KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
MEREBUTKAN HATI GADIS KECIL


__ADS_3

Aurelia memandang wajah papa nya dengan bingung, ia bertanya pada papa nya, kenapa papa nya tak mengatakan yang sebenarnya. Aldino ingin mengungkapkan kebenaran tentang Anya, tapi wajah lugu Aurelia membuatnya tak sanggup mengatakan yang sebenarnya.


"Aurel sayang papa kan? Papa pasti akan menjelaskan semuanya, tapi beri papa waktu sebentar saja untuk menenangkan diri. Aurel lihat kan papa sedang sedih?." Melati berusaha menengahi pembicaraan mereka, tapi Anya kesal dan memaki Melati dihadapan Aurelia.


"Kau siapa beraninya ikut campur dalam masalah keluarga kami? Tutup mulutmu dan tinggalkan kami!." Seru Anya dengan membulatkan kedua matanya.


"Kenapa kau memarahi mamaku? Ibu peri adalah mamaku sekarang, tante tidak boleh memarahinya." Teriak Aurelia dengan lantang.


"Tapi sayang, ini adalah masalah keluarga kita, dia ini bukan siapa-siapa!." Sahutnya meyakinkan Aurelia.


Tak terima dengan apa yang diucapkan Anya tentang Melati, gadis kecil itu mendorong tubuh Anya hingga terjungkal ke lantai. Melati terkejut dengan apa yang dilakukan Aurelia, dan meminta nya untuk meminta maaf. Tapi Aurelia tak mau mendengarkan ucapan Melati, gadis kecil itu merajuk dan berlaribke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Aldino mengejar putri nya, dan meminta nya untuk membuka pintu kamar. Tapi Aurelia berteriak dengan lantang, jika ia tak mau keluar kamar sebelum Anya pergi dari rumahnya.


"Lebih baik kau pergi dari rumah ini, kehadiran mu tak di inginkan Aurelia. Kau hanya merusak kebahagiaan nya saja, aku tau kau sengaja menjelekan ku dihadapan nya. Supaya Aurelia membenci ku, dan jika aku mau, aku akan mengatakan yang sebenarnya tentangmu. Karena Aurelia akan lebih percaya padaku, bukan karena dia lebih dekat padaku, tapi karena apa yang akan ku katakan adalah sebuah kenyataan. Lekas pergi dari rumah ini sebelum aku mengusir mu!." Pekik Aldino dengan berkacak pinggang.


"Terserah kau saja! Aku datang kesini hanya untuk mendapatkan kasih sayang putriku. Karena aku tau kau lebih berhak bersamanya, tapi apakah kau tak bisa memberikanku waktu sebentar saja bersamanya. Aku berjanji tak akan merebutnya darimu." Pinta Anya memohon pada mantan suami nya.

__ADS_1


"Mas, berikan dia satu kesempatan untuk memperbaiki hubungan nya dengan Aurelia. Bagaimanapun mereka memiliki hubungan darah, Aurelia berhak mendapatkan kasih sayang ibu kandung nya, lagipula Anya hanya akan bersamanya untuk beberapa waktu saja." Ucap Melati membujuk suaminya.


Tidak penting bagiku bisa tinggal dengan anak itu atau tidak, aku hanya membutuhkan nya untuk menandatangani pengalihan warisan dari kedua orang tua ku, setelah itu dia mau tinggal bersama kalian juga aku tak perduli. Meskipun aku berniat merebut semua kekayaan ini, aku tau itu akan lebih sulit setelah kehadiran Melati di kehidupan mereka, batin Anya didalam hati nya.


Aldino mengernyit, ia menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan wanita licik yang ada di depan nya. Anya tersenyum miring, membuat Aldino kesal melihatnya.


"Lebih baik kau pergi sekarang! Aku akan memikirkan permintaan mu, tentunya dengan persetujuan dari Aurel." Jelas Aldino dengan memijat pangkal hidungnya.


Setelah kepergian Anya, Melati menenangkan Aldino dengan menggenggam tangan nya erat. Aldino menyenderkan kepalanya di pundak Melati, terlihat Melati merangkul suaminya, untuk membuatnya tenang.


"Jujurlah mas, hanya kejujuran yang bisa kau ajarkan pada Aurelia. Dia hanya akan sakit untuk sesaat, tapi setelah itu Aurel akan belajar untuk berkata jujur meski itu menyakitkan." Melati membujuk suaminya untuk berkata jujur pada putri nya.


Tapi tiba-tiba Zahra jatuh pingsan di kamar nya, pembantu di rumah itu berteriak memanggil Tuan nya. Aldino bergegas ke kamar Zahra, dan melihatnya sudah tergeletak di lantai. Melati meminta Aldino untuk membawanya ke Rumah Sakit saat itu juga.


...Bersambung. ...

__ADS_1


...Hai mau kasih referensi novel nih dari teman author. ...


Judul: Hatiku Padamu Kak


Napen: Alviesha


"Tidak, aku yang mencintaimu ... Aku sangat mencintaimu ... Maaf kalau aku tidak pernah membalas suratmu, maaf kalo aku tidak pernah menyatakan perasaanku. Tapi aku sungguh-sungguh menyanyangimu." ujar Uwais penuh penekanan, dan penuh kepastian.


"Selalu seperti ini, kakak mengungkapkan perasaan sayang ke aku, karena aku yang tanya, atau aku yang nuntut ... Kakak gak pernah punya inisiatif sendiri!"


"Ya Alloh, maaf, kalo itu membuat kamu jadi seperti ini," kata Uwais yang akhirnya mulai mengerti apa yang dirasakan oleh Arrida selama ini.


"Tapi aku sungguh-sungguh sayang sama kamu, Ar, kamu masa depanku, kamu tujuan hidupku, kamu tau itu kan?"


...Sedikit bocoran ceritanya ya kak 🙏...

__ADS_1


__ADS_2