KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
TIPU DAYA (RENCANA MEREBUT AURELIA)


__ADS_3

Pagi itu Anya meminta sejumlah uang pada Justin, karena dia ingin menyewa pengacara, untuk merebut hak asuh atas Aurelia. Justin menolak memberikan uang pada Anya, hingga perempuan itu marah dan memaki Justin dengan kata-kata kasar.


"Bukannya aku tidak mau memberikan mu uang, tapi kau menggunakan uang itu hanya untuk menyakiti hati gadis kecil itu. Biar saja dia bersama papa nya, terima saja bagian warisan yang diberikan untukmu. Beritau mantan suamimu jika kau ingin mengajak Aurelia menemui pengacara orang tua mu, karena akan ada pembagian harta untuk anaknya." Tegas Justin dengan berkacak pinggang


"Tidak! Aku tidak akan melakukan hal bodoh macam itu, kau turuti saja mau ku. Setelah itu aku akan mendapatkan banyak uang, kau pun tidak perlu repot-repot memberiku uang. Ayolah Honey... Berikan aku uang untuk menyewa pengacara." Bujuk Anya dengan bermanja-manja pada Justin.


Justin pun tetap pada pendirian nya, dia tidak mau memberikan uang itu pada Anya. Hingga Anya merencanakan sesuatu, Anya tau jika hati Justin sangat lembut. Dia berlagak seakan merindukan Aurelia, tiba-tiba Anya menangis dihadapan Justin. Anya bersandiwara untuk memperdaya Justin, supaya lelaki itu mau memberikan uang.


"Justin sebenarnya aku sangat merindukan Aurelia, tapi mantan suami ku tidak memberiku waktu untuk bersama Aurelia. Dia bahkan menceritakan kebohongan pada anakku yang masih kecil itu, dia mengatakan pada Aurelia jika mama nya sudah tiada. Sehingga Aurelia tidak percaya jika aku adalah mama nya, jika memang aku di anggap salah baiklah memang aku bersalah. Tapi kenapa dia mengatakan semua kebohongan itu, dan aku tidak di ijinkan untuk mendekati anak ku sendiri. Apa kau tega padaku Honey? Please I just want to be with Aurelia for a few days." Anya bersandiwara dengan meneteskan air mata palsu nya.

__ADS_1


"No... Honey, please dont cry! Baiklah aku akan memberikan uang itu padamu, asal kau berjanji tidak akan mengambil bagian warisan anakmu. Jika kau memang ingin bersamanya selama beberapa hari, itu bukanlah sebuah masalah yang besar bagiku." Lalu Justin menekan ponsel nya, dia mentransfer sejumlah uang ke rekening Anya.


Yes! Aku berhasil mengelabui nya, sekarang aku akan menyewa pengacara untuk merebut hak asuh Aurelia, setelah aku mendapatkan hak asuhnya. Hak atas warisan itu akan menjadi milikku, karena aku lah yang lebih berhak mendapatkan warisan dari kedua orang tua ku, batin Anya dengan tersenyum licik.


*********


"Aurel sayang... Apa kau sedang sakit, kenapa kau cemberut seperti itu tuan putri kecil papa?."


"Papa... Apakah benar tante semalam adalah mama Aurel? Semalam Aurel mendengarnya mengatakan semua itu, tante itu bilang papa bohong sama Aurel." Mata gadis kecil itu berkaca-kaca, bibir mungilnya mengerucut menahan air mata.

__ADS_1


Sontak saja Aldino menghentikan laju mobilnya di tepi jalan, dia mengusap air mata yang tiba-tiba membasahi wajah lugu anaknya.


"Aurel sayang... Apa Aurel lupa dengan apa yang sudah papa jelaskan. Mau mama Aurel di surga atau tidak, dia tidak akan pernah ada lagi bersama kita. Mama mu sudah lama pergi, dan dia tidak akan bisa bersamamu. Katakan pada papa, apa kau menginginkan tante itu untuk menjadi mama mu?." Tanya Aldino dengan mengusap rambut Aurelia.


Perlahan Aurelia menggelengkan kepalanya, gadis kecil itu meraih ponsel papa nya. Dia menunjukkan foto nya bersama seorang perempuan.


"Aurel ingin punya mama seperti ibu peri pa... Ibu peri sangat sayang padaku, dan tante itu dia pemarah. Aku tidak suka dengan nya, dia terus meneriaki papa, Aurel tidak mau punya mama seperti dia." Jawab Aurelia membuat Aldino menyunggingkan senyumnya.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2