
Rafael sedang membahas rencana bisnisnya dengan Daryl Dixon, tapi tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari perawat. Ia diberitau jika Putri nya ditemukan seorang diri di lorong Rumah Sakit. Rafael semakin cemas dan tak tenang untuk melanjutkan meeting itu. Daryl dapat membaca kecemasan Rafael dari raut wajah nya.
"Do you have a problem Mr Rafael?".
"Sorry can we reschedule this meeting?."
"Why Mr Rafael? Apa ada sesuatu yang mendesak?." Tanya Daryl dengan mengerutkan keningnya.
Dengan panik Rafael mengatakan pada Daryl, jika anaknya saat ini sendirian di Rumah Sakit, dan ia harus segera menemui anaknya. Daryl segera mempersilahkan Rafael pergi, dan ia tak keberatan untuk menjadwalkan ulang meeting mereka.
Sesampainya di Rumah Sakit Rafael berteriak lantang memanggil nama Catlea. Tapi ternyata Tuan Satria sudah lebih dulu sampai disana. Ia sedang menggendong Catlea seraya berjalan menghampiri Rafael.
"Lea sayang... Are you okay?." Ucap Rafael seraya memeluk Catlea dalam dekapan nya.
"Lea tidak baik-baik saja Rafa! Dia ditinggalkan seorang diri di lorong Rumah Sakit. Dan setelah papa melihat rekaman cctv, ada seorang lelaki berpenampilan tertutup menculik Zahra. Sepertinya Zahra di bius dan tak sadarkan diri, setelah itu ada seorang wanita yang menolong Catlea dan menyerahkan nya pada perawat. Tapi wanita itu juga pergi begitu saja, Dokter Debora adalah sahabat baik mama mu. Ia menghubungi mama dan memberitahu tentang Catlea, saat ini mama sedang berbicara dengan Dokter Debora." Jelas Tuan Satria dengan wajah cemas.
Catlea rewel dipelukan Rafael, nampaknya gadis kecil itu mencari keberadaan ibu sambungnya. Maklum saja sejak bayi Catlea lebih dekat dengan Zahra. Ketika Zahra tak ada di dekatnya, Lea terus rewel dan merengek dengan suara kecil yang nyaris tak terdengar. Tapi justru hal itulah yang membuat Rafael tersiksa, karena putri kecilnya tak dapat mengeluarkan air matanya.
"Tenang ya Lea, papa bersamamu sayang cup cup cup." Rafael menimang Catlea dengan wajah sendu.
__ADS_1
Nyonya Silvia datang dan meyakinkan suaminya, jika menantu barunya benar-benar dibius sebelum dibawa pergi.
"Tapi siapa yang mampu berbuat begitu pa? Zahra itu wanita lugu, tak mungkin dia memiliki musuh."
"Musuh Zahra hanya ada satu orang saja, Mawar! Apakah mungkin dia membayar orang untuk melakukan kejahatan itu?." Ucap Tuan Satria dengan memijat pangkal hidungnya.
"Aku akan mengecek pengeluaran dari rekeningnya, jika memang Mawar pelakunya, ia pasti membayar seseorang menggunakan uang pribadinya." Rafael melihat mutasi dari rekening Mawar, dan tak ada penarikan ataupun transfer keluar dari rekeningnya.
Mereka semua terlihat kebingungan, dan tak tau harus mencari informasi darimana lagi. Rafael menelepon Mawar, tapi panggilan nya tak kunjung dijawab. Rafael semakin curiga dan memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Rafael berteriak lantang memanggil Mawar, tapi tak ada jawaban sama sekali. Kemudian ia masuk ke dalam kamar, dan nampak seseorang sedang berbaring di ranjang.
"Mas kau datang? Aku sakit mas... Tolong kembalilah, jangan tinggalkan aku sendirian." Ucap Mawar seraya bangkit dari tidurnya.
Apakah dia benar-benar sakit? Entah kenapa aku selalu mencurigainya, Mawar terlalu licik untuk dipercaya, batin Rafael dengan memandang ke segala arah, berusaha mencari sesuatu yang mencurigakan.
Pertanyaan Mawar membuat Rafael melotot dan membalikan tubuhnya, ia menatap tajam pada Mawar. Rafael menarik lengan Mawar dan menghempaskan nya ke lantai.
"Apa yang kau lakukan pada Zahra hah? Jadi benar kau yang merencanakan penculikan nya? Bahkan kau tega membuat anakmu terlantar di Rumah Sakit seorang diri!." Seru Rafael dengan mencengkeram lengan Mawar.
"Aww... Sakit mas lepaskan! Kenapa kau menuduhku tanpa mencari tau kebenaran nya dulu? Jika tak ada aku entah apa yang akan terjadi pada Catlea. Tadi aku sedang check up di Rumah Sakit Mediterania, dan aku melihat seorang lelaki membawa Zahra dengan kursi roda. Ketika aku ingin mengikutinya, aku melihat Catlea tergeletak sendirian, dan aku menitipkan nya pada perawatan, lalu aku berusaha mengejar penculik itu menggunakan taksi. Zahra dibawa ke area pergudangan pelabuhan, ketika aku berhasil mengikutinya sampai disana. Kawanan penjahat itu mengetahui keberadaan ku, mereka menyakiti ku dan meninggalkan ku sendirian setelah tak sadarkan diri. Lihatlah mas mereka meyiksaku, karena aku tak mau melayani nafsu bejat mereka." Ucap Mawar seraya membuka lengan baju nya.
__ADS_1
Nampak lengan dan dada nya memar-memar, ada bekas penganiayaan di tubuh Mawar. Rafael terkejut dan membulatkan kedua matanya. Entah apa yang terjadi setelah perdebatan nya dengan Steven di gudang tadi.
"Percayalah mas aku berusaha menolongnya, tapi mereka berbuat kasar padaku. Untung saja beberapa pekerja di pelabuhan melewati jalan itu, hingga mereka panik dan meninggalkan ku begitu saja. Sepasang suami istri menolong ku, mereka membawaku pulang dan aku kesakitan seorang diri di rumah ini. Aku tak dapat memberitahu mu tentang Catlea ataupun Zahra." Jelas Mawar dengan berlinang air mata.
Rafael nampak iba dan meminta maaf pada Mawar, karena menuduhnya tanpa bertanya. Mawar mendekap Rafael dan bersandiwara seakan perduli dengan keadaan Zahra, padahal dibelakangnya Mawar tersenyum licik, seakan menertawakan kebodohan Rafael.
"Pergilah ke gudang itu mas, selamatkan calon ibu dari anakmu. Kasihan bayi tak berdosa itu, aku tak tau siapa penjahat-penjahat itu. Tapi mereka bertujuan untuk menyakiti keluarga kita. Jika aku tidak cepat-cepat membawa Catlea pergi mungkin dia juga akan di sandera oleh mereka." Mawar terisak dengan berlagak kesakitan, ia memegangi lengannya yang memar dan meringis kesakitan.
"Aku akan pergi kesana setelah mengantarmu ke Rumah Sakit, kau perlu penanganan dari Dokter. Terima kasih sudah memberikan informasi yang berharga untukku."
...Bersambung....
Hai aku punya referensi cerita yang bagus loh, yuk mampir dan baca karya salah satu temenku.
Judul: MAFIA STORY Kembalinya Anak Tak Berguna
Author: Warnyi
Brurb:
__ADS_1
Fitnah telah membuatnya terusir dari rumah dan keluarganya, hingga suatu kejadian mempertemukannya dengan seorang pemimpin mafia terbesar dan menjadikannya sebagai penggantinya.
Agra kembali setelah meraih kesuksesan, dengan tujuan ingin membalas dendam. Diwarnai dengan kisah percintaan dengan gadis masa kecilnya. Akankah Agra bisa membalaskan dendamnya dan mengalahkan para musuhnya?