KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
DUKUNGAN TUAN SATRIA


__ADS_3

"Apakah benar kau berencana menikah dengan Aldino? Katakan yang sejujurnya pada papa, jika itu bisa membuat hidupmu kembali bahagia. Papa akan mendukung mu Mel."


Melati tercekat, dia menatap Tuan Satria dengan penuh keheranan.


"Darimana papa tau semua ini, apa mas Rafael yang mengatakan nya?."


"Tentu saja dia yang mengatakan nya, karena itulah tadi dia terbaring di IGD. Sepertinya Rafael benar-benar terguncang, hingga dia mengalami serangan jantung. Kalau kau ingin bayi itu tetap bersamamu, papa tidak keberatan Mel. Dan papa akan menjaga rahasia ini dari semua orang, yang terpenting papa tau jika kau dan calon cucu papa bahagia bersama. Dan kalau kau memang ingin melanjutkan hidupmu bersama Aldino, papa juga akan menyetujui nya. Aldino adalah seorang lelaki yang baik, mungkin jauh lebih baik dari putra ku sendiri. Aldino bangkit dan berjuang seorang diri, kedua orang tuanya adalah sahabat ku, ketika mereka mengalami kebangkrutan semuanya berubah hancur begitu saja. Aldino tidak hanya kehilangan harta bendanya, tapi kedua orang tuanya juga telah tiada. Papa yang menguatkan nya untuk terus menjalani hidupnya, dia adalah lelaki yang tangguh dan penuh tanggung jawab."

__ADS_1


"Tapi pa... Melati mengatakan semua itu hanya untuk membohongi maa Rafael saja. Melati belum pernah terpikirkan untuk menjalani hubungan semacam itu. Jujur saja Melati takut pa, lebih baik Melati menjalani semuanya sendiri. Biarlah maa Rafael menganggap ku hina sepertinya, yang terpenting untukku adalah bayi ini tetap aman bersamaku."


Aldino tertunduk sendu, dia tidak sengaja mendengar perkataan Melati. Tenyata Melati tidak benar-benar memikirkan ucapanku, padahal aku serius ingin memulai hidup baru bersamanya, batin Aldino didalam hatinya.


"Papa boleh tidak Aurel menemui ibu peri?."


"Nanti saja ya sayang, lihat opa baik sedang berbicara dengan ibu peri mu. Mari kita jalan-jalan di taman depan." Ajak Aldino dengan menggendong Aurelia.

__ADS_1


"Kau lihat dia Mel? Dia sudah mendengar semua perkataan mu, pasti saat ini dia sedang terluka. Pikirkan sekali lagi ucapan papa Mel, lanjutkan hidupmu dan menikah lah dengan Aldino. Supaya bayi itu memiliki orang tua yang lengkap setelah dia lahir, dan Rafael tidak akan pernah curiga mengenai bayi yang kau kandung. Apalagi saat ini Mawar sedang sakit keras, entah dia bisa menjaga kandungan nya dengan baik atau tidak. Karena jika sampai sesuatu terjadi, pasti mama mu akan mencari tau tentang bayi yang kau kandung, selagi mereka tidak menyadari apa yanh sebenarnya. Bukankah lebih baik kau menikah lagi Mel?." Tuan Satria terus meyakinkan Melati, tapi Melati hanya diam dengan berlinang air mata.


"Papa terima kasih sudah selalu mendukung Melati, bahkan papa selalu ada di saat kedua orang tua ku tidak ada. Hanya papa yang mengerti duka ku. Dan bisakah Melati meminta satu hal lagi pa." Ucap Melati sesegukan.


Ternyata Melati meminta Tuan Satria untuk membawa Mawar ke Dokter yang lebih berpengalaman, dia sangat mencemaskan Mawar dan juga bayi yang ada di dalam kandungan nya.


"Meski Mawar begitu menyakiti Melati, bayi yang ada didalam kandungan nya tidak bersalah pa. Jangan sampai kalian kehilangan keduanya, karena gagal ginjal bukanlah sakit biasa pa. Pengobatan nya benar-benar rumit, tidak semua orang bisa menyumbangkan ginjal untuknya." Pinta Melati memohon pada Tuan Satria.

__ADS_1


"Hatimu benar-benar tulus Mel, kau memang benar bayi yang dikandung Mawar tidak berdosa. Dan bayi itu juga cucu papa, pasti papa akan melakukan apapun untuk menyelamatkan bayi itu. Kau tidak perlu risau, jagalah kandungan mu dengan baik. Kembalilah ke kota mu tinggal, anggap saja kau tidak pernah bertemu dengan Rafael. Mulai hari-harimu dengan ingatan baru tanpa mengingat masa lalumu, sekarang pergilah temui Aldino. Katakan apa yang ada didalam hatimu, jangan buat dia salah paham dengan perkataan mu tadi." Tuan Satria menyunggingkan senyumnya, dia berjalan bersama Melati ke taman untuk menemui Aldino dan anaknya.


...Bersambung....


__ADS_2