
Akad nikah berlangsung dengan sempurna, lalu pesta besar dilangsungkan dengan mengundang beberapa artis ibu kota. Melati dan Aldino sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Aurelia bersorak bahagia dengan memeluk Melati dan juga papa nya.
Zahra berdiri di samping Melati dengan menggendong Alvino. Nyonya Silvia memberitahu suaminya tentang keberadaan Zahra disana. Tuan Satria pun mengerutkan keningnya heran. Tapi ia tak mau memperdulikan itu, fokusnya hari ini adalah untuk kebahagiaan Melati dan Aldino.
"Selamat ya Nak, atas pernikahan kalian berdua. Mulai sekarang kau bisa memanggilku papa Al, karena Melati sudah ku anggap putri ku sendiri." Tuan Satria merangkul keduanya, lalu ia menggendong Alvino untuk mengambil pose foto bersama.
Suasana sakral dan kebahagiaan begitu terasa, nampak senyum bahagia Aldino bisa bersanding dengan perempuan yang di idamkan nya. Aurelia memanggil Melati dengan sebutan mama untuk pertama kalinya, gadis kecil itu begitu bahagia setelah sekian lama menginginkan seorang mama.
"Ibu peri terima kasih sudah mau menjadi mama untuk Aurel, dan sekarang Aurel juga punya adik bayi." Ucap Aurel dengan senyum bahagia nya.
__ADS_1
Nyonya Silvia terlihat kesal melihat drama kebahagiaan mantan menantu nya. Ia meraih ponselnya dan menghubungi Rafael melalui panggilan telepon. Nyonya Silvia menceritakan segalanya tentang Alvino, karena ia tak rela jika cucu nya di asuh oleh Melati yang sudah menikah lagi dengan lelaki lain.
"Mama sudah lama ingin menceritakan segalanya padamu, tapi papa selalu melarang ku. Tapi kali ini mama tak akan memperdulikan ancaman papa lagi, biar saja papa marah pada mama. Kau tau Rafa, jika Melati sudah melahirkan bayi nya dan hari ini dia melangsungkan pernikahannya. Bayi yang dikandungnya adalah keturunanmu Rafa, bayi itu bukanlah anak Aldino. Hanya karena Melati memberinya nama mirip Aldino, tidak akan merubah kenyataan jika Alvino adalah darah daging mu. Melati meminta mama untuk diam, karena dia akan mengatakan segalanya padamu tapi nyatanya hingga sekarang dia tak menjelaskan apapun padamu." Ucapnya dengan kesal.
"Apa mama yakin? Ba bayi yang dilahirkan Melati adalah darah daging Rafa? Tanya Rafael dengan membulatkan kedua matanya.
"Mama yakin Rafa, Melati sendiri yang mengatakan kebenaran itu. Saat itu mama memergoki papamu yang diam-diam menjenguk nya saat melahirkan. Dan disitulah mama mengetahui kebenaran tentang bayi yang dikandung Melati. Cepatlah datang kesini Rafa, ambil cucu mama dari Melati, karena ia tak mengijinkan mama untuk berlama-lama dengan Alvino. Padahal Alvino adalah cucu kandung mama. Ambil hak asuhnya supaya kau bisa merawat nya, apalagi sekarang ia sudah resmi menikah dengan Aldino. Mama hawatir jika Melati sampai mengabaikan cucu mama, karena ia akan lebih fokus dengan suami barunya." Nyonya Silvia berusaha memanipulasi Rafael untuk menuruti ucapannya.
"Kau kenapa mas? Apa ada masalah? Kenapa setelah mama menelepon kau jadi cemas begitu?."
__ADS_1
"Anakku... Itu adalah anakku...." Ucap Rafael dengan mata berkaca-kaca.
Anaknya? Ada apa dengan anaknya? Jangan-jangan dia sudah tau tentang bayi yang dilahirkan Melati? Apa mama juga tau jika bayi itu adalah darah daging mereka, jika semua itu benar terjadi, maka hidupku akan semakin hancur. Karena aku tak akan bisa memberikan keturunan yang layak untuk mereka, hanya anak cacat itu saja yang bisa ku berikan. Aku benar-benar bernasib buruk hingga memiliki keturunan sepertinya, batin Mawar dengan membulatkan kedua matanya.
Mawar melangkahkan kaki nya menghampiri Mbak Saroh, yang sedang kewalahan mengerjakan pekerjaan rumah dengan menggendong Catlea.
"Sini berikan anak cacat itu padaku! Aku akan membuangnya ke tempat yang jauh, supaya aku tidak dipermalukan karena memiliki anak yang cacat sepertinya!." Seru Mawar dengan amarahnya.
Catlea berontak dan rewel ketika Mawar mengambilnya paksa dari pelukan Mbak Saroh. Mawar membawanya pergi keluar rumah, seakan ia benar-benar ingin membuang Catlea. Mbak Saroh berteriak memanggil Rafael, supaya Tuan nya itu bisa menyelamatkan anak tak berdosa itu dari ibu kandung nya sendiri.
__ADS_1
...Bersambung....