
Rafael tergesa-gesa mengejar Mawar, tangannya menarik lengan Mawar dengan kuat. Catlea yang berada di dekapan Mawar hampir saja terjatuh, tapi Rafael langsung menangkapnya.
"Dimana otak mu hah? Dia adalah darah daging mu sendiri! Kenapa kau ingin membuangnya? Sudah ku katakan bukan, jika kau tak bisa menerimanya, silahkan pergi dari rumah ini!." Seru Rafael dengan membulatkan kedua matanya.
"Kau tidak bisa mengusir ku mas! Atau aku akan melakukan sesuatu pada wanita yang masih kau cintai itu. Dan aku juga akan menyebarkan video syur mu dengan Zahra." Ancam Mawar dengan tersenyum miring.
Sontak saja Rafael terkejut, ia mengerutkan keningnya berusaha menerka-nerka apa yang dimaksud Mawar.
"Jangan pernah mengusik kehidupan Melati. Selama ini Melati sudah cukup banyak menderita karenamu. Dan kini ia telah melahirkan anakku, tak akan ku biarkan kau menyakiti nya lagi. Dan tentang Zahra, apa maksudmu? Video syur apa hah? Bukankah dia berhenti bekerja karena adiknya sakit dan tak ada yang merawatnya." Ucap Rafael dengan mengerutkan keningnya.
"Bodoh kau mas! Kenapa kau baru menyadari jika kembaranku itu benar-benar mengandung anakmu? Jika kau memang mencintainya, harusnya kau tau jika Melati tidak akan mungkin melakukan hubungan terlarang dengan lelaki lain sebelum dia resmi menikah. Tapi kau picik, dan beranggapan Melati mengandung benih lelaki lain. Dan untuk Zahra, kau bisa melihatnya melalui rekaman CCTV yang ada di kamar kita. Kau akan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Jika kau berani mengusir ku dan tak memberikan nafkah lahir batin padaku, aku akan menyebarkan video itu. Supaya hidupmu hancur berantakan bersama dengan hancurnya hidupku!." Pekik Mawar dengan angkuhnya.
Mbak Saroh menelan saliva nya terkejut, ketika Mawar mengancam Tuan nya. Karena sebenarnya ia pun tau, jika Rafael telah menodai Zahra. Tapi ia belum berani membuka mulutnya, karena Zahra sendiri belum diketahui keberadaan nya. Mbak Saroh takut di anggap membual, karena korban nafsu bejat Tuan nya sudah menghilang entah kemana.
__ADS_1
Di tempat lain Zahra sedang pusing setelah lama berdiri di pesta pernikahan Melati. Tubuhnya berkeringat dingin, ia merasakan seluruh tubuhnya sakit. Padahal pesta pernikahan itu belum berakhir, dan ia pun meminta ijin pada Melati untuk istirahat sejenak.
"Nyonya, bisakah saya ke toilet sebentar? Kepala saya sangat pusing." Jelas Zahra dengan wajah pucat.
"Kau istirahat saja Zahra. Kembalilah ke kamar hotel. Biarkan Alvino bersamaku." Ucap Melati seraya mengambil Alvino dari gendongan Zahra.
Zahra kembali ke kamar yang sudah disiapkan Melati untuknya. Dia terduduk lesu, dengan peluh yang membasahi tubuhnya, perutnya sangat mual tapi ia tak dapat memuntahkan nya.
Mungkin aku kelelahan setelah peristiwa itu, aku langsung bekerja tanpa henti. Lebih baik besok aku minta ijin pada Nyonya Melati untuk istirahat dulu, semoga Nyonya memberiku ijin libur, batin Zahra dengan merebahkan tubuhnya.
"Mungkin Melati memang ibu kandung nya, tapi anak laki-laki adalah seorang penerus dari keluarga papa nya. Bukankah sudah sewajarnya jika Alvino akan tinggal bersama putraku Rafael!." Seru Nyonya Silvia dihadapan rekan bisnis suaminya.
Mendengar ucapan Nyonya Silvia, Melati bergegas menghampiri nya. Melati mengerutkan keningnya menatap tajam pada mantan mertuanya.
__ADS_1
"Maaf mungkin mama salah paham, meskipun benar Alvino adalah darah daging mas Rafael. Dia tak berhak mengasuh Alvino. Karena sejak didalam kandungan, aku yang mengurusnya seorang diri. Dan kalaupun benar, Alvino akan menjadi penerus keluarga Hadinata, itu hanya akan terjadi ketika Alvino sudah dewasa, dan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri." Melati berkata tegas dihadapan semua orang, dan kenyataan tentang status Alvino sudah diketahui banyak orang. Sehingga pernikahan Melati dan Aldino menjadi bahan pembicaraan orang banyak, karena sebuah kebenaran terungkap, jika mantan istri pengusaha ternama Rafael Kusuma Hadinata, telah melahirkan seorang anak lelaki, dari hasil perkawinan nya dulu.
...Bersambung....
...Hai selagi nunggu up dari Author, yuk mampir di novel teman sesama author yang satu ini. Di jamin ga akan nyesel baca nya, nih aku kasih bocoran ceritanya....
Judul: Tentang Bintang dan Galaksi
Author: Chika Ssi
“Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih nggak jelas! Aku rasa itu adalah alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama
"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini aku hanya mengikuti lomba baca puisi! Bukan lomba kecantikan! Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Bellatrix
__ADS_1
"Kamu itu tidak aneh, tapi unik! Nggak usah dengerin apa kata orang. Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga hatimu sendiri. Setiap orang dilahirkan spesial, dan kamu adalah salah satunya!" ~ Galaksi Milkyway.
...🙏...