KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
MENYIMPAN RAHASIA


__ADS_3

"Kenapa Tuan terkejut begitu, apakah ada yang salah dari ucapanku?."


"Perempuan yang kau bicarakan itu, memilih sifat lembut seperti seseorang yang ku kenal. Dan dia juga bernama Melati." Jelas Tuan Satria dengan wajah sendu.


Kenapa sikap Tuan Satria dan Melati terlihat sama, tadi Melati sempat terkejut mengetahui nama Tuan Satria. Apakah mereka memang saling mengenal, batin Aldino didalam hatinya.


"Maaf Tuan, jika boleh tau siapa Melati yang kau kenal itu?."


"Dia adalah anak perempuan ku, aku sangat menyayangi nya lebih dari diriku sendiri, tapi dia sudah pergi dari kehidupan ku."


"Bukankah Tuan hanya memiliki satu putra saja."


"Ya memang, putraku yang bodoh itu telah membuat putriku pergi meninggalkan ku. Melati adalah mantan istri anakku, mereka berpisah karena keadaan. Dan aku ikut merasakan kehancurannya." Jelas Tuan Satria tertunduk pilu.


Jangan-jangan mereka memang saling mengenal, Melati mengatakan Papa mertuanya bernama Satria. Apakah mungkin itu orang yang sama, batin Aldino bertanya-tanya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya baru mengenal Melati beberapa minggu ini, dia bekerja di Play Group tempat Aurelia belajar. Sebelumnya anak itu tidak pernah mau dekat dengan siapapun, tapi setelah mengenal Melati, Aurel jadi sering bermain dengannya, karena itulah saya menggunakan jasa nya untuk menjaga Aurel ketika saya sibuk bekerja."


Nyonya Silvia datang mengajak Tuan Satria ke Rumah Sakit, karena tiba-tiba menantunya yang sedang hamil merasa kesakitan. Mereka mengakhiri pembicaraan itu begitu saja, dan Aldino masih tetap berada disana, setelah menghabiskan segelas kopi, Aldino bangkit dari duduknya melangkahkan kaki ke kamar. Di tengah-tengah perjalanan, dia terkejut melihat seorang perempuan yang mirip dengan Melati. Perempuan itu sedang duduk di kursi roda, dan seorang lelaki dengan wajah cemas tergopoh-gopoh mendorong kursi roda itu.


"Bukankah itu Melati, tapi kenapa perutnya cepat sekali membesar?." Gumamnya pada dirinya sendiri.


Dibelakang mereka nampak Tuan Satria bersama istrinya, mereka masuk ke dalam mobil yang sama dengan perempuan yang berwajah mirip Melati.


"Astaga ternyata dugaanku itu benar, Melati adalah mantan menantu Tuan Satria, dan perempuan di atas kursi roda itu adalah kembaran Melati. Gawat jika mereka bertemu di tempat yang sama, aku tidak ingin Melati terluka kembali, lebih baik aku mengajaknya pindah dari hotel ini." Aldino menepuk keningnya dengan wajah cemas.


Sepertinya dia sudah tidur, baiklah aku akan mengajaknya pindah besok pagi saja, batin Aldino dengan mengusap peluh di keningnya.


Disaat Melati tertidur dia bermimpi jika adiknya Mawar sedang terjatuh dari tangga, seluruh tubuhnya luka, dan janin yang ada didalam kandungannya mengeluarkan darah. Sontak saja Melati terbangun dari tidurnya, nafasnya tersengal-sengal dengan keringat dingin diseluruh tubunya.


Ya Allah mimpi buruk apa itu, aku harap Mawar baik-baik saja, batinnya dengan wajah cemas.

__ADS_1


Melati menghidupkan ponselnya, ada beberapa pesan dari Liliana. Rupanya Liliana tidak bisa menemuinya, karena dia menemani suaminya bertemu dengan beberapa pejabat daerah. Kemudian dia menghubungi Ayahnya, yang sudah hampir sebulan tidak dia hubungi.


"Hallo Ayah, maaf kalau Melati menelepon malam-malam, sebenarnya Melati mencemaskan keadaan kalian semua."


"Alhamdulilah Mel, Ayah sudah jauh lebih baik, dan kami semua baik-baik saja disini."


"Bagaimana kandungan Mawar Yah, pasti dia sedang berbahagia menantikan kehadiran buah hatinya."


"Mereka semua sedang pergi berlibur Mel, kondisi kehamilan Mawar sedikit lemah, karena dia sering stress, kabarmu sendiri bagaimana Mel?."


Melati terdiam mendengar ucapan Ayahnya, pikirannya bercampur dengan kondisi Mawar yang agak terganggu kehamilan nya.


Apakah aku harus memberitahu Ayah jika saat ini aku sedang mengandung benih mas Rafael, tapi bagaimana kalau Mawar semakin stress setelah mengetahui kabar kehamilanku, batin Melati dengan mata berkaca-kaca, gelisah harus mengatakan apa pada sang Ayah, Melati hanya terdiam dengan berurai air mata.


...Berikan like hadiah dan Vote nya yuk kak buat Author, Terima kasih 😘💕...

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2