
Malam itu Melati kembali ke kontrakan nya, dia mengecup kening Aurelie yang sedang terlelap di jok belakang. Aldino menyunggingkan senyumnya, dan berpamitan pada Melati.
"Aku pulang dulu, jika ada sesuatu yang kau butuhkan hubungi aku saja." Jelas Aldino dengan mata penuh cinta, Aldino tidak pernah menyangka jika dia akan membuka hatinya kembali pada perempuan lain.
Setelah penghianatan yang dilakukan mantan istrinya, Aldino tidak pernah membuka hatinya untuk perempuan manapun. Dia hanya fokus bekerja dan menghidupi anak satu-satunya, Aldino tidak ingin jika anaknya kekurangan apapun dalam hidupnya. Hingga anaknya sendiri yang mendekatkan nya dengan Melati. Aldino mengemudikan mobilnya dengan membayangkan pertemuan pertama nya dengan perempuan yang telah merebut hatinya, dia tersenyum dengan menggelengkan kepala nya. Aldino tidak pernah menyangka pertemuan tidak sengaja itu, berlanjut hingga sekarang.
Sesampainya di rumahnya, nampak sebuah mobil terparkir di halaman rumah nya. Aldino menggendong anaknya seraya berjalan masuk le dalam rumah, terlihat seorang perempuan sedang duduk di sofa ruang tamu nya. Perempuan itu bangkit dari duduk nya, dia menyunggingkan senyumnya lalu berjalan menghampiri nya.
"Apa kabar mu mas, aku datang untuk melihat keadaan Aurelia." Ucapan yang terlontar dari mulut perempuan itu membuat Aldino naik pitam, lelaki itu melotot memandang nya dengan penuh amarah.
"Untuk apa kau datang ke rumah ku, bagi Aurelia kau sudah lama tiada. Dia tidak membutuhkan mu sama sekali, pergi dari rumah ini sekarang juga." Aldino berteriak lantang sehingga Aurelia terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Gadis kecil itu mengusap kedua matanya, dia menyipitkan kedua matanya.
"Siapa tante ini pa?." Tanya Aurelia penasaran.
"Bukan tante sayang, ini mama mu Aurelia. Sini peluk mama." Ucap Anya dengan melebarkan kedua tangan nya.
"Tutup mulutmu itu! Pergi dari rumahku sekarang juga, atau aku akan mengusir mu secara tidak hormat." Pekik Aldino membulatkan kedua matanya.
"Papa kenapa tante ini mengaku menjadi mama ku, bukankah mama Aurel sudah ada di surga. Siapa dia papa?." Pertanyaan Aurelia membuat Aldino semakin kesal, lelaki itu menghembuskan nafasnya panjang.
Aldino meminta Aurelia untuk masuk ke dalam kamarnya, lalu dia menyeret paksa mantan istrinya keluar dari rumahnya. Tapi Anya memberikan perlawanan, dia menghempaskan tangan Aldino dan kembali masuk ke dalam rumahnya. Anya berteriak kencang memanggil Aurelia.
__ADS_1
"Aurelia sayang... Ini mama mu nak. Mama masih hidup, dan mama sangat merindukan mu." Anya memandang ke segala arah, berharap Aurelia segera datang menemuinya.
Aldino semakin murka, dia memanggil security yang berjaga di depan rumahnya. Seorang security datang dan menarik paksa Anya keluar dari sana, Anya semakin marah dan mengancam Aldino.
"Jika kau tidak memberiku kesempatan untuk bertemu dengan Aurelia, aku akan menuntutmu secara hukum. Ingatlah perkataan ku ini Al, aku tidak akan main-main!." Seru Anya dengan menunjuk wajah Aldino.
Terlihat Aldino tersenyum miring, dia menggelengkan kepala nya dihadapan Anya.
"Apa kau sadar dengan ucapanmu barusan? Kau sudah membuang Aurelia disaat dia masih bayi, jika bukan karena Tuan Satria yang memberikan mu banyak uang, anak itu tidak akan pernah diketahui keberadaan nya. Kau bukan seorang ibu melainkan monster yang siap membuang anakmu sendiri hanya untuk kebebasan hidupmu, padahal saat itu kau bisa saja meninggalkan nya bersama ku, tapi kau memilih membuangnya, dan dengan uang kau menukar bayi mu sendiri. Tapi aku sangat bersyukur kau lebih memilih uang darioada menelantarkan Aurelia begitu saja. Jika kau ingun menuntut ku secara hukum lakukan saja, aku akan melihat sejauh mana kau bisa melakukan tindakan konyol itu." Aldino tersenyum angkuh dengan mendongakan kepala nya ke atas, membuat Anya bertambah kesal, dan akan membuktikan ucapan nya.
...Bersambung....
__ADS_1