
Ketika Mawar sedang berbicara didalam hatinya, seorang petugas kepolisian masuk ke dalam untuk melihat kondisi nya. Karena operasi sudah selesai, dan Mawar dipindahkan di ruang rawat inap. Polisi itu mengenakan borgol disebelah tangan Mawar. Sontak saja Mawar meronta, dan menolak dipakaikan borgol itu. Tapi polisi menjelaskan jika posisi Mawar saat ini adalah seorang terduga. Jika penyelidikan polisi berhasil mengungkap semua kasus kejahatannya, statusnya akan naik menjadi tersangka. Tak bisa menerima ucapan polisi itu, Mawar berteriak untuk memanggilkan pengacaranya.
"Pengacara mana yang ingin anda hubungi? Suami anda Tuan Rafael sudah mengajukan tuntutan atas nama anda. Jika anda mengharapkan proses pengacara dari keluarga Hadinata, itu adalah hal yang sia-sia." Jelas polisi itu dengan wibawa nya.
Mawar semakin panik dan cemas, ia memikirkan sebuah rencana, untuk menghubungi Steven Dixon dan meminta tolong padanya. Mawar mencari dimana ponselnya, tapi polisi mengatakan jika ponselnya disita sebagai barang bukti.
"Tapi saya harus menghubungi teman saya, supaya dia bisa menyiapkan pengacara untuk saya. Bukankah saya memiliki hak untuk itu?."
"Semua bisa anda lakukan di kantor polisi, anda bisa menggunakan pengacara yang disiapkan oleh pemerintah jika berkenan. Setelah anda sudah membaik, proses hukum akan dilanjutkan." Jelas polisi itu seraya berjalan keluar.
Mawar panik dan memohon pada Melati untuk membantunya. Mawar tak ingin mendekam di dalam penjara dengan keadaan yang menyedihkan seperti itu. Tapi Aldino menghentikan Melati, lelaki itu menggelengkan kepalanya. Dan Melati kebingungan dengan memandang keduanya.
__ADS_1
"Maafkan aku Mawar, aku tak bisa membantu. Aku tak ingin menyakiti hati orang yang ku sayangi. Papa Satria sangat terluka karena kehilangan cucunya. Semoga kau lekas sembuh, aku pergi dulu." Melati melangkahkan kakinya pergi, nampak Mawar tercekat melihat kepergian kakak kembarnya.
"Aarggh... Setan! Kenapa keadaan ku jadi seperti ini? Padahal aku tak berniat membuat mas Rafael celaka. Dan aku tak dapat melakukan apapun tanpa bantuannya, lebih baik aku berusaha menemui mas Rafael." Gumam Mawar pada dirinya sendiri.
Beberapa hari kemudian, kondisi Mawar sudah lebih baik. Polisi membawanya ke Kantor Polisi, supaya kasusnya segera diproses. Ketika ia sedang dimintai keterangan, seorang pengacara yang ia kenal dari keluarga Hadinata datang. Mawar menyunggingkan senyumnya lega, ia mengira jika pengacara itu dikirim Rafael untuknya. Padahal pengacara itu datang untuk menyerahkan berkas perceraian. Bahkan Mawar belum mengetahui jika saat ini Rafael dalam keadaan amnesia. Meskipun begitu Rafael tetap mengajukan proses cerai, yang diwakilkan oleh pengacara keluarga nya. Mawar merobek berkas perceraian itu, ia memaki sang pengacara dan memintanya untuk pergi meninggalkan nya.
"Tapi Nyonya, apa yang harus saya katakan pada Tuan Rafael? Tuan meminta saya langsung untuk menemui anda. Dan anda menolak menandatangani berkas ini?."
Polisi datang untuk membawa Mawar ke dalam sel, tapi ia menolak dengan alasan. Tak ada bukti yang bisa membuatnya mendekam di dalam penjara.
"Untuk apa kami membutuhkan bukti? Korban sendiri sudah mengatakan langsung jika ia melihatmu berbicara dengan penculiknya. Dan anda juga melarikan diri, membuat dugaan kami semakin kuat. Tolong jangan membuat tugas kami semakin berat, ikutlah ke dalam sel." Jelas polisi seraya menyeret paksa Mawar.
__ADS_1
Tak lama setelah Mawar dijebloskan di dalam sel. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya. Orang itu berbicara empat mata dengan Mawar, ia adalah orang suruhan Steven Dixon.
"Tuan Steven Dixon meminta anda untuk tutup mulut dan tak mengatakan apapun tentang nya. Jika anda buka mulut, dan mengatakan segalanya. Tuan Steven akan membuat hidup anda lebih menderita lagi."
"Kau pikir aku sebodoh itu untuk mendekam di dalam penjara tanpanya. Karena kebodohan nya yang membuat Zahra terlepas dari penyekapan itu, hidupku jadi berantakan. Akan ku bawa dia dalam kehancuran juga!."
"Saya peringatkan sekali lagi Nyonya! Jika qnda sampai melakukan itu, anda tak akan mendapatkan apapun selain membusuk di dalam penjara. Percayalah padaku, jika anda tak mengatakan apapun tentang Tuan Steven Dixon, ia akqn berusaha membebaskan anda dari penjara ini."
Mawar mengerutkan keningnya, berusaha mencerna penjelasan lelaki yang ada dihadapan nya. Bagaimanapun ia tak mau mendekam di dalam penjara, ia mengatakan pada lelaki itu untuk memberinya waktu sampai lusa. Dan Steven diminta memberikan seorang pengacara untuknya.
...Bersambung. ...
__ADS_1