KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
KEDEKATAN ALDINO DENGAN MELATI


__ADS_3

Libur panjang sekolah tiba, Aldino memintaku pergi bersamanya dan juga Aurelia. Mereka akan melakukan wisata di Jogja, karena kebetulan pula rekan bisnis Aldino akan melangsungkan pernikahan disana. Awalnya Melati menolak pergi, tapi Aurel merengek dan memintanya menemani nya. Meski terpaksa Melati akhirnya menuruti permintaan gadis kecil itu.


Liliana berkata jika dia akan menemui suaminya di Jogja, karena urusan pekerjaan sehingga dia memutuskan pergi ke kota itu.


"Kalau sempat kita bertemu disana ya Mel, kau memang harus banyak refreshing. Jangan terlalu banyak di rumah, untung saja ada Aurel yang selalu bisa membujukmu." Ucap Liliana dengan mencubit pipi Aurelia.


Gadis kecil itu tersenyum bahagia seraya memeluk keduanya, Aldino membantu Melati merapikan segala keperluan yang akan dibawanya. Nampak Melati sungkan dan melarang Aldino melakukannya.


"Aku melakukan ini untuk bayi yang ada didalam perutmu, jika kau terlalu lelah kasihan bayi itu." Ujarnya seraya mengangkat koper ke dalam bagasi mobil.


Mereka melakukan perjalanan darat ke kota Jogja, selain ingin menikmati waktu selama di perjalanan, pemandangan dari kota Semarang ke Jogja sangat bagus, deretan gunung-gunung berjejer dengan udara sejuk sangat menyegarkan. Melati membuka kaca mobil dan menghirup udara segar disana, wajah yang sangat cantik dengan segala kasih sayangnya. Membuat Aldino semakin sering memperhatikan nya.


Aldino tersenyum simpul melihat tingkah Melati yang terlihat sangat manis baginya, senyuman nya, suara nya, kedipan mata nya, selalu membuat hati nya berdebar kencang.

__ADS_1


Melati menoleh ke arahnya yang sedang menyunggingkan senyum ke arahnya, sontak saja Melati salah tingkah dan tertunduk dengan wajah memerah.


"Aah maaf jika tingkah ku seperti anak kecil, pasti kau menertawakan ku karena hal itu kan, terkadang aku tidak sadar dengan tingkahku yang seperti itu." Ucap Melati dengan menundukkan wajahnya.


"Hei kenapa kau malu seperti itu, aku tidak berpikiran seperti itu. Justru aku senang dapat melihat mu kembali bahagia seperti tadi, kau terlihat mirip Aurel yang kegirangan karena di ajak berlibur. Lihatlah saking bahagianya dia kelelahan bernyanyi dan tertidur." Aldino menoleh ke jok belakang melihat Aurelia sedang terlelap mendekap boneka kesayangannya.


Dret dret dret...


Ponsel di saku jaket Aldino terus bergetar, dia berusaha mengambil ponsel itu, tapi tangannya tidak dapat menggapainya. Melati berusaha membantu untuk mengambil ponsel di saku jaketnya, ketika dia merogoh ponsel di saku jaket itu, terlihat panggilan masuk dari seseorang yang bernama Tuan Satria. Melati terbelalak membaca nama penelepon itu, terdengar Aldino berterimakasih karena dia membantunya.


"Hallo Tuan Satria, saat ini saya sedang dalam perjalanan. Jika saya sudah sampai tujuan, saya akan menghubungi anda kembali."


Melati masih tertegun diam, dia kembali teringat papa mertuanya yang baik itu.

__ADS_1


Semoga Papa baik-baik saja disana, maafkan Melati tidak berpamitan pada Papa, batinnya dengan wajah sendu.


Aldino menatap wajah perempuan yang ada disamping nya, wajah yang tadinya penuh kebahagiaan, tiba-tiba sendu dan matanya berkaca-kaca.


"Apakah kau teringat sesuatu? ekspresi wajahmu cepat sekali berubah, aku harap semua akan baik-baik saja." Aldino tersenyum berusaha menghibur Melati.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya teringat Papa mertua ku, beliau adalah orang yang sangat baik, dia lebih menyayangi ku daripada anaknya sendiri, tapi aku pergi tanpa berpamitan padanya, dan kini aku merasa bersalah." Jelas nya berurai air mata.


Aldino mengusap air mata yang membasahi wajahnya, Melati terdiam dengan perhatian yang lelaki itu berikan.


"Papa Aurel haus." Suara Aurel mengagetkan keduanya.


Nampak keduanya salah tingkah dan terdiam dengan sendirinya, lalu Melati memberikan sebotol air mineral pada gadis kecil itu.

__ADS_1


"Maunya susu hangat, Aurel engga mau minum air putih titik!." Serunya dengan mengerucutkan bibirnya.


...Bersambung....


__ADS_2