KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
SETELAH BERPISAH?


__ADS_3

Hasil putusan sidang sudah ditetapkan, Rafael dan Mawar sudah resmi berpisah. Ya, Rafael menggugat cerai sang istri, karena lalai dalam hal mengasuh anak dan menelantarkan nya. Apalagi kasus hukum yang menjeratnya, membuat Mawar semakin tak berdaya. Mawar terpaksa menerima putusan hakim tentang nasib rumah tangga nya. Belum lagi kasus hukum nya juga menjeratnya selama beberapa tahun lamanya di penjara. Steven Dixon yang membantunya, dengan menyiapkan pengacara tak dapat banyak berbuat apa-apa. Karena bukti dan saksi yang ada sangat memberatkan Mawar.


"Kau telah membuat ku mendekam di dalam jeruji besi. Dan aku telah kehilangan segalanya, tapi kau masih bebas berkeliaran diluar sana. Padahal kau juga sama bersalahnya denganku! Cepat keluarkan aku dari tempat terkutuk ini!." Seru Mawar pada seorang lelaki yang memakai hoodie dengan penutup kepala.


Lelaki itu mendongakan kepalanya ke atas, ia tersenyum miring menanggapi ucapan Mawar.


"Kau tenang saja, meski Rafael telah menceraikan mu. Kau tetap berhak mendapatkan harta gono gini darinya. Dan aku juga akan memberikan beberapa persen saham di perusahaan ku untukmu. Tapi semua ada harganya, dan kau harus menyetujuinya." Steven menatap tajam wajah Mawar, nampak Mawar mengerutkan keningnya, berusaha menerka-nerka arah pembicaraan mantan kekasihnya itu.


"Apa maksudmu? Kau menemui ku dengan cara sembunyi-sembunyi seperti ini, apa kau benar-benar ingin lepas tangan hah!."

__ADS_1


Steven bangkit dari duduknya, ia berjalan ke samping Mawar, yang tangan nya diborgol di meja. Steven membisikan sesuatu ditelinga nya dan membuat Mawar terkejut dengan membulatkan kedua matanya.


"Apa kau sudah kehilangan akalmu? Jangan berani kau mengungkap kebenaran itu. Meski aku tak pernah memberikan kasih sayang pada anak itu, aku tak akan tega melihat ia kehilangan kasih sayang dari papa dan juga opa oma nya. Jangan terlalu kejam pada putri ku, biarkan ia bahagia bersama orang-orang yang menyayangi nya!." Seru Mawar dengan kesal.


"Aku hanya membutuhkan nya untuk mendapatkan hak warisku, bukankah kelak anak cacat itu akan untung juga. Karena ia juga akan mendapatkan hak warisku!." Steven membalikan tubuhnya seraya berjalan meninggalkan Mawar.


"Tunggu! Lalu apa rencanamu setelah ini? Apa kau mengatakan kebenaran itu pada mereka? Bukankah Catlea tak akan mendapatkan apapun dari keluarga Hadinata, jika kau mengatakan kebenaran itu?."


Sudah hampir enam bulan lamanya, Rafael dan Zahra tinggal di satu atap hanya bertiga dengan Catlea. Kedekatan mereka semakin terjalin, meskipun tak berjalan dengan semestinya. Karena Rafael dan Zahra sama-sama menjaga jarak. Mereka belum saling berhubungan layaknya pasangan suami dan istri. Catlea yang rutin di ajak berobat dengan berbagai macam metode, mulai bisa mengeluarkan suaranya. Hanya panggilan papa dan mama yang bisa Lea ucapkan. Meskipun begitu Rafael dan Zahra sangat bahagia, hari-hari keduanya berjalan hanya untuk kesembuhan si kecil Catlea. Rafael fokus dengan kesembuhan sang anak, dan Zahra sendiri tak banyak kesibukan, dan terus mengajari Catlea belajar berbicara.

__ADS_1


Tiba-tiba hari yang tak pernah dibayangkan tiba. Seorang pengacara datang dengan memberikan selembar kertas di dalam amplop berwarna coklat. Kertas itu berisi tuntutan hak asuh atas nama Steven Dixon, untuk putri nya yang bernama Catlea Kusuma Hadinata. Steven meminta persetujuan test DNA, untuk membuktikan jika Catlea adalah benar-benar keturunan nya.


Rafael tersentak tak bisa menerima kenyataan itu. Dengan emosi ia merobek kertas yang ada di tangannya. Lalu sang pengacara mengatakan, jika Rafael harus menyetujui permintaan test DNA itu, karena surat itu resmi dan berbadan hukum dari pengadilan.


"Bagaimana mungkin klien anda tiba-tiba mengatakan jika putri ku adalah darah dagingnya? Dia adalah anakku, sejak bayi aku yang merawat dan memberinya kasih sayang! Tak ada yang bisa memisahkan ku darinya!." Seru Rafael dengan nafas yang berderu kencang.


"Anda bisa menanyakan semua pada mantan istri anda di penjara. Siapakah ayah biologis dari Catlea yang sebenarnya. Saya disini hanya untuk menjalankan tugas saja!."


Setelah kepergian pengacara itu, Rafael berteriak lantang dengan mata berkaca-kaca. Rafael tak bisa menerima keadaan, ia melemparkan hiasan dinding yang ada disamping nya. Dan Zahra yang baru saja kembali ke rumah bersama Catlea terkejut, ia tak berani mendekati sang suami. Tapi tiba-tiba Rafael bangkit dan berdiri, ia mendekap Catlea dalam pelukan nya dengan berurai air mata.

__ADS_1


...Bersambung. ...


__ADS_2