
Lalu lintas mendadak macet, karena kecelakaan yang terjadi disana. Melati berteriak histeris begitu mengetahui mobil Rafael ringsek setelah menabrak pembatas jalan. Aldino menenangkan istrinya dan mendekapnya dalam pelukan nya.
"Sabar sayang, berhentilah menangis dan kuatkan hatimu. Kau harus memberitahu papa Satria, kita belum tau seperti apa kondisi Rafael saat ini. Aku akan menghubungi Ambulance dan juga bisa pihak kepolisian."
Tak lama setelah Aldino menghubungi polisi dan juga Ambulance. Beberapa petugas berseragam datang, dan mulai menutup jalan untuk sementara. Nampak Melati sangat hawatir karena ia belum mengetahui bagaimana kondiai Rafael di dalam mobil ringsek itu. Ambulance datang dengan petugas Rumah Sakit, dibantu tim polisi berusaha mengeluarkan Rafael. Proses penyelamatan sangat susah karena tubuh Rafael agak terjepit, tapi beruntunglah ia masih bernafas meski denyut nadi nya lemah. Tuan Satria datang ke TKP bersama anak buahnya, mereka ikut membantu mengeluarkan Rafael yang terjebak di mobil. Melati berurai air mata menghampiri Tuan Satria, ia menjelaskan kronologi kejadian sedemikian rupa.
"Sebenarnya papa sudah mengetahui semuanya, tapi papa mengurungkan niat untuk memberitahu nya. Papa tak ingin menambah penderitaan nya, karena istrinya sendiri yang berusaha menghancurkan kebahagiaan nya. Ternyata keputusan papa salah, seharusnya papa langsung meminta orang untuk menangkap Mawar. Dia benar-benar wanita jahat, berkali-kali ia menghancurkan hidup orang lain. Bahkan papa datang kesini tanpa memberitahu mama dan Zahra. Papa tak ingin menambah penderitaan mereka. Setelah ini kembalilah ke rumah duka, supaya mereka tak ada yang curiga. Dampingi mereka sampai proses pemakaman selesai. Setelah itu papa akan memberitahu pada mereka yang sebenarnya." Ucap Tuan Satria dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Papa... Meski aku dan mas Rafael sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku sudah menganggapnya seperti keluarga ku sendiri. Aku tak tega melihat nya hancur seperti ini. Sebagai kakaknya Mawar, aku ingin meminta maaf pada papa. Karena Mawar sudah menyusahkan hidup mas Rafael terus menerus." Melati tertunduk dengan berlinang air mata.
Tuan Satria memeluk Melati dan menyeka air mata nya. Dia meyakinkan Melati, jika dirinya tak perlu merasa bersalah atas semua kejahatan yang Mawar lakukan. Karena apa yang dilakukan Mawar saat itu sudah masuk dalam kategori kriminal, sehingga proses hukum harus ditegakkan. Aldino berniat mengajak Melati ke Rumah Sakit untuk mengetahui kondisi Rafael. Tapi Tuan Satria sudah memerintahkan mereka kembali ke rumah duka.
"Aldino, aku titipkan anak menantu dan istriku padamu. Hiburlah mereka supaya tak ada yang menyadari jika Rafael tak ada disana. Jika mereka menanyakan dimana keberadaan kami, katakanlah apa saja untuk membuat mereka percaya." Pinta Tuan Satria seraya masuk ke dalam Ambulance yang membawa putra nya.
"Bapak tau kan jika yang bersangkutan baru saja kehilangan bayinya. Dan salah satu penjahat yang bekerja sama dengan para penculik itu adalah istri pertamanya. Korban ingin mengejar istrinya yang melarikan diri menggunakan mobil di jalan tol ini. Tapi takdir berkata lain, saudara Rafael mengalami kecelakaan karena berusaha mengejar mobil yang istrinya kemudikan." Jelas Aldino dengan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Dan di tempat lain, Mawar sedang menepikan mobilnya di rest area yang tak jauh dari tempat kejadian. Mawar tertegun dengan pikiran yang kacau balau, setengah hatinya tak tenang karena takut dengan amarah Rafael. Karena sebelum ia meninggalkan rumah, Anya sudah terlebih dulu menelepon nya dan memberitahu jika Aldino dan juga Melati sudah mengetahui jika ia terlibat dalam penculikan Zahra. Meski Mawar sempat marah pada Anya, karena ia menceritakan segalanya pada mantan suaminya. Mawar tak bisa sepenuh menyalahkan Anya, dan ia memutuskan untuk segera melarikan diri dari kota itu. Apalagi Mawar juga tau jika Zahra sudah kehilangan calon bayinya, dan itu akan membuat Rafael dan juga mertuanya marah besar. Bisa-bisa nyawa Mawar terancam karena dihabisi oleh anak buah keluarga Hadinata.
Suara-suara pengunjung rest area mengalihkan perhatian Mawar. Mereka semua sedang membicarakan berita yang disiarkan secara Live di jalan tol tersebut. Terlihat di layar televisi ada sebuah kecelakaan beruntun di kilometer 15. Nampak sebuah mobil sedan berwarna putih ringsek dibagian depan. Kedua mata Mawar membulat sempurna, begitu mengetahui nopol mobil tersebut.
"Mas Rafael!." Seru Mawar dengan mata berkaca-kaca.
...Apa yang akan terjadi selanjutnya, tunggu update dariku ya all. Tolong berikan Gift dan Vote nya, jika tidak merepotkan terima kasih 😘💕...
__ADS_1
...Bersambung. ...