KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
MALAM PETAKA!!!


__ADS_3

Bruugh...


Zahra terjatuh karena berusaha melarikan diri, anak buah Steven Dixon sudah berjaga di semua sudut gedung kosong itu. Zahra berhasil melepaskan ikatan yang ada di tangan nya, tapi mendadak perutnya terasa sakit. Zahra hampir saja berteriak merasakan kontraksi yang ia rasakan.


Tahan ya nak, maafkan ibu tak bisa menajagamu dengan baik. Tolong bantu ibu untuk melarikan diri dari tempat ini, ibu berjanji tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi denganmu. Batin Zahra seraya mengusap perutnya.


Beberapa anak buah Steven berjalan ke berbagai sudut ruangan, mereka ditugaskan untuk memantau keadaan. Lalu terdengar suara lelaki yang berteriak, jika sandera mereka telah lepas. Semua orang sangat panik dan berlarian ke berbagai arah, untuk menemukan keberadaan Zahra. Sadar jika posisinya semakin terancam, Zahra bersembunyi di dalam toren air yang sedang di isi air. Semua anak buah Steven kalang kabut mencari sandera mereka. Tak ada satupun dari mereka yang berhasil menemukan Zahra. Salah satu dari mereka adalah tangan kanan Steven, orang kepercayaan yang diminta untuk mengawasi Zahra.


"Dasar bodoh! Cepat temukan wanita itu bagaimanapun caranya! Jika bos besar sampai mengetahui semua ini, nyawa kita bisa terancam!." Serunya dengan wajah panik.


Semua orang berpencar ke berbagai arah. Satu tujuan mereka, menemukan Zahra dimanapun berada. Toren air yang sedang di isi air itu mulai penuh, Zahra berjinjit supaya ia tak tenggelam di dalam sana. Tapi usahanya sia-sia saja, air itu semakin naik ke atas. Tubuh Zahra perlahan tenggelam karena kakinya tak dapat menapak ke dasar toren lagi. Karena tak pandai berenang, Zahra mulai kehilangan keseimbangan, ia kehabisan nafas dan berusaha keluar dari dalam toren penuh air itu. Hingga suara berisik dari dalam toren air itu terdengar oleh para penjahat. Salah satu dari mereka berusaha memastikan suara apa yang didengar nya. Penjahat itu melotot ketika melihat sandera nya berada di dal toren air itu. Ia berteriak memanggil kelompoknya, dua orang dari mereka masuk ke dalam toren air, dan berusaha mengeluarkan Zahra. Tapi Zahra terus berontak fan membuat mereka kesusahan untuk menolongnya.


"Tenanglah kami akan membantumu keluar dari sini, jangan banyak bergerak jika kau ingin segera keluar dari air yang akan menenggelamkan mu!." Bentak penjahat itu.

__ADS_1


Sontak saja Zahra diam dan mencerna ucapan penjahat itu, dan baru ia sadari jika mereka memang ingin mengeluarkan nya dari toren air yang akan membunuhnya.


Tubuh Zahra basah kuyup, ia menggigil kedinginan. Tapi mereka kembali menahannya dalam gudang yang terkunci. Perutnya yang semula sakit kini tak terasa, tapi sesuatu mengalir di sela-sela kedua kaki nya. Darah segar berwarna merah pekat terlihat membasahi lantai gudang itu. Zahra terkejut dan meminta pertolongan, tapi salah satu dari penjahat itu tak kunjung masuk ke dalam gudang. Hingga akhirnya Zahra jatuh pingsan karena kehabisan darah.


"Apakah kalian sudah melakukan perintahku dengan baik? Dimana wanita itu sekarang?." Tanya Steven yang baru saja datang ke tempat penyekapan.


"Wanita itu ada di gudang bos, tadi sempat ada masalah, wanita itu ingin melarikan diri tapi kami berhasil menangkap nya kembali."


"Sialan! Kalian apakan wanita ini sampai mengeluarkan darah sebanyak ini, cepat bawa dia pergi ke bidan desa. Jangan sampai ada yang mencurigai kalian, setelah itu tinggalkan saja wanita ini disana. Tak perlu meninggalkan jejak lagi, aku rasa sudah cukup permainan ini. Penerus keluarga Hadinata sudah pasti tiada di dalam rahim ibunya, dan hanya keturunan ku saja yang akan mewarisi kekayaan bisnis mereka." Steven berkata dengan sombongnya, tanpa ia tau Rafael memiliki seorang putra yang tak diketahui banyak orang.


Beberapa anak buah Steven Dixon membawa Zahra ke bidan desa, mereka menggeletakan Zahra di depan pintu begitu saja. Lalu mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu. Karena mendengar suara mesin mobil di malam hari, bidan yang membuka praktek di rumah nya itu penasaran. Bidan membuka tirai jendelanya dan melihat sebuah mobil baru saja keluar dari halaman rumahnya.


Kenapa mobil itu datang kesini malam-malam begini ya, batin sang bidan dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Kemudian pandangan matanya teralihkan, dengan sesosok wanita yang tergeletak di depan pintu rumahnya. Dengan panik bidan yang bernama Marni itu berjalan tergesa-gesa, ia membuka pintu rumahnya dan sangat terkejut ketika melihat wanita yang tak sadarkan diri itu pingsan dengan bekas darah yang mengering di sela-sela kaki nya.


"Astaga... Tolong... Siapapun tolong sayaa!." Seru bidan Marni dengan peluh yang membasahi keningnya.


Tetangga sebelah rumahnya keluar dan mendatangi bidan Marni, mereka tak kalah terkejutnya melihat seorang wanita tak sadarkan diri di depan pintu rumah bidan desa. Dengan segera mereka membawa Zahra masuk ke rumah bidan Marni, dan bidan itu bergegas memeriksa kondisi Zahra.


...Apa yang terjadi selanjutnya? ditunggu dengan memberikan motivasi pada author yuk, berikan Like dan komentar yang positif, dan berikan Gift atau Vote nya,supaya aku semakin bersemangat, terima kasih all 😉💕...


...Bersambung....


Hai aku punya referensi cerita yang bagus buat kalian, yuk baca novel dari author kece ini, dijamin ketagihan bacanya 😉


__ADS_1


__ADS_2