
Setelah keributan di Rumah Sakit itu, ibu Mawar tidak pernah lagi mengunjungi nya. Bahkan sampai Mawar dan anaknya dibawa pulang ke rumah. Ibu nya dipenuhi rasa bersalah, dan memilih menghindar karena tidak mau terjebak dengan belas kasihnya pada Mawar. Karena itu tidak akan adil untuk anaknya yang lain.
Hari demi hari Mawar lalui seorang diri, dia sama sekali enggan menyentuh Catlea bayi perempuan nya. Catlea di asuh oleh seorang baby sitter yang bernama Azzahra. Zahra mengurus Catlea dengan telaten, hingga bayi yang tidak sempurna itu mulai mengalami peningkatan dalam tumbuh kembang nya.
Rafael selalu sibuk mengurusi pekerjaan nya. Dia jarang berada di rumah, hanya ketika malam hari saja Rafael memilih tidur di kamar lain, bersama bayi nya Catlea. Mawar yang merasa seorang diri dan tidak diperdulikan lagi sangat frustasi. Dia mulai mengkonsumsi obat-obatan terlarang, pergi ke diskotik setiap malamnya. Nyonya Silvia yang mengetahui perubahan sifat Mawar, mendesak Rafael untuk menceraikan nya. Karena Rafael terikat janji pada mendiang ayah mertua nya, dia tidak bisa menceraikan Mawar begitu saja. Karena itulah selama ini Rafael tidak pernah menghiraukan keberadaan Mawar.
"Sudahlah ma, Rafael hanya ingin hidup tenang bersama Catlea. Setelah beberapa tahun lagi, Rafa akan membawa Catlea berobat keluar negeri dan menetap disana. Biarlah Mawar memiliki status sebagai istriku, karena hanya itu saja yang dia punya saat ini. Anggap saja itu sebagai penebus karena dia telah memberikan Rafa anak secantik Catlea." Jelas Rafael seraya mendekap bayinya.
__ADS_1
Meskipun cacat dan tidak sempurna, Rafael begitu menyayangi Catlea. Dia sudah bisa menerima keadaan bayi nya, dan berdamai dengan keadaan. Meski Nyonya Silvia malu memiliki cucu seperti itu, dia tidak dapat menunjukkan kebencian nya. Karena takut jika suami dan anaknya marah pada dirinya.
********
Di tempat lain, Melati baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Karena kelahiran yang lebih cepat dari perkiraan, Melati dan Aldino menunda resepsi pernikahan nya. Alvino Putra Perkasa nama yang diberikan Melati untuk buah hati nya. Tuan Satria yang mendapatkan kabar tentang kelahiran cucu laki-laki nya terlihat sangat bahagia, dia bergegas ingin ke Semarang untuk melihat cucu nya. Nyonya Silvia mengernyit mendengar suaminya ingin pergi ke luar kota dengan pesawat pribadinya.
Ke Semarang? Melihat cucu? Cucu yang mana maksudnya? Apa jangan-jangan selama ini papa memiliki istri lain, dan sekarang anaknya sudah memberikan nya cucu? Tidak! Aku tidak akan bisa menerima semua nya jika itu benar, lebih baik aku mencari tau kebenarannya. Batin Nyonya Silvia resah didalam hati nya.
__ADS_1
Tuan Satria berpamitan pada istrinya, jika dia akan bertemu dengan sahabat lamanya. Nampak Nyonya Silvia hanya terdiam tanpa merespon ucapan suaminya, dia sedang merencanakan sesuatu untuk membuntuti Tuan Satria.
Setelah Tuan Satria meninggalkan rumahnya, Nyonya Silvia bergegas pergi dengan pesawat yang sengaja di booking untuk dirinya sendiri. Karena jika dia menggunakan pesawat pribadinya, suaminya akan mengetahui jika dia sedang diikuti.
Mereka melakukan penerbangan di jam yang sama, dengan pesawat yang berbeda. Sesampainya di tempat tujuan, Tuan Satria menggunakan mobil jemputan yang sudah menunggu nya di landasan pacu. Nampak Nyonya Silvia kalang kabut, hawatir jika dirinya akan kehilangan jejak suaminya. Namun Nyonya Silvia menggunakan kecerdasaan nya, sebelum Tuan Satria pergi dari rumah, Nyonya Silvia berhasil memasang ditektor yang dipasang di ponsel suaminya. Sehingga dia tidak akan kehilangan jejak suaminya.
...Bersambung. ...
__ADS_1