KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
APA YANG HARUS MELATI LAKUKAN?


__ADS_3

Jam sekolah Aurelia sudah selesai, gadis kecil itu sedang menunggu Melati menyelesaikan pekerjaannya. Dan di luar sekolah nya ada Anya yang ingin bertemu dengan Aurelia, tapi dia tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Karena hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan masuk, seperti orang tua siswa. Anya membuat kegaduhan di luar, dia memaki seorang security dan mengaku sebagai mama dari salah satu siswa.


"Saya datang kesini untuk menjemput putri saya, tolong buka pintu pagar nya!." Seru Anya dengan lantang.


"Tapi maaf bu, ini adalah kebijakan dari yayasan. Saya tidak bisa membiarkan sembarang orang masuk ke dalam, lagipula saya tidak pernah melihat ibu sebelum nya." Jelas Security itu.


Tidak berselang lama, Aldino datang untuk mengajak Melati dan Aurelia makan siang bersama, Aldino merasa tidak enak setelah mendiamkan pesan dari Melati. Dan sesampainya disana, Aldino membulatkan kedua matanya dengan penuh amarah. Dia keluar dari mobilnya membanting pintu mobil, sontak saja Anya terkejut dan memalingkan wajahnya menatap Aldino dengan mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau lakukan disini! Pergi dari sini sekarang juga." Bentak Aldino dengan berkacak pinggang.


"Aku disini untuk menemui anakku, dan kau tidak berhak melarang ku." Pekik Anya dengan angkuh.


"Sejak kau berniat membuangnya, kau tidak memiliki hak sama sekali atas Aurelia. Buat nya kau sudah lama tiada, jadi jangan pernah datang untuk mencarinya lagi. Pergi dari sini sebelum aku kehabisan kesabaranku." Teriak Aldino lantang mengusir Anya.

__ADS_1


Setelah keributan yang terjadi disana, banyak pengguna jalan yang berhenti dan menonton keributan mereka. Karena tidak ingin semakin dipermalukan dengan perkataan Aldino, Anya terpaksa mengalah dan pergi sebelum menemui Aurelia.


"Tolong ya pak, lain kali jangan biarkan perempuan itu datang kesini. Apalagi sampai dia bertemu dengan Aurelia, jika dia sampai berbuat nekat. Bapak bisa menghubungi saya langsung." Jelasnya seraya memberikan kartu nama nya.


Mendengar keributan di luar, beberapa guru keluar dan mengetahui kegaduhan itu. Melati sedang berjalan bersama Aurelia terheran-heran, di depan pagar itu banyak sekali orang-orang yang berkerumun.


"Loh Al. Kau disini? Ada apa?." Tanya Melati dengan memandang ke segala arah.


Melati mengernyit berusaha menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi, dia melangkahkan kakinya dengan memandang wajah Aldino. Ketika Melati akan membuka pintu mobil, Aldino membisikan sesuatu di telinga nya.


"Semua ini terjadi karena perempuan yang tanyakan di pesan singkat tadi, nanti aku akan menjelaskan semuanya." Bisik Aldino lalu masuk ke dalam mobil.


Oh jadi keributan di luar tadi karena mantan istri nya datang kesini, apa sebenarnya tujuan perempuan itu. Setelah lama menghilang dia datang kembali mencari Aurelia, apa dia sudah merasa bersalah karena menelantarkan anaknya, batin Melati didalam hati nya.

__ADS_1


Aldino menolehkan kepala nya, memandang Melati yang terdiam.


"Kau tidak perlu heran kenapa tiba-tiba dia datang kembali, aku sangat mengenal perempuan macam apa dia. Di hidup nya hanya ada uang dan kekayaan saja, mungkin dia sedang mengincar itu dari Aurelia." Celetuk Aldino mengejutkan Melati.


Kenapa dia bisa membaca pikiran ku, padahal aku tidak mengatakan apapun, batin Melati dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Perlahan aku mulai bisa memahami mu, jadi kau tidak usah heran kalau aku mengetahui apa yang sedang kau pikirkan. Akan ku jelaskan semua yang ingin kau ketahui, karena aku sudah merasa nyaman bersama mu." Ucapan Aldino kembali mengejutkan Melati, setengah hati nya berdetak tidak karuan. Seperti ada perasaan lain didalam hati nya, Melati hanya menyunggingkan senyumnya membalas ucapan Aldino.


Tiba-tiba ponsel di dalam tas nya bergetar, ada panggilan masuk dari ibu nya. Melati segera menerima panggilan telepon itu, terdengar suara ibu nya yang menangis sesegukan. Sang ibu baru saja mendengar kabar tentang penyakit yang ada didalam diri Mawar, dan perempuan itu tak kuasa menahan kesedihan nya.


"Mel adikmu... Dia terkena gagal ginjal Mel... Apa yang harus ibu lakukan... Saat ini dia sedang mengandung, ibu sangat mencemaskan kondisinya... Bantu ibu Mel, apa yang harus ibu lakukan untuk menyembuhkan nya. Jika dengan memberikan satu ginjal ku padanya, ibu pasti rela memberikan nya Mel, tapi kata Dokter harus ada pemeriksaan lebih lanjut. Pasti itu akan memakan waktu Mel, ibu tidak tega melihatnya huhuhu." Tangisan sang ibu sangat memilukan ditelinga Melati, hati nya bergetar mengetahui duka perempuan yang telah melahirkan nya.


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2