
Rafael sangat frustasi dan membuang undangan yang ada ditangan nya. Dia mengambil minuman beralkohol dan meneguknya tanpa sadar, dan menghabiskan beberapa botol. Hingga langkahnya sempoyongan, Rafael mulai kehilangan kesadaran nya. Dia berteriak lantang memanggil nama Melati. Tanpa sadar Rafael telah mempermalukan dirinya sendiri, dihadapan rekan-rekan bisnis nya.
"Melati... Kenapa kau ingin menikah dengan lelaki lain? Aku sangat mencintaimu... Kembalilah padaku Mel...." Ucap Rafael dengan berjalan sempoyongan.
Suasana yang semula ramai menjadi sunyi, semua orang sedang memperhatikan tingkah konyol Rafael. Menyadari jika Rafael sedang dalam pengaruh minuman keras, Melati meminta Aldino untuk membawa nya meninggalkan gedung pesta itu. Tapi Rafael murka dan berusaha memukul Aldino, karena dia sadar jika lelaki yang ada dihadapan nya lah, yang akan menikah dengan Melati, perempuan yang masih sangat dicintai nya.
Plaakk...
"Hentikan perbuatan konyol mu! Apa kau sadar dengan yang telah kau lakukan, kau telah mempermalukan dirimu sendiri. Cepatlah ikut aku keluar." Melati menarik paksa tangan Rafael.
Mereka pergi ke luar gedung, Melati menghubungi Tuan Satria dan ajudan nya datang untuk menjemput Rafael. Aldino menenangkan Melati dan mengajaknya kembali ke dalam, tapi dia menolak dan meminta Aldino untuk meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Baiklah kau tunggu saja di mobil, aku akan berpamitan pada Mr Smith."
Melati menunggu di dalam mobil, kepala nya tiba-tiba pusing melihat tingkah mantan suami nya. Yang ternyata masih menyimpan perasaan untuknya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Mawar bersama mas Rafael. Mereka hidup satu atap tanpa rasa cinta, bagaimana nasib Catlea yang malang itu, batin Melati dengan memijat pangkal hidungnya.
Malam itu Mawar sedang berpesta dengan teman-teman nya, setelah mengetahui jika Rafael pergi menemui rekan bisnisnya. Catlea yang sedang sakit sedikit rewel dan susah ditinggal sendirian. Zahra sedang duduk di kamar Mawar, setelah Mawar memerintahkan Zahra untuk menjaga Catlea di kamar nya. Karena kelelahan Zahra terlelap di samping Lea yang tidur di dalam bok bayi.
Rafael berdiri dengan mata memerah dan sorot mata yang tajam. Dia menyipitkan kedua matanya menatap Zahra dengan serius. "Melati...." Ucap Rafael ditengah ketidak sadaran nya. Saat itu Rafael sedang dalam pengaruh minuman keras, dan melihat sosok Melati didalam diri Zahra. Rafael menangis dan bersimpuh dibawah kaki Zahra. Terlihat Zahra kebingungan dengan tingkah Tuan nya, dia berteriak memanggil Mbak Saroh. Tapi perempuan itu tidak menjawab panggilan Zahra. Karena rumah itu sangat besar, dan suaranya tidak akan sampai ke kamar Mbak Saroh.
"Tuan sadarlah, saya bukan Melati! Saya Zahra baby sitter anak Tuan!." Seru Zahra dengan wajah panik.
__ADS_1
Rafael terus memohon ampunan tanpa memperdulikan ucapan Zahra. Karena ketakutan melihat tingkah Tuan nya, Zahra melangkahkan kakinya pergi dari kamar itu. Tapi tindakan nya justru memancing amarah Rafael.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi Melati! Aku sudah meminta maaf padamu berkali-kali. Aku benar-benar menyesal dengan semua yang telah terjadi. Aku sangat merindukanmu Mel, kembalilah padaku." Ucap Rafael dengan menarik paksa tangan Zahra ke dalam pelukan nya.
Tubuh Zahra sudah berada didalam dekapan Rafael. Perempuan itu tidak bisa lepas dari tangan kekar Tuan nya. Terdengar suara Zahra yang berteriak meminta pertolongan, tapi tak ada seorang pun yang datang ke kamar Tuan nya.
"Tuan tolong lepaskan saya... Biarkan saya pergi Tuan...." Zahra terisak dalam ketakutan nya, tapi Rafael semakin mendekatkan tubuhnya, dalam pandangan mata Rafael hanya ada Melati yang berusaha meninggalkan nya.
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi Melati. Tidak akan ku biarkan kau menjadi milik lelaki lain, kau hanya boleh menjadi milikku." Rafael mencengkeram kedua lengan Zahra dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
...Berikan Like dan komentar yang membangun semangat author yuk, berikan Gift dan Vote nya kakak Terima kasih 😘💕...
__ADS_1
...Bersambung....