KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Aurelia, terlihat Rafael memandang Melati dengan sorot mata tajam.


"Apa yang dimaksud gadis kecil ini Mel? Bayi... Bayi siapa yang dia maksud, apakah saat ini kau sedang mengandung keturunan ku?." Tanya Rafael dengan mata berkaca-kaca.


Sontak saja Melati dan Aldino terkejut mendengar pertanyaan Rafael, mereka tidak menyangka, jika ucapan Aurelia telah membongkar segalanya. Gadis kecil itu hanya bermaksud untuk menenangkan Melati, tapi tanpa sadar ucapan nya justru mengundang masalah yang baru lagi.


"Apa maksud mu mas, apa kau sudah tidak waras. Mana mungkin aki mengandung anakmu, kau urusi saja istri mu yang sedang sakit itu. Maaf aku tidak bisa memberikan pendapat apapun mengenai kondisi Mawar, kau bisa meminta saran dari mama mu. Bukan kah mama mu sangat menyukai Mawar, lebih baik aku pergi dari sini." Jawab Melati dengan lantang, dia bangkit berdiri dan menggandeng Aurelia pergi dari sana.


Tidak terima dengan jawaban Melati, Rafael bergegas menghentikan langkahnya. Dia menarik paksa tangan Melati, dan menanyakan kebenaran ucapan Aurelia. Aldino merasa kesal, karena Rafael bersikap kasar pada Melati, hingga akhirnya Aldino mendorong tubuh Rafael, berniat untuk melepaskan genggaman tangannya dari Melati.


"Lepaskan calon istriku, jangan sentuh dia!." Seru Aldino melotot dihadapan Rafael.

__ADS_1


Rafael tersenyum kecut, dia memberikan bogem mentah tepat di pipi Aldino. Sontak saja Aldino naik pitam dan membalas pukulan itu, keributan terjadi di taman Rumah Sakit. Hingga banyak orang yang melihatnya, lalu Melati berusaha menghentikan pertengkaran mereka. Dan hampir saja Melati terjatuh karena terdorong tangan Rafael, yang akan memukul Aldino.


"Stop! Hentikan perkelahian kalian berdua." Melati memegangi perutnya yang terasa nyeri, terdengar nafasnya tersengal-sengal. Melati berjalan perlahan ke hadapan Rafael, dengan mata berkaca-kaca menahan duka nya. Melati mengatakan sesuatu yang mengejutkan keduanya.


"Kau mau tau mas apa yang sebenarnya terjadi, aku akan memberi tau mu segalanya." Melati menghembuskan nafasnya panjang, sebelum dia melanjutkan ucapan nya.


"Jangan Mel, kau tidak perlu mengatakan apapun padanya. Dia tidak memiliki hak untuk mendengar penjelasan dari mu, lebih baik kita segera pergi dari tempat ini." Ucap Aldino dengan wajah cemas, nampak peluh membasahi wajahnya.


"Tentu saja itu akan menjadi urusanku, kau sedang mengandung anak ku. Sebagai orang tua nya, aku juga berhak mengetahui bagaimana keadaan mu saat ini. Dan tentang Mawar, pasti aku akan menjaga nya dengan baik, tapi aku juga ingin menjaga bayi yang sedang kau kandung Mel!." Seru Rafael lantang dengan sorot mata yang tajam.


Melati tersenyum miring, dia menggelengkan kepalanya berulang kali.

__ADS_1


"Siapa yang mengatakan jika bayi yang ku kandung adalah anakmu? Bayi ini adalah buah cinta ku dengan Aldino, karena itu lah kami akan segera melangsungkan pernikahan." Jelas Melati menggetarkan hati Rafael.


Terlihat Aldino terkejut dan menelan saliva nya, dia melihat wajah Melati yang sedang menatap Rafael dengan angkuh.


"Kau pasti berbohong kan, kalian belum menikah, mana mungkin kau bisa hamil anaknya." Rafael tidak percaya dengan apa yabg di ucapkan Melati, dia terkekeh dihadapan mereka.


"Kenapa harus menikah mas, aku belajar darimu. Bukankah tidak perlu melangsungkan pernikahan hanya untuk memiliki seorang anak, kami bisa melakukan nya tanpa ada ikatan. Seperti yang kau lakukan dengan Mawar, jadi jangan sok suci dihadapan ku. Aku lebih mengenal dirimu daripada orang lain, terima saja kenyataan ini. Dan jangan pernah usik kehidupan ku lagi, meskipun aku menemui Mawar. Bukan berarti aku ingin berurusan denganmu, sudah jelaskan sampai disini." Melati mendongakkan kepala nya dengan tersenyum sinis.


Setelah mendengar ucapan Melati, kedua lelaki itu hanya terdiam. Aldino terkejut dengan perkataan Melati, dia tidak menyangka jika perempuan itu mampu mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti hati mantan suaminya.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2