KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
NASIB BURUK ATAU KARMA?


__ADS_3

Pagi itu di Rafael sedang berada di Kantor nya, ia mendapatkan tagihan kartu kredit milik Mawar. Rafael melotot melihat nominal tagihan kartu kredit itu, jumlahnya sangat besar melebihi tagihan nya sendiri. Dengan kesal Rafael menelepon Mawar dan memarahinya, tapi Mawar dengan angkuh nya kembali mengancam Rafael.


"Apa kau lupa mas dengan rekaman cctv ketika kau menodai Zahra? Kau ingin aku menyebarluaskan video itu? Sudahlah mas, kekayaan mu tak akan habis hanya karena aku menggunakan nya sedikit saja. Biarkan aku menikmati hidup dan nama baikmu akan tetap terjaga bersamaku!." Seru Mawar seraya mematikan panggilan telepon nya.


"Kurang ajar! Aku benar-benar tidak akan mengampuni mu Mawar! Jika hanya nama baik keluarga saja, aku tak akan perduli kalau kau menyebarkan video itu. Aku hanya tak ingin kau mengganggu kehidupan Melati dan juga putra ku!." Gumam Rafael pada dirinya sendiri.


Mbak Saroh mengirimkan pesan singkat pada Rafael, ia memberitahu jika Catlea demam, dan tak mau makan sama sekali. Rafael segera pulang ke rumahnya, tapi ia justru terkejut ketika melihat banyak mobil di halaman rumahnya. Rafael berjalan masuk ke dalam rumah, betapa terkejutnya Rafael ketika ia melihat Melati ada di dalam rumahnya, Melati sedang menggendong seorang bayi di dalam dekapan nya. Seketika Rafael melangkahkan kakinya mendekat ke arah Melati, tapi seseorang menghentikan nya.


"Hentikan langkahmu disana! Papa benar-benar kecewa padamu Rafael! Kau selalu saja melakukan kesalahan tanpa belajar dari masa lalu, lihatlah gadis malang ini, apa yang telah kau perbuat padanya!." Pekik Tuan Satria dengan membulatkan kedua matanya.


Rafael menghentikan langkahnya, melihat ke segala arah, dan menyadari ada seorang gadis yang sedang berlinang air mata disamping Mbak Saroh. Zahra menangis dipelukan Mbak Saroh yang sedang menggendong Catlea. Rafael menghembuskan nafasnya panjang, ia mengusap peluh yang membasahi keningnya.


"Zahra katakan semuanya dihadapan semua orang, jangan takut, kami disini untuk membantu mu mendapatkan keadilan." Cetus Melati dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Dengan berlinang air mata, Zahra menceritakan segala perbuatan bejat Rafael. Meski saat itu Rafael melakukan nya dalam keadaan mabuk, tapi hasil perbuatan nya itu mengakibatkan Zahra berbadan dua. Tuan Satria menampar wajah putra nya di hadapan semua orang, dan Rafael hanya tertunduk dengan penyesalan.


"Aku bersyukur sudah berpisah denganmu mas! Tak ku sangka kau bisa melakukan perbuatan kotor seperti itu! Dia adalah anak yatim piatu mas, kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan padanya. Dia sedang mengandung benih mu." Penjelasan Melati membuat Rafael melotot dan susah menelan saliva nya.


"Kau harus menikahinya Rafa! Dia mengandung darah daging mu, jangan kau ulangi kesalahan yang sama berulang kali. Cukup ini yang terakhir Rafa, papa mohon padamu!."


Nyonya Silvia mendelik mendengar ucapan suaminya, ia tak pernah bermimpi akan mendapatkan menantu seorang pelayan. Tapi wanita yang di anggap tak pantas untuk putra nya sudah terlanjur mengandung benih Rafael, sehingga Nyonya Silvia kebingungan harus berbuat apa. Di sisi lain, ia bersyukur akan memiliki cucu lagi yang mungkin ia akan tumbuh dengan sempurna. Tapi di lain sisi Nyonya Silvia tak terima jika menantu baru nya adalah seorang pelayan. Melati yang mengerti isi hati mantan mertuanya berusaha meyakinkan nya, jika apapun yang ada dipikirkan nya, tak akan merubah keadaan jika cucu nya adalah keturunan seorang wanita biasa.


"Mama harus menerima Zahra, bagaimanapun ia akan memberikan mama seorang cucu lagi. Ketiga cucu mama berasal dari ketiga ibu yang berbeda, tapi kenyataan nya mereka adalah keturunan dari keluarga Hadinata." Tegas Melati membuat Nyonya Silvia terdiam, dan menundukan wajahnya.


"Untuk apa kau kesini? Jika kau ingin meminta pengakuan mas Rafael, tentang bayimu itu, kau tak perlu sampai datang ke rumahku! Atau kau sengaja ingin merusak rumah tangga ku!." Pekik Mawar melotot dengan berkacak pinggang.


Melati menggelengkan kepalanya, berusaha menjelaskan pada Mawar, tentang maksud tujuan nya datang kesana. Tapi Mawar tak memberikan Melati kesempatan sama sekali. Mawar terus memaki Melati tanpa meyadari ada perempuan lain yang akan menjadi duri dalam rumah tangga nya. Mawar tak mengetahui jika Zahra ada di dekatnya, dan wanita itu sedang mengandung benih dari suaminya. Sebentar lagi Zahra akan menjadi alasan untuknya bersedih sepanjang hari. Tuhan tak pernah tidur, karma itu ada untuk setiap manusia yang melakukan kesalahan. Dan kini giliran Mawar menanggung semua akibatnya, semua perbuatan nya dulu di masa lalu, akhirnya kembali pada dirinya sendiri, hanya waktu yang akan mengubah segalanya.

__ADS_1


...Bersambung....


...Aku ada referensi cerita yang bagus nih buat kalian, yuk dibaca biar ga penasaran....


Author: Momoy dandelion


judul : Pura-pura miskin


Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.


Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."


"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."

__ADS_1


Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar.


...Sedikit bocoran ceritanya 🙏...


__ADS_2