KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
BERAKHIR DI MEJA HIJAU


__ADS_3

"Are you serious? Aku tak percaya dengan ucapanmu, mana mungkin hanya pengacara itu saja yang mau menangani kasus ku. Rupanya kau sudah berpihak pada mereka, dan membuat adikmu terkurung di dalam penjara!." Seru Steven dengan menunjuk wajah sang kakak.


Daryl menyunggingkan senyumnya, ia menjelaskan pada Steven jika dirinya tak pernah membela siapapun. Karena baginya keadilan dan kejujuranlah yang terpenting, dan Daryl meminta Steven untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Aku tak tau seperti apa kebenarannya, karena itu lah terbukalah Stev. Katakan yang sebenarnya jika kau memang terlibat dalam kasus penculikan itu. Jika kau bersikeras tak terlibat, itu hanya akan memperlama masa hukuman mu."


"Baiklah, jadi kau yakin kalau aku terlibat? Ya memang, aku yang meminta semua anak buahku untuk menyekap wanita itu. Tapi salahnya sendiri melarikan diri, dan masuk ke dalam tower air. Wanita itu keguguran karena ulahnya sendiri, jadi jangan salahkan aku untuk hal itu!." Steven mendengus kesal seraya memalingkan wajahnya.


"Tentu saja kau bersalah Stev! Jika kau tak menculiknya, wanita itu tak akan pernah bersembunyi di dalam tower air dan membuatnya keguguran."


"Persetan dengan wanita sialan itu! Jika aku sampai mendekam disini, aku akan kembali membalaskan dendam pada keluarga mereka." Teriak Steven lantang.

__ADS_1


Mawar sedang di gelandang polisi menuju ke sel tahanan nya. Dia melangkahkan kakinya melewati sel Steven, lalu Mawar menghentikan langkahnya dengan tersenyum miring.


"Kau pantas membusuk di penjara! Kau tak bisa mengancamku lagi, putri ku akan aman bersama keluarga nya. Dan jangan pernah kau bermimpi merebutnya!." Pekik Mawar dengan sorot mata angkuh.


Steven membulatkan kedua matanya, jantung nya berdetak sangat kencang menahan amarah. Setelah kepergian Mawar, Daryl meminta Steven untuk tenang dan tak membuat masalah lagi.


Beberapa hari kemudian hakim memutuskan jika Steven terbukti bersalah. Keterlibatan nya terbukti dengan rekaman cctv yang ada di Rumah Sakit saat ia menculik Zahra. Hoodie yang menutupi wajahnya sedikit terbuka, dan membuktikan jika ia memang bersalah. Dengan begitu Steven dinyatakan bersalah dan divonis selama tujuh tahun penjara.


"Lihat saja aku akan kembali membalaskan kekalahan hari ini. Aku tak terima di penjara begitu saja, dan kau Daryl, ingatlah baik-baik hari dimana aku terbebas nanti. Itu akan menjadi hari terakhirmu menikmati semua kekayaan mu!." Seru Steven seraya berjalan dengan tangan terborgol.


"Terima kasih sudah bersikap adil, aku tau ini berat untukmu. Karena setelah hari ini kau dan adikmu menjadi bermusuhan." Rafael merasa tak enak dengan Daryl, hingga ia mengucapkan permintaan maaf.

__ADS_1


"Jangan membuat ku semakin malu lagi, apa yang dilakukan adikku memang tak pantas. Dan ia harus membayar apa yang telah ia lakukan. Terima kasih sudah menjaga dan merawat Catlea, seharusnya itu menjadi tanggung jawab ku sebagai paman nya. Tapi aku tak mau merebut hak itu darimu, dan bolehkah aku menemuinya sesekali?."


Rafael menganggukan kepala seraya menyunggingkan senyumnya. Lalu mereka bersama-sama menemui Catlea di rumah besar keluarga Hadinata. Nampak semua orang sedang berkumpul dengan senyum bahagia. Keadilan untuk mendiang Aprilio sudah terlaksana, Zahra tersenyum seraya berjalan menghampiri Rafael dan memeluknya. Kedekatan keduanya membuat semua keluarga lega, semua berharap jika Rafael dan Zahra bisa menjadi pasangan suami istri yang bahagia. Catlea menghambur ke pelukan papa nya, lalu Rafael mengenalkan Daryl sebagai keluarga nya.


"Catlea sayang, dia adalah uncle Daryl. Beri salam padanya baby." Ucap Rafael memperkenalkan Catlea pada Daryl.


Gadis kecil itu kesusahan menyebutkan nama Daryl, karena Catlea masih harus banyak belajar mengucapkan sesuatu. Daryl yang memahami jika keponakan nya kesusahan berbicara, langsung memeluk nya.


"You can call me uncle D, Ok?." Jelas Daryl dengan mengecup kening Catlea.


"Uncle D...." Ucap Catlea dengan susah payah.

__ADS_1


Daryl terharu memandang wajah lugu Catlea, ia tak pernah menyangka mempunyai seorang keponakan sebesar Catlea. Dan mulai hari itu, Daryl ingin mengenalkan sang keponakan pada anaknya yang masih berusia beberapa bulan. Rafael pun tak mempermasalahkan jika sekali tempo Daryl membawa Catlea bertemu dengan keluarga Dixon yang lainnya.


...Bersambung....


__ADS_2