hawatir, Melati terburu-buru memasukkan ponsel ke dalam tas, dan bersiap diri, untuk menjenguk Mawar. Melati belum sempat membaca pesan dari Mbak Saroh, dan entah apa yang akan terjadi ketika mereka dipertemukan kembali.


"Al, bisakah kita menjenguk Mawar sebentar. Selagi dia sedang tertidur, dia tidak akan menyadari kedatangan ku. Aku hanya ingin melihat keadaan nya, sebelum kita meninggalkan kota ini." Pinta Melati dengan wajah resah.


"Baiklah Mel, apapun yang kau mau. Mari ibu peri kita pergi sekarang juga." Ucap Aldino dengan menggendong Aurelia.


Disepanjang perjalanan, Melati terlihat sangat cemas, dan meremas tangannya sendiri. Aldino yang menghawatirkan nya, berusaha menenangkan Melati. Perlahan Aldino mengganggam tangan Melati, dan meminta nya untuk lebih tenang.


"Kau lupa apa kata Dokter, kau tidak boleh terlalu banyak pikiran. Lalu kenapa kau terlihat gusar seperti itu, pasti kau sedang memikirkan sesuatu kan. Coba katakan padaku apa yang kau pikirkan saat ini?."

__ADS_1


"Entah kenapa hatiku sangat gelisah, seperti akan ada sesuatu yang terjadi. Aku resah memikirkan kondisi Mawar, meski dari kecil kami hidup terpisah. Aku tetap bisa merasakan sesuatu yang akan terjadi padanya, dan itu membuatku merasa tidak tenang." Jelas Melati dengan mata berkaca-kaca.


"Hatimu sungguh mulia Mel, adik kembarmu sudah mengambil segalanya darimu. Tapi kau tetap memikirkan dirinya, padahal belum tentu dia akan melakukan hal yang sama padamu."


"Aku tidak perduli itu Al, bagaimanapun Mawar tetaplah adik ku. Di dunia ini tidak ada mantan saudara, jika hubungan ku dengan mas Rafael berakhir. Tentu hubungan ku dengan Mawar akan tetap terjalin, karena kami terlahir dari rahim yang sama. Walaupun hatiku masih terluka atas penghianatan mereka, aku tidak bisa berpura-pura tidak perduli pada Mawar." Melati berderai air mata pilu.


"Sudah ya Mel, aku tidak mau melihat mu bersedih terus menerus. Kau pantas untuk bahagia, bukan berarti kau harus memikirkan nasib saudara kembarmu. Jika dia bisa menghianati kepercayaan mu seperti itu, kau cukup mendoakan untuk kebaikannya saja. Jangan terlalu memikirkan nasib ataupun kebahagiaan nya, itu sudah diluar kendalimu. Biarkan saja dia merasakan semua yang dia tabur, dia yang memulai semuanya. Dan dia juga yang harus menanggung nya, kau memiliki jalam hidupmu sendiri. Pikirkanlah tentang bayi yang ada didalam kandungan mu, jangan terus mencemaskan masa depan kembaran mu." Ucapan Aldino menyadarkan Melati, hingga dia terisak dengan luka batin yang kembali terasa.


"Mbak Melati... Tunggu!." Seru Mbak Saroh berlarian mengejar Melati.

__ADS_1


Aurelia membalikan tubuhnya, melihat seorang perempuan sedang memanggil ibu peri nya.


"Papa perempuan itu siapa, kenapa dia berteriak memanggil ibu peri?." Ucap Aurelia dengan mengarahkan jari telunjuk nya ke arah Mbak Saroh.


Seketika Aldino menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuhnya.


Bukankah dia pembantu Tuan Satria, kenapa dia terlihat panik ya, batin Aldino dengan mengerutkan keningnya.


"Tuan tolong hentikan Mbak Melati, jangan biarkan dia ke kamar saudara kembarnya. Saat ini Mas Rafael sedang berbicara dengan Dokter, setelah itu pasti dia akan ke kamar istri nya. Saya hawatir jika mereka bertatapan muka, saya tidak mau Mbak Melati bersedih jika melihat mantan suami nya." Ucap Mbak Saroh dengan nafas tersengal-sengal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mbak, Melati bukanlah perempuan lemah seperti sebelumnya. Dia sudah menguatkan hati nya, karena semalam mereka sudah bertemu kembali. Biarkan Melati melewati semua duka nya, supaya dia semakin kuat dalam menghadapi masa lalu nya. Tolong temani Melati untuk melihat adik kembarnya, setelah itu kami akan segera meninggalkan kota ini. Jika Melati tidak sengaja bertemu dengan mantan suami nya, biarkan saja. Karena Melati sudah bertekad untuk melupakan masa lalu nya, katakan saja pada Melati, jika saya menunggu nya di luar." Aldino menyunggingkan senyumnya seraya duduk di bangku koridor Rumah Sakit bersama Aurelia.


...Bersambung....


__ADS_2