KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
UCAPAN PEDAS YANG MENJALAR


__ADS_3

Pagi itu di Rumah Sakit, Rafael sedang melihat bayi perempuan nya dari balik kaca. Wajahnya sendu matanya berkaca-kaca, Rafael tidak tau harus berbuat apa untuk membuat kondisi bayi nya normal seperti bayi lainnya. Tuan Satria mendekati Putra nya itu dan merangkul nya.


"Semua akan baik-baik saja, kita akan melakukan segala cara supaya bayi itu dapat tumbuh dengan baik. Meski dia memiliki kekurangan, kita akan selalu mendukung nya. Pengobatan sekarang sudah banyak yang moderen, mungkin kita bisa menyembuhkan nya." Papa nya berusaha menghibur Rafael supaya tidak larut dalam kesedihan.


"Pengobatan apa pa? Bayi Rafa itu cacat pa! Dia memiliki kelainan pada organ tubuhnya, dan kemungkinan ada kecacatan pula di tubuh luarnya. Atau bahkan dengan perilakunya, kita tidak tau apa-apa pa! Kenapa... Kenapa harus Rafael yang mengalaminya pa!." Seru Rafael dengan lantangnya.


"Kau tidak boleh putus asa seperti itu Rafa! Bagaimanapun bayi itu adalah anakmu, kau harus menerima keadaannya apapun yang terjadi. Jangan putus harapan terhadapnya, Tuhan pasti sudah merencanakan sesuatu yang baik untuknya."

__ADS_1


Nyonya Silvia mendengar pembicaraan mereka, dia ikut menanggapi apa yang Rafael takutkan. Nyonya Silvia tetaplah Nyonya Silvia, dia selalu mengatakan kata-kata pedasnya. Apalagi jika dia tidak menyukai sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya, dia akan langsung melontarkan apa yang ada didalam pikirannya.


"Apa papa tidak malu memiliki cucu cacat seperti itu? Rafael benar pa, tidak akan mudah untuk mita menerima dan menjalani semuanya. Apa yang akan dikatakan semua orang tentang keluarga besar kita! Kita adalah keluarga terpandang, dan memiliki nama besat di kota ini. Semua orang selalu membicarakan dan mencari tau info apapun tentang keluarga kita. Dan jika publik sampai tau tentang bayi yang dilahirkan istri Rafael adalah cacat, itu akan sangat mencoreng nama baik kita Pa." Ucap Nyonya Silvia mendengus kesal.


Nampak Rafael meremas kedua tangannya, matanya membulat dengan sempurna. Dia sedang menahan amarah ketika mendengar perkataan perempuan yang telah melahirkan nya.


Rafael membalikan tubuhnya meninggalkan mama nya, yang terkejut dengan ucapan Rafael. Tidak berselang lama, Nyonya Silvia sadar jika Putra nya sedang sangat marah padanya. Dia berusaha mengejar Rafael, tapi Tuan Satria menahan nya.

__ADS_1


"Sudah ma! Cukup jangan menyakiti perasaan siapapun lagi. Kau tidak pernah menjaga perasaan orang lain, aku pikir kau seperti itu karena membenci Melati. Nyatanya dengan cucumu sendiri, darah daging dari putra kesayangan mu, kau sanggup melontarkan kata-kata sekejam itu. Bayi itu baru berusia dua hari dan belum memiliki nama, bahkan ibunya sedang berjuang di antara hidup dan mati. Tapi kau dengan tega nya berpikiran semua sejahat itu, aku benar-benar kecewa padamu Silvia!." Tuan Satria melangkahkan kakinya meninggalkan Nyonya Silvia yang tertunduk diam setelah kepergian anak dan suaminya.


Seorang perawat mencari Rafael, dan memberitahu jika terjadi infeksi di dalam rahim Mawar. Dan harus dilakukan pengangkatan rahim dari dalam tubuhnya, jika tidak infeksi itu akan menjalar ke organ tubuh lainnya. Bahkan ginjal Mawar juga harus di operasi saat itu juga.


...Berikan Like dan komentar nya ya kak, supaya author semakin semangat. Dan jika berkenan berikan Gift atau Vote nya Terima kasih 😘💕...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2