KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
AKIBAT DARI KEJAHATAN?


__ADS_3

Ambulance datang untuk mengevakuasi para korban. Beruntungnya nyawa Mawar masih dapat terselamatkan, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit yang sama dengan Rafael. Mawar sedang dalam penanganan di Ruang IGD, nampak beberapa petugas kepolisian berjaga di luarnya. Melati yang baru saja tiba terkejut mendengar kabar jika saudara kembarnya sedang dirawat.


"Papa... Terima kasih sudah meminta anak buah papa untuk menolong Mawar. Meski Mawar pantas menderita seperti ini, tapi papa tetap menolongnya. Maafkan Melati pa, tak bisa menghentikan semua kejahatan Mawar." Ucap Melati berurai air mata.


"Melati anakku... Kau tak perlu merasa bersalah atas apa yang dilakukan Mawar. Meski dia adikmu, dia sudah dewasa dan dapat membuat keputusan sendiri. Papa sengaja menolongnya, karena papa ingin Mawar membayar semua kejahatannya. Dia tak bisa meninggalkan dunia ini begitu saja."


Seorang perawat berlarian di lorong Rumah Sakit itu, ia mencari kerabat terdekat dari pasien bernama Mawar Atmaja. Melati langsung menghampiri sang perawat, lalu ia bertanya bagaimana kondisi Mawar.


"Maaf Nyonya, saya membutuhkan persetujuan dari kerabat pasien bernama Mawar. Karena kami harus melakukan operasi pada bagian matanya. Ada serpihan kaca yang masuk ke dalam bola matanya, dan harus segera dilakukan pengangkatan kornea mata." Jelas perawat itu seraya menyerahkan selembar kertas pada Melati.

__ADS_1


Melati meraih kertas itu dengan tangan yang bergetar. Kedua matanya meneteskan air mata yang deras, tubuhnya mendadak lemas setelah membaca lembaran kertas itu.


"Astaga Mawar... Kenapa kau tak pernah mengambil pelajaran dari setiap perbuatan buruk yang telah kau lakukan huhuhu." Melati sesegukan membayangkan semua kejahatan yang kembaran nya lakukan.


"Sudahlah sayang, jangan sakiti dirimu sendiri dengan membayangkan kejadian dimasa lalu. Cepat tanda tangani berkas ini, supaya adikmu segera ditangani Dokter." Ucap Aldino dengan mengusap kepala Melati.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Melati, Dokter segera melakukan operasi pengangkatan kornea mata. Nyonya Silvia tersenyum miring mendengar kabar tentang Mawar.


Tuan Satria terperangah mendengar perkataan istrinya di depan Melati. Bagaimanapun Mawar adalah adik kembarnya, Tuan Satria takut jika ucapan istrinya menyinggung hati Melati. Lalu ia meminta istrinya untuk menghentikan perkataan nya.

__ADS_1


"Tidap apa-apa pa. Papa tak usah sungkan padaku, apa yang dikatakan mama adalah sebuah kebenaran yang tak perlu dihindari. Melati paham dengan penderitaan yang mama rasakan. Reaksi mama sangat wajar menurutku, jadi aku tak akan salah paham." Jelas Melati dengan menyunggingkan senyumnya.


"Oh Melati... Terima kasih Nak sudah memahami deritaku. Aku memang tak sepantasnya mengatakan semua ini dihadapanmu. Bagaimanapun Mawar adalah saudara kembarmu, kau pasti yang paling dilema di antara kami semua." Sahut Nyonya Silvia seraya memeluk Melati.


Zahra duduk di antara Melati dan juga mertuanya, ia memandang keduanya dengan mata berkaca-kaca. Zahra tak pernah menyangka bisa menjadi salah satu dari mereka.


"Terima kasih karena Nyonya berdua sudah mendukung ku. Padahal aku ini hanya wanita biasa, yang kebetulan bisa menjadi salah satu dari kalian."


"Sudah ku bilang kan, panggil aku mama. Dan anggaplah Melati seperti kakakmu sendiri, benar kan Mel?." Celetuk Nyonya Silvia seraya menggenggam tangan Zahra.

__ADS_1


Melati menganggukan kepalanya dengan tersenyum kecil, menanggapi pertanyaan Nyonya Silvia. Seorang Dokter keluar dari ruangan Rafael, ia memberitahu Tuan Satria jika putra nya sudah sadar dari koma nya. Mereka semua tersenyum lega, dan berniat untuk melihat kondisi Rafael. Tapi Dokter meminta mereka untuk bergiliran masuk ke dalam. Nyonya Silvia berinisiatif untuk masuk ke dalam terlebih dulu, ia meneteskan air mata melihat putra satu-satunya tergeletak tak berdaya. Wanita itu berjalan tertatih seraya memeluk Rafael. Tapi tak ada respon apapun darinya, Rafael hanya terdiam dengan mengerutkan keningnya.


...Bersambung. ...


__ADS_2