KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
KARMA ITU ADA


__ADS_3

Setengah jam kemudian Zahra terbangun, dan berusaha mendorong tubuh kekar Tuan nya. Tapi tenaga nya tak cukup untuk menyingkirkan tubuh Rafael dari atas tubuhnya. Dalam hening Zahra menangis sesegukan, kini kehormatan nya sudah tiada. Harapan nya bekerja di kota besar justru membawanya dalam keterpurukan. Seluruh tubuh nya terasa remuk, dan sangat sakit ketika digerakkan. Zahra tak mampu bangkit dari ranjang itu. Apalagi tubuh Tuan nya sangat besar menindih tubuh mungilnya.


Sementara di luar rumah itu, Mawar baru saja kembali menggunakan taksi online. Kali ini dia pulang dengan keadaan sadar, padahal biasanya Mawar selalu kembali dengan keadaan mabuk. Karena takut dengan amarah Rafael, Mawar yang diam-diam pergi berpesta tidak meminum minuman keras. Dia tersadar jika mobil Rafael sudah berada di dalam garasi. Mawar sangat panik mengetahui itu, dia mengganti pakaian nya dengan gaun malam. Lalu masuk ke dalam kamarnya, dia meraih gagang pintu dan terkejut melihat pakaian berserakan di lantai. Yang paling mengejutkan nya adalah dia melihat pakaian dalam wanita yang tercecer disamping pakaian Rafael.


Terdengar ditelinga nya suara tangisan seorang perempuan. Dengan detak jantung yang kencang, Mawar melangkahkan kakinya mendekat ke ranjangnya. Dia tidak dapat melihat tubuh mungil Zahra yang tertindih tubuh kekar suaminya. Dan beberapa langkah kemudian, Mawar sangat terkejut dan membulatkan kedua matanya. Mawar jatuh tersungkur ke lantai, melihat baby sitter anaknya sedang berada dibawah tubuh polos suaminya.


"Nyonya tolong saya Nyonya... Tuan sudah merenggut kehormatan saya...." Ucap Zahra terisak.


Hening... Mawar belum bisa menerima kenyataan. Dia masih terduduk di lantai kamarnya. Terdengar suara Rafael yang mengigau memanggil nama Melati. Barulah Mawar mendapatkan kesadaran nya kembali. Dia melotot dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Aku mengerti sekarang. Jadi semua ini karena perempuan itu. Lagi-lagi Melati dan Melati yang selalu menghancurkan hidupku, batin Mawar dipenuhi amarah.


Mawar bangkit berdiri dan mendorong tubuh Rafael dari atas tubuh Zahra. Rafael jatuh ke samping dan Zahra langsung bangkit berdiri, berusaha menutupi tubuh polosnya. Lalu Zahra memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai. Terdengar suara lantang Mawar yang meminta nya segera memakai pakaian nya dan menemuinya di ruang tamu.


Setelah mengenakan pakaian Zahra berjalan tertatih, miliknya terasa sangat sakit hingga dia kesusahan untuk berjalan. Dia melangkahkan kakinya perlahan, dengan menahan rasa sakit yang luar biasa.


Mawar berdiri dengan berkacak pinggang menunggu kedatangan Zahra. Perempuan itu sedang berjalan perlahan menghampiri nya. Karena kesal melihat wajah tanpa dosa Zahra, Mawar tak bisa menahan diri lagi dan menyeret paksa lengan Zahra. Hingga dia jatuh tersungkur ke lantai, dan Mawar malah menarik rambutnya lalu menyeretnya sampai ke pintu gudang.


Zahra menangis sesegukan dan bangkit berdiri, menatap wajah sang Nyonya yang terlihat sangat marah. Plaakk... Sebuah tamparan mendarat tepat diwajahnya. Zahra semakin terisak dengan memegangi pipi nya.

__ADS_1


"Ampun Nyonya... Saya tidak bersalah Nyonya... Jangan sakiti saya Nyonya...." Pinta Zahra dengan menyatukan tangan didepan dada.


"Berani sekali kau bercinta dengan suamiku! Dasar perempuan hina, tidak tau malu! Aku akan melenyapkan mu sekarang juga." Tak bisa menahan amarahnya, Mawar mencengkeram leher Zahra dengan kedua tangannya.


Zahra terbatuk-batuk dan melotot kehabisan nafas. Hingga akhirnya Mawar melepaskan cengekeraman tangannya dari leher Zahra. Lalu Mawar mendorong tubuh Zahra ke dalam gudang, hingga keningnya berdarah membentur tembok.


"Ampun Nyonya, jangan bunuh saya... Saya masih punya seorang adik yang harus saya hidupi. Kedua orang tua saya sudah tiada, jika tidak ada saya kasihan adik saya Nyonya." Jelas Zahra dengan terbatuk-batuk, nafasnya hampir saja berhenti karena tercekik tangan Nyonya nya.


Mawar sedang berdiri tepat di depan Zahra, dia membulatkan kedua matanya. Menatap Zahra dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Ingin sekali aku membunuh wanita hina ini, tapi aku bisa berurusan dengan hukum jika melakukan nya. Tapi aku tidak bisa menerima semua tindakan nya, apa yang harus ku lakukan dengan nya, batin Mawar memikirkan sebuah rencana.


...Bersambung....


__ADS_2