
Mawar tertegun setelah mendengar ucapan Rafael, dia memohon dan mengiba dibawah kaki suaminya.
"Tolong mas beri aku kesempatan, jangan lakukan semua itu padaku. Aku akan bertambah stres jika tidak memiliki apapun, aku hanya bertahan hidup menggunakan satu ginjal saja. Dan rahim yang ku punya telah kau ambil dengan persetujuan mu. Apalagi yang tersisa dariku mas? Aku hanya akan bertambah stres jika kau memperlakukan ku seperti itu." Ucap Mawar dengan wajah sendu.
Mawar menggunakan akal liciknya dengan baij, dia tau benar bagaimana cara mengambil hati Rafael. Yaitu dengan membuatnya iba dan kasihan melihat penderitaan nya. Dan benar saja Rafael luluh dengan drama yang Mawar buat, dia menghembuskan nafasnya panjang seraya membantu Mawar bangkit berdiri.
"Aku akan memberimu kesempatan, asal kau mau merawat Catlea dengan baik. Semenjak dia lahir kau tak pernah memberikan nya asi. Setidaknya berikanlah dia kasih sayang mu. Bagaimanapun Lea adalah anak kandung mu, kau harus memberinya kasih sayang selayaknya seorang ibu pada anaknya."
Rafael mengernyit menatap wajah Mawar, yang nampak resah. Hingga dia menerima syarat yang Rafael berikan.
__ADS_1
Aku terpaksa menuruti ucapannya, hanya karena aku tidak mau hidup susah dan tidak memiliki uang. Batin Mawar didalam hati nya.
"Mulai sekarang kau akan membantu Zahra mengurusi Catlea, berikanlah asi padanya karena itu bagus untuk Lea. Kalau kau tidak melakukan apa yang ku perintahkan, ingatlah aku akan menghentikan semua fasilitas untukmu." Ucap Rafael dengan tegas.
Setelah hari itu, Mawar terpaksa mengurusi Catlea. Dengan rasa jijik Mawar menggendong Catlea, karena sudah lama dia tidak memberikan Asi pada Lea. Asi yang dikeluarkan Mawar sangat sedikit, dan membuat Lea selalu menggigitnya. Mawar yang tidak dapat mengendalikan emosinya membentak Lea. Dan melemparkan anaknya itu ke ranjang. Zahra sang baby sitter yang melihat perlakuan Mawar, nampak melotot melihat Lea dihempaskan oleh ibu kandung nya sendiri.
"Awas saja jika kau berani mengadu pada suamiku!." Ancam Mawar dengan kesal.
Sore itu Rafael melihat keadaan Catlea yang demam, nampak Mawar sedang melakukan drama sebagai seorang ibu yang baik. Dia mendekap Catlea dalam pelukan nya, dan menimang nya supaya Lea tertidur.
__ADS_1
"Terima kasih telah merawat Lea, ternyata kau bisa berubah dan memperdulikan nya. Catlea memang bukan anak yang sempurna, tapi semenjak kehadiran nya. Aku memahami banyak hal yang salah didalam hidupku, bahkan bisnis keluarga ku terus berkembang. Dan kau juga harus bersyukur padanya, jika bukan karena Lea aku sudah lama akan melupakan janjiku untuk tetap bersamamu. Lea adalah satu-satunya alasanku mempertahankanmu. Jadi berubah lah menjadi ibu yang baik untuk nya." Jelas Rafael seraya mengecup pipi Catlea.
Mawar menarik lengan Rafael dan memberikan kecupan tepat dibibirnya. Cuups... "Aku akan berubah jadi lebih baik lagi mas, asal kau mau menerima ku seutuhnya."
Hening, Rafael hanya diam dengan menelan saliva nya. Dia tidak mengatakan apapun menanggapi ucapan Mawar. Beberapa langkah dia berjalan dan kembali menghampiri Mawar.
"Aku akan pergi ke acara pembukaan cabang baru sebuah perusahaan fashion. Tidurlah bersama Catlea di kamar, supaya kau bisa semakin dekat dengannya. Menurut Dokter ikatan seorang ibu dan anak lebih kuat dari apapun. Siapa tau kau bisa melatihnya untuk berbicara secara perlahan."
Setelah itu Rafael pergi bertemu dengan rekan-rekan bisnis nya, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada sepasang tamu yang baru saja tiba. Mereka disambut langsung oleh pemilik perusahaan fashion. Karena ternyata keduanya menjadi tamu utama di acara itu. Kedua mata Rafael membulat sempurna, begitu mengetahui sepasang tamu itu adalah Melati dan juga Aldino. Kedatangan mereka sebagai tamu utama, dan juga rekan bisnis perusahaan fashion yang terkenal di kota Paris itu. Keduanya mendapat sambutan yang luar biasa, bahkan Aldino mengumumkan rencana pernikahannya dengan Melati. Semua Undangan pernikahan disebarkan untuk seluruh tamu yang datang malam itu. Tangan Rafael bergetar menerima sepucuk undangan di tangan nya. Dada nya sesak mendengar jika mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Rafael tidak pernah menyangka, jika malam itu dia akan bertemu dengan Melati dan calon suaminya.
__ADS_1
...Bersambung. ...