Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Daddy Minta Maaf


__ADS_3

Semalaman Val tidak bisa tidur karena sakit kepalanya kambuh. Wanita itu baru saja tidur setelah subuh. Mario mengerjapkan matanya hingga terbuka sempurna. Ia tersenyum melihat sang istri masih tidur dengan nyaman. Perlahan Mario mengecup bibir istrinya kemudian melepaskan pelukan. Pria itu akan menyuruh anaknya bersiap untuk ke sekolah.


"Pagi Dad."


"Pagi. Kalian langsung sarapan terus berangkat."


"Mommy mana Dad?"


"Mommy masih tidur karna semalaman nggak tidur gara gara kepalanya sakit lagi."


"Kasihan. Kita lihat Mom dulu."


"Nggak usah. Kalian sarapan aja. Nanti Mom kebangun lagi kalo kalian kesana."


"Yasudah."


"Susunya jangan lupa diminum. Dad balik ke kamar dulu ya."


"Iya."


"Mommy kok masih sakit aja kak? kecelakaannya sudah tiga bulan lebih. Harusnya keadaan Mom udah baik baik aja dong."


"Kamu belum tau?"


"Apa?"


"Mom memang nggak bisa sembuh total. Mom mengalami cedera otak parah. Jadi rasa sakit itu bisa muncul sewaktu waktu."


"Kok kak Ved sama kak Veer tau aku nggak tau."


"Mungkin Mom sama Dad nggak mau kamu khawatir dan sedih. Kamu kan anak cewek dek. Jadi mudah tersentuh."


"Apapun alasannya Van juga berhak tau. Van juga mau Mom berbagi rasa sakitnya sama Van. Kasihan Mom." Kata Gadis itu sedih.


"Sudah. Habiskan sarapannya. Kita nanti telat." Kata Ved bersikap dewasa pada adik adiknya.


Mario kembali ke kamar. Pria itu menaruh sarapannya di atas meja. Val belum juga bangun. Ia kembali lagi ke ranjang dan memeluk istrinya.


"Dad."


"Iya. Sayang. Masih sakit?"


"Tidak terlalu."


"Kamu lanjut tidur aja."


"Anak anak gimana?"


"Mereka sudah aku suruh sarapan dan berangkat. Aku juga kasih tau sama mereka kalo kamu masih sakit jadi jangan diganggu."


"Kamu nggak ke kantor?"


"Enggak. Aku jagain kamu."


"Aku nggak papa Dad. Daddy ke kantor aja."


"Nggak. Aku maunya disini jagain kamu."


"Hm. Baiklah."


"Kamu tidur lagi aja. Atau mau sarapan dulu?"


"Daddy aja. Aku masih ngantuk."


"Yasudah kamu tidur lagi. Aku peluk."


Beberapa menit kemudian Val sudah tertidur pulas dalam pelukan suaminya. Panggilan masuk di ponsel Mario. Pria itu mengumpat kesal karena takut mengganggu tidur Istrinya. Perlahan tangannya bergerak meraih benda pipih itu di atas nakas.


"Ada apa?" Jawabnya sambil berbisik.


"Tidak ke kantor Bos?"


"Sialan. Ganggu aja. Istriku masih tidur. Ngapain sih telpon segala?"


"Tumben Val jam segini masih tidur. Kamu nggak biarin dia istirahat ya?"


"Bukan. Sakit kepalanya kambuh lagi."

__ADS_1


"Oh. Yaudah."


"Hm." Jawabnya langsung mengakhiri panggilannya.


"Siapa Dad?"


"Frans. Maaf ya berisik. Bikin kamu kebangun."


"em...Aku udah nggak bisa tidur lagi."


"Maaf."


"Ga Papa."


"Masih sakit?"


"Sudah enggak."


"Sarapan ya..."


"Iya. Aku cuci muka dulu."


"Aku bantu."


"Nggak usah. Aku bisa sendiri."


"Aku bantu." Mario menatap tajam istrinya.


Val dan Mario tengah berdebat di kamar mandi. Pria itu tak mau mengalah pada sang istri.


"Aku bisa sendiri Dad. Aku bisa cuci muka sendiri. Nggak perlu kamu bantu kaya gini." Kesal Val karena Mario menyabuni wajahnya.


"Diam. Nanti busanya masuk ke mulut kamu kalo kamu ngomel ngomel terus."


"Ih. Daddy nyebelin." Pria itu hanya tersenyum melihat istrinya yang tak berhenti mengoceh. Dengan hati hati Ia membasuh wajah Val dengan air dan mengelapnya menggunakan tissue.


"Dah selesai. Ayo sarapan. Kamu harus minum obat juga." Katanya sambil menggandeng tangan Val untuk segera berjalan.


Sepasang suami istri terpaut usia yang jauh itu sedang menikmati sarapannya sepiring berdua.


"Nggak mau pake itu."


"Asem banget."


"Masa sih? Aku makan nggak."


"Iya. Orang kamu suapin ke aku tadi asem."


"Yaudah. Strawberry mau?"


"Boleh." Mario menyuapi istrinya potongan strawberry.


Selesai mandi Mario mengajak Val jalan jalan di belakang agar tidak bosan. Pria itu menggenggam tangan Istrinya tak mau melepaskan.


"Anak anak telpon."


"Angkat."


"Iya."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Keadaan Mom gimana Dad?"


"Mom udah baikan. Ini Mom lagi jalan jalan di belakang." Sahut Val.


"Oh. Jangan capek capek Mom."


"Iya."


"Udah ya. Daddy tutup. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


"Ganggu aja."

__ADS_1


"Daddy sama anak sendiri kok begitu."


"Biarin. Mereka sampai di rumah nanti kan juga bakal tau kabar kamu. Pake telpon segala."


"Namanya juga orang khawatir."


"Ayo masuk. Udah lama kita jalan jalannya."


"Baru juga 10 menit. Nanti dulu. Aku masih pengen."


"Lima menit."


"Ih. Daddy keterlaluan."


"Jangan kecapean."


"Aku nggak capek."


"Rambutannya nggak berbuah ya Dad?"


"Kan lagi nggak musimnya."


"Oh. Di kebun ada buah apa Aya yang bisa di petik."


"Nggak ada. Ayo masuk."


"Nanti dulu."


"Masuk." Mario menarik tangan istrinya dengan paksa.


Makan siang baru saja usai. Val dan anak anaknya sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Mom kok nggak cerita sama Van."


"Cerita apa sayang?" Tanya Val di tengah pelukan anak anaknya


"Kalo Mom harus sakit kepala terus karena kecelakaan itu. Van kan juga anak Mom. Kenapa Van nggak tau."


"Mom nggak mau Van khawatir."


"Tapi Van juga berhak tau."


"Iya Maaf."


"Lain kali jangan ada rahasia lagi ya Mom."


"Iya."


"Daddy kasih makan ikan daritadi nggak selesai selesai."


"Sebentar yang satunya lagi belum. Kalian di suruh juga nggak mau."


"Bukannya nggak mau. Daddy aja yang nggak percaya sama kita. Kalo Daddy nyuruh kita kan selalu nggak jadi."


"Iya. Soalnya kalian suka ngawur. Nanti ikan ikan mahal Daddy bisa mati di tangan kalian."


"Daddy nggak ada kepikiran buat ikut berenang di dalam?"


Mario menatap anaknya tidak percaya.


"Kenapa kalian tanya begitu?"


"Ya kali aja Daddy mau semakin dekat sama ikan kesayangan Daddy."


"Daddy masih waras. Nggak mungkin Daddy berenang di dalam."


"Yah. Mom ketiduran." Keluh mereka melihat Val sudah tertidur pulas di sofa. Mario segera turun dari tangga dan membenarkan posisi tidur istrinya.


"Mom cepet banget tidurnya."


"Habis minum obat bawaannya ngantuk."


"Dad. Memangnya Mom nggak bisa sembuh total ya?"


"Nggak. Mom nggak bisa sembuh total." Kata Mario sambil mengusap lembut pipi istrinya.


"Kasihan. Sakit di paru parunya tidak bisa pulih mom sudah menderita lagi seperti ini."

__ADS_1


"Ini gara gara Daddy. Daddy minta Maaf. Kalo bisa Daddy mau gantikan Mom."


"Semuanya takdir Dad. Kita pengen orang yang kita sayang baik baik saja. Tapi Tuhan punya rencana lain." Kata Ved sambil menggenggam tangan Val.


__ADS_2