KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
SELAMAT TINGGAL


__ADS_3

Zahra mendongakan kepalanya ke atas, ia menatap wajah sendu Rafael. Keduanya saling menatap satu sama lain. Hingga panggilan Dokter Debora menyadarkan keduanya, jika Tuan Satria sudah menunggu di luar. Mereka akan segera mengebumikan jenazah bayi yang diberi nama Aprilio, karena ia meninggal di bulan April. Rafael bertanya pada Dokter Debora tentang kondisi kesehatan Zahra. Karena Zahra memaksa untuk melihat jenazah bayinya, dan Dokter Debora memberikan ijin supaya Zahra bisa ikut mengurus jenazah bayinya.


"Tapi jika kondisinya kembali menurun kalian bisa menghubungi ku, aku akan datang untuk memeriksa nya." Jelas sang Dokter dengan wibawa nya.


Rafael memapah Zahra berjalan ke lobby Rumah Sakit. Jenazah bayi mereka ada di dalam Ambulance, Zahra meminta Rafael untuk membawanya ke Ambulance karena Zahra ingin bersama jenazah bayinya di detik-detik terakhir. Rafael yang larut dalam kesedihan Zahra ikut duduk bersama di dalam Ambulance.


"Maafkan aku tak bisa menjaga Aprilio dengan baik. Lihatlah tubuh mungilnya, mungkin beberapa bulan lagi ia bisa tumbuh besar jika kejadian buruk ini tak menimpa kalian."


"Tak perlu meminta maaf Tuan.Semuanya sudah terjadi atas kehendak yang Kuasa. Yang terpenting adalah keadilan untuk bayi malang ini." Zahra terisak dengan memandang wajah pucat bayi mungilnya.


Rafael menggenggam tangan Zahra, ia mendekap wanita itu dalam pelukan nya. Mereka saling menguatkan karena rasa kehilangan yang sangat besar.

__ADS_1


Ambulance sampai di rumah duka, banyak kerabat dan rekan bisnis yang datang. Melati bersama Aldino menghampiri Zahra dan Rafael, keduanya sedang duduk di depan peti jenazah.


"Zahra kami turut berdukacita ya, semoga kamu bisa ikhlas menerima cobaan ini." Ucap Melati seraya memeluk Zahra.


Aldino pun menyampaikan ucapan duka nya pada Rafael. Tanpa di duga Rafael menumpahkan kesedihan nya di hadapan Aldino. Ia merasa apa yang terjadi padanya adalah karma, dari perbuatan nya di masa lalu.


"Dulu aku menelantarkan Melati dan juga putra ku. Aku mengira dia hamil di luar nikah, sehingga aku tak memperdulikan nasib darah daging ku sendiri. Padahal seharusnya aku tau jika Melati tak mungkin melakukan perbuatan tercela." Rafael berurai air mata merasa bersalah atas semuanya.


Rafael membulatkan kedua matanya, ia meremas tangan nya dengan nafas yang berderu kencanh.


"Kurang ajar! Kali ini aku akan benar-benar melenyapkan Mawar dengan tanganku sendiri!." Seru Rafael seraya melangkahkan kaki nya pergi.

__ADS_1


Dengan amarah yang menguasai dirinya, Rafael mengemudikan mobilnya dengan kencang. Hanya satu tujuannya, ingin segera bertemu dengan Mawar dan memberinya pelajaran. Tapi begitu sampai di rumah, terlihat rumah itu sudah kosong Mobil yang ada di dalam garasi pun tak ada, itu tanda nya Mawar sedang tidak berada di rumah. Rafael membanting pintu mobilnya, pembantu sebelah rumah memberitahu Rafael jika Mawar baru saja pergi beberapa menit yang lalu.


"Jika Tuan mencarinya mungkin mobilnya belum jauh." Ucap pembantu itu.


Tanpa basa-basi Rafael kembali memacu kecepatan mobilnya. Dari kejauhan Aldino bersama Melati berusaha mengejar mobil yang dikemudikan Rafael. Mobil itu terlihat ngebut dengan kecepatan tinggi, dengan panik Melati berusaha menghubungi Rafael melalui panggilan telepon. Tapi Rafael tak memperdulikan ponsel yang terus-menerus berdering. Satu fokusnya untuk mengejar mobil yang dikemudikan Mawar.


Aku bersumpah akan melenyapkan mu dengan tanganku sendiri Mawar. Aku harus menemukan mu sekarang juga! Gumam Rafael dengan sebelah tangan yang mengepal.


Dari kejauhan Rafael mengenali plat mobil Mawar. Mobil itu berada di sebuah pom bensin, dengan segera Rafael memacu kecepatan supaya bisa menghentikan Mawar. Tapi diluar dugaan, Mawar melihat mobil Rafael sedang menuju ke arahnya. Mawar bergegas meninggalkan tempat itu, ia masuk ke jalan tol supaya bisa melarikan diri dari kejaran Rafael. Tapi Rafael terus membuntuti nya, dengan kecepatan yang tinggi. Aldino dan Melati semakin hawatir melihat cara memgemudi Rafael yang tak terkendali, mobilnya terus menyalip kendaraan besar yang menghalangi jalan nya. Dari kejauhan ada sebuah bus pariwisata yang sama-sama dalam kecepatan tinggi. Rafael merasa sangat kesal karena ia mulai tertinggal jauh dari mobil yang dikemudikan Mawar. Dia membanting stir ke kanan dengan tiba-tiba, dan sebuah truk yang ada di sisi kanannya membentur badan mobilnya. Rafael tak mampu mengendalikan mobil, lalu mobil itu terpelanting zig-zag dan berputar arah. Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan, benturan keras dengan pembatas jalan, membuat mobil yang dikemudikan Rafael ringsek di bagian depannya.


...Terus dukung author yuk, tolong berikan dukungan dengan memberikan Gift atau Vote nya. Terima kasih 😘💕...

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2