Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Istri Galak Amat


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan Val tinggal di mansion Mario. Dengan seribu cara pria itu akhirnya berhasil menjadikan Val sebagai Nyonya Mario. Pernikahan dilakukan secara cepat dan tertutup. Yang penting sah. Itulah yang ada di otak Mario saat ini. Pria itu dengan senyum yang tak pernah pudar menghampiri sang istri yang tengah membersihkan wajahnya di depan meja rias. Mario tau Val belum menerimanya. Namun Ia akan membuat Val membalas cintanya yang tulus.


"Ada apa?" Tanya Val saat pria itu memeluknya dari belakang.


"Bukankah ini malam pertama kita?"


"Umur aku masih 16 Om. Om tega memperkosa aku? Aku belum siap untuk itu."


"Baiklah aku akan menunggu sampai kamu siap." Kata Mario mengecup pucuk kepala istrinya. Pria itu tak ingin menyakiti hati Val. Oleh karena itu sebisa mungkin Ia akan menahan hasratnya.


Keduanya duduk saling berhadapan ditemani dua cangkir teh yang masih hangat.


"Mau ngapain?"


"Mau duduk di samping kamu By." Pria itu mulai mengubah panggilannya.


"Tetap disitu aku mau ngomong penting."


"Ya kalo penting harus duduknya dekat kan biar jelas."


"Enggak. Duduk disitu aja."


"Baiklah. Baiklah. Istri galak amat."


Val menyerahkan satu lembar kertas di meja lengkap dengan pena. Gadis itu tampak lebih dewasa dari sebelumnya. Duduk tegap begitu anggun dan berwibawa.


"Ini apa By?"


"Baca dulu dan tandatangani." Kata Val sambil menyesap tehnya.


Mario membacanya dengan teliti. Ternyata itu adalah sebuah perjanjian pernikahan di antara keduanya.


"Om hanya ingin menikah dengan aku kan? Jadi, aku memutuskan untuk membuat perjanjian ini. Om pernah bilang jika aku menjadi istri Om hidup aku akan bebas. Surat perjanjian itu adalah saksi atas ucapan Om. Harus ada hitam diatas putih ketika kita membuat kesepakatan. Benar bukan?"


"Iya. Tapi aku mau bahas tentang beberapa poin. Yang pertama, Aku agak keberatan dengan maksud jangan sentuh. Yang kedua, bebas keluar rumah dan mengurus bisnis. Yang ketiga, jika tidak ada kecocokan dan rasa tidak nyaman boleh protes. Yang keempat, tidur terpisah."


"Biar aku jelaskan. Yang pertama Om jangan meminta hak Om dulu sebelum aku siap. Om sudah bilang itu."


"Ok."


"Yang kedua. Aku akan tetap mengurus bisnis aku secara langsung tanpa melupakan kewajibanku sebagai seorang istri yaitu menyiapkan baju dan sarapan."


"Yang ketiga. Jika aku atau Om nanti merasa tidak nyaman boleh protes."


"Yang keempat. Kita tidur di kamar yang berbeda."


"Untuk yang keempat aku tidak setuju. Kita suami istri kenapa harus tidur di tempat yang terpisah. Aku nggak mau."


"Baiklah hapus saja yang keempat. Lalu tandatangani."

__ADS_1


"Sebentar aku juga punya syarat. Kamu boleh urus bisnis asalkan pulang tidak lewat dari jam 2 siang."


"Baiklah baiklah."


"Ok." Mario menandatangani perjanjian itu.


Val merasa hidupnya bebas meskipun terikat oleh pernikahan yang tidak Ia kehendaki. Gadis itu baru saja berkunjung ke rumah orang tuanya untuk mengambil beberapa barang. Kini Ia sudah menjadi istri Mario dan mau tidak mau Val harus tinggal di mansion pria itu.


"Astaga. Bikin kaget aja."


"Kamu darimana By?" Tanya Mario dengan suara serak. Pria itu baru saja bangun tidur.


"Dari rumah Mami. Tadi kan sudah pamitan."


"Makan yuk. Aku lapar. Aku pengen masakan kamu."


"Iya aku buatin. Cuci muka dulu sana."


"Iya." Mario langsung bergegas menuju kamarnya untuk mencuci muka.


Val tengah sibuk memasak beberapa makanan di dapur. Gadis itu tampak cekatan membuat berbagai hidangan. Tangannya sedaritadi tak berhenti memotong mencampur dan menata secara bergantian.


"Butuh bantuan By?" Kata Mario yang baru datang.


"Enggak. Om duduk aja. Nanti malah ribet kalo dibantu."


Semua hidangan sudah tersaji di meja. Mulai dari menu yang pertama, Cassoulet sajian yang terbuat dari sosis dan kacang putih yang dimasak dalam satu panci.


Kedua, Crème Brulee terbuat dari campuran vanilla, susu, dan buah-buahan, dengan tektur yang lembut.


Yang terakhir adalah Beef Bourguignon adalah sajian dengan bahan dasar daging sapi.


Mario tampak bersemangat melihat masakan yang dibuatkan oleh istrinya.


"Mau coba yang mana?"


"Terserah kamu By. Semuanya enak."


"Makan ini dulu." Val mengambilkan Beef Bourguignon untuk suaminya.


"Suapi."


"Haish. Iya iya." Val mulai memotong daging dan menyuapkannya pada Mario.


"Enak."


"Mau coba yang lain?"


"Iya. Boleh."

__ADS_1


Val mengambilkan Cassoulet dan menyuapkannya pada sang suami.


"Masakan kamu semuanya enak. Kalo aku belum pulang makan siang kamu mau kan antar makan siang buat aku."


"Ya. Boleh."


"Makasih By." Mario memeluk istrinya erat.


"Ih Om. Pipi aku kena makanan nih." Keluh Val karena sendok yang Ia pegang mengenai pipinya karena ulah sang suami.


"Maaf By." Mario langsung menjilat pipi istrinya.


"Dasar jorok." Kata Val mencubit lengan Mario.


Mario merasa bahagia hidup dengan Val sebagai pasangan yang sah secara hukum dan agama. Begitu nyaman dengan kehadiran gadis itu dalam hidupnya. Ia yang benci dengan kebisingan sekarang menjadi lebih terbiasa. Kehidupan remaja istrinya sangat active. Seperti sekarang di sore hari yang masih terasa panas Val asyik bermain basket di lapangan belakang. Istrinya begitu **** dengan baju basketnya. Rambut sebahunya diikat menampilkan leher jenjang yang menggoda. Mario menelan ludah dan menahan hasratnya susah payah. Pria itu tiba tiba datang dan memeluk Val yang sibuk mendribble bola.


"Om ngapain?"


"Bawain kamu minum. Duduk dulu yuk."


"Iya." Val dan Mario duduk di bangku yang tak jauh dari sana.


"Minum dulu."


"Makasih." Val langsung minum. Mario memperhatikan istrinya yang begitu menggoda. Apalagi dengan keringat yang mengalir di dahi Val. Mario menyeka keringat istrinya dengan handuk kecil yang Ia bawa.


"Jalan jalan yuk Om."


"Kemana?"


"Kemana kek. Masa dirumah aja. Bosen tau."


"Kita ke Mall Om aja."


"Boleh deh. Aku mandi dulu kalo gitu."


"Nanti atau besok aja. Kamu nggak capek apa?"


"Nggak. Nanti ya."


"Iya."


"Makasih Om."


"Sama sama." Mario memeluk istrinya.


"Jangan peluk peluk aku keringetan."


"Gapapa" Mario tak mau melepaskan pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2