
Mawar menerima panggilan video dari Rafael, ia sedang berada di dalam mobil dengan kecepatan tinggi. Nampak dari layar ponsel, jika Catlea berada di samping Mawar, yang sedang mengemudikan mobil.
"Hentikan mobilmu! Kau mau bawa kemana Catlea? Sadarlah Mawar dia adalah daarawh dagingmu sendiri, tolong jangan sakiti dia." Pinta Rafael dengan mata berkaca-kaca.
"Aku akan menghentikan mobil ini asal kau menjauhkan istri barumu dari rumah kita! Aku tak mau serumah dengan maduku. Bukankah dulu kau juga menyingkirkan ku dari rumah istri pertamamu mas. Jika kau ingin aku kembali bersama anak ini, cepat singkirkan dia dari rumah itu. Kalau kau masih menginginkan Catlea baik-baik saja!." Seru Mawar dengan membulatkan kedua matanya.
Terlihat amarah yang sangat besar didalam diri Mawar. Ia tak pernah ingin memiliki madu dalam rumah tangga nya, tapi semua sudah terjadi dan ia terpaksa menerima kenyataan yang ada. Asal ia tak berada di satu rumah yang sama dengan Zahra.
"Baiklah War, aku akan meminta Zahra pergi dari rumah ini. Tapi tolong bawa Catlea pulang, jangan sakiti anak malang itu. Aku mohon Mawar...." Rafael tak berdaya melihat Catlea menderita.
Mawar menghentikan laju mobilnya, ia tersenyum miring dan meminta Rafael untuk menepati satu janji lagi.
"Setelah kau menyingkirkan wanita jaalang itu, kau harus berjanji tak akan menyentuh nya lagi. Kau boleh saja merawat bayi itu, dan setelah dia melahirkan bayi nya, kau harus menceraikan nya. Aku yang akan bertanggung jawab mengurus bayi itu. Aku bersedia menjadi ibu untuk bayi nya, asal kau menyingkirkan wanita itu untuk selamanya. Ceraikan dia mas, setelah dia melahirkan, apa kau setuju dengan kesepakatan kita?." Mawar tersenyum miring melihat ketidak berdayaan Rafael.
__ADS_1
Zahra yang mendengar semua ucapan Mawar, hanya bisa berderai air mata. Meski ia tak mencintai Rafael, Zahra tak pernah membayangkan jika pernikahan yang baru saja dijalani nya harus berakhir dengan singkat. Zahra berusaha bicara dengan Rafael, tapi lelaki itu melangkahkan kaki menjauh darinya. Rafael tau jika Zahra menolak permintaan Mawar, maka Mawar akan nekat melakukan sesuatu pada Catlea. Hingga Rafael berhasil meyakinkan Mawar, barulah Rafael menjelaskan sesuatu pada Zahra.
"Maaf demi Catlea aku mengorbankan hidupmu, meski kita menikah karena keadaan. Aku berjanji aku bertanggung jawab memenuhi semua kebutuhanmu. Meski aku tak bisa menjadi suami yang layak untumu, setidaknya biarkan aku bertanggung jawab mengurusmu. Dan tentang ucapan Mawar, kau tak perlu memikirkan nya. Aku akan berusaha mengubah cara pikirnya, aku tau kau tak ingin berpisah dengan bayi yang telah kau kandung. Untuk sementara ini biarlah berjalan seperti apa yang Mawar inginkan, kau tak perlu cemas, aku akan berusaha merubah segalanya, supaya kau dapat bersama bayimu. Bahkan aku berpikir untuk meminta mu tinggal bersama Catlea di rumah baru, aku tak ingin Catlea menjadi korban lagi. Sudah cukup Mawar menyakiti anak malang itu. Apakah kau bersedia mengurus Catlea seperti anakmu sendiri?." Rafael menatap wajah Zahra dengan penuh harapan, karena tak tega dengan Catlea. Zahra menganggukan kepalanya, menyetujui permintaan suaminya.
"Terima kasih Zahra, aku tau kau adalah wanita yang sangat baik." Ucap Rafael seraya memeluk Zahra.
Melati bersama kedua orang tua Rafael baru saja tiba, mereka melihat Rafael sedang memeluk Zahra. Mereka semua terdiam karena tak ingin mengganggu kedekatan keduanya. Tapi suara tangisan Alvino mengagetkan mereka. Rafael membalikkan tubuhnya melihat putra nya sedang rewel dipelukan ibunya.
Alvino terdiam di pelukan papa kandung nya, bayi itu seakan tau sedang bersama siapa saat itu. Dengan penuh kasih sayang Rafael mengecup kening Alvino, ia merasa begitu bahagia hingga melupakan masalahnya saat itu. Melati melihat kesedihan di wajah Zahra, lalu ia berusaha mencari tau apa yang telah terjadi saat itu. Tapi Zahra bungkam dengan menundukan wajahnya, meski ia terdiam tapi kedua matanya tak dapat berbohong jika ia sedang bersedih.
...Bersambung....
...Hai aku punya referensi cerita yang bagus buat kalian, nih blurb nya. ...
__ADS_1
Napen : Emy
Judul : It's me
Alice pernah mengalami kecelakaan, hingha membuat sebagian wajahnya terluka.
Semenjak itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semua orang. Bahkan samg kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.
Namun, diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice.
Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya?
Apakah pria itu akan menampakan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?
__ADS_1