
"Apa yang kau katakan Al, aku tau kau hanya bergurau saja kan. Mari kita kembali ke hotel, bukankah besok kita harus kembali ke Semarang?." Melati menyunggingkan senyumnya seraya melangkahkan kakinya kembali.
"Tunggu! Kali ini aku serius Mel, aku tidak ingin kau melahirkan bayimu seorang diri. Biar bayi itu merasakan kasih sayang dari seorang Ayah, dan aku siap memberikan nya. Apa kau tidak mau menjadi mama pengganti untuk Aurel, jawab aku Mel!." Aldino menatap wajah Melati yang terlihat terkejut dengan pengakuan lelaki itu.
Melati menghembuskan nafas nya panjang, dia menyunggingkan senyumnya pada Aldino.
"Tolong beri aku sedikit waktu untuk memikirkan nya, setelah penghianatan yang dilakukan mantan suami ku dengan adik kembarku. Hatiku belum sepenuhnya sembuh, aku tidak ingin bayangan masa lalu itu terus menghantui ku. Karena itu akan berakibat buruk padamu, jika kita memiliki hubungan yang lebih. Sebelum aku selesai dengan masa laluku, aku belum bisa melanjutkan hidupku. Aku mengatakan ini bukan karena aku masih memiliki perasaan pada mantan suami ku, aku hanya tidak ingin menyakiti mu. Bisakah kau memberiku waktu untuk menyembuhkan luka batinku Al?." Tanya Melati dengan wajah sendu.
Aldino tersenyum seraya menggenggam jemari tangan Melati. "Tentu Mel, aku akan memberikan mu waktu. Tidak hanya sedikit, tapi berapapun banyak waktu yang kau butuhkan, aku bersedia untuk menunggu mu siap menerima ku." Aurel menatap kedua orang dewasa yang sedang berbicara serius tanpa memandang dirinya.
"Papa... Ayo kita pulang, Aurel ingin tidur dan dibacakan dongeng." Pinta gadis kecil itu dengan mengerucutkan bibir mungil nya.
__ADS_1
Disaat mereka berjalan ke arah parkiran mobil, salah satu anak buah Tuan Satria melihat Melati. Dan sesuai perintah Tuan besarnya, mereka datang menghampiri Melati, dan menyampaikan pesan dari Tuan Satria.
"Selamat malam Nyonya, kami diperintahkan Tuan Satria untuk memberikan undangan makan malam di Hotel tempat nya menginap, ada yang ingin Tuan bicarakan dengan Nyonya." Jelas salah satu ajudan Tuan Satria.
Aldino mengerutkan keningnya dan bertanya siapa mereka semua, dan setelah mengetahui jika mereka adalah utusan Tuan Satria, Aldino hanya terdiam dan menyerahkan keputusan itu pada Melati.
"Baiklah katakan pada Papa, aku akan menemui nya. Tapi tidak di Hotel itu, kita akan bertemu di dekat alun-alun kota saja."
Bagaimana kondisi Mawar saat ini, aku belum sempat mengetahui apa-apa, lebih baik aku menghubungi Mbak Saroh dan bertanya padanya, batin Melati seraya mengirimkan pesan singkat.
Akhirnya Melati tertidur karena menunggu balasan pesan dari Mbak Saroh. Hingga pagi pun tiba, Melati merapikan semua barang-barang nya. Karena malam nanti mereka semua akan kembali ke Semarang, setelah bertemu dengan Tuan Satria.
__ADS_1
Dret dret dret...
Pesan masuk dari Mbak Saroh, yang memberi tau, jika kondisi Mawar kembali menurun. Setelah semalaman terjaga menunggu kedatangan Rafael, tapi lelaki itu belum datang menjenguk Mawar. Dan saat ini Dokter sedang memeriksa kondisi Mawar, dan memberikan suntikan supaya dia dapat memejamkan matanya.
"Astaghfirullah Mawar. Kenapa kau terus menyiksa diri seperti itu, harusnya kau tau, lelaki yang kau harapkan untuk mencintaimu, dia tidak akan bisa memberikan cinta nya padamu. Harusnya kau menjaga kandungan mu dengan baik, daripada menunggu kedatangan nya." Gumam Melati dengan wajah sendu.
Lalu Melati mengatakan pada Mbak Saroh, jika dia akan datang untuk menjenguk adik kembarnya. Dengan cepat Mbak Saroh membalas pesan Melati, dan meminta nya untuk tidak datang ke Rumah Sakit. Karena sebentar lagi Rafael akan datang kesana untuk menemui Dokter, karena Dokter akan menjelaskan Diagnosa penyakit yang diderita Mawar.
...Terus dukung Author yuk, berikan Like dan komentarnya, jika berkenan memberi Gift dan Vote nya Terima kasih sekali 🤗❤...
...Bersambung. ...
__ADS_1