Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Part 2 (Bikin kecewa)


__ADS_3

Valerie tengah membaca majalah di ruang tengah. Wanita itu punya waktu bersantai saat anak anak pergi ke sekolah dan suaminya sedang bekerja. Tidak ada yang mengganggu dengan sikap manja mereka. Baru saja hendak beranjak untuk mengambil minum, suara ponselnya membuat wanita tiga anak itu duduk kembali.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Sayang. Aku jemput kamu ya."


"Memangnya kenapa Mas?"


"Aku dapat laporan katanya si kembar di panggil di ruang BK."


"Astaga. Biar aku aja yang datang. Kamu lanjut kerjanya."


"Ini aku udah selesai. Kita kesana. Aku jemput kamu."


"Iya Deh. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mario langsung menghampiri istrinya ke kamar. Ia akan mengganti bajunya terlebih dahulu sebelum berangkat.


"Kata gurunya kenapa Mas?" Tanya Val sambil duduk menunggu suaminya.


"Katanya mereka bolos dua hari."


"Lah. Kok bisa. Mereka berangkat sekolah kok. Bahkan pak supir antar sampai sekolah."


"Nggak tau juga. Makanya kita kesana biar jelas."


Mario sudah selesai langsung menggandeng tangan istrinya untuk segera berangkat.


"Pakai ini." Kata Pria itu memberi masker pada Val sebelum turun dari mobil.


"Memangnya kenapa?"


"Banyak guru Muda. Aku nggak mau ya kamu jadi pusat perhatian."


"Duh Dad. Gausah. Ayo cepat. Mereka pasti udah nunggu di dalam."


"Pakai By."


Valerie cemberut kemudian mengecup bibir suaminya agar luluh.


"Gamau." Katanya langsung turun dari mobil.


Pria itu tak berhenti merangkul pinggang sang istri. Mario mau menunjukkan pada semua orang jika Val adalah miliknya. Berjalan cukup jauh keduanya langsung memasuki ruang BK.


"Assalamualaikum." Kata Val memasuki ruangan bersama suaminya.


"Waalaikumsalam. Silakan masuk Tuan, Nyonya." Kata Guru wanita paruh baya mempersilahkan keduanya.


"Terimakasih Bu." Jawab Val ramah.


Mereka telah duduk bersama. Ada guru BK, Val, Mario dan kedua anaknya.


"Begini Bu. Ved dan Veer bolos selama dua hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu kemarin. Saya pikir mereka sakit atau izin tapi ternyata tidak. Mereka tidak menyertakan surat apapun."


"Begini Bu. Sepertinya ada kesalahan disini. Mereka di antar pak supir sampai di sekolah. Kedua anak saya sepertinya bolos saat sudah sampai di sekolah."


"Sepertinya begitu Bu. Lalu ada lagi yang ingin saya sampaikan. Kedua anak Ibu dan Bapak nilainya menurun drastis akhir akhir ini. Mereka sering tidak mengerjakan tugas dan nilai ujiannya juga merosot. Padahal mereka sangat pintar. Apakah ada masalah yang membuat mereka seperti ini?"

__ADS_1


"Sayang. Mom tanya sama kalian. Kalian kenapa? ada masalah?"


Keduanya hanya menggeleng sambil menunduk.


"Daritadi saya tanya juga begitu Bu."


"Baiklah. Saya akan bicara sama mereka saat dirumah. Maaf ya Bu atas sikap anak saya dan terimakasih sudah di tegur."


"Sama sama Bu."


Mereka dalam perjalanan pulang. Tidak ada obrolan di dalam mobil. Semuanya diam. Ved dan Veer juga tak berani bicara melihat kekecewaan Mommynya.


"Kita Jemput Van sekalian Dad."


"Iya."


"Memangnya Van sudah waktunya pulang?"


"Sudah." Jawab Val fokus menatap keluar jendela.


"Mom." Panggil Ved dan Veer setelah masuk ke dalam rumah.


"Kalian mandi, sholat terus makan. Setelah ini Mom akan bicara sama kalian."


"Baik Mom." Jawabnya patuh. Val memijit pelipisnya yang berdenyut. Padahal Ia sudah mendidik anaknya dengan baik. Tapi kenapa anak lelakinya seperti itu.


"Dad."


"Iya Sayang."


"Aku salah didik mereka ya?"


"Enggak. Kamu udah didik mereka dengan baik kok."


"Ya mungkin karna pergaulan di luar juga bisa. Kita kan nggak awasi mereka 24 jam. Kalo teman sekolah mereka begitu otomatis mereka juga akan ikut ikutan. Dah kamu tenang ya. Jangan dipikirkan terlalu berat. Nanti akan berpengaruh sama kesehatan kamu." Mario memeluk untuk menenangkan istrinya.


Ved dan Veer sudah duduk di hadapan Mommy dan Daddynya.


"Siapa yang ajarin kalian begitu?" Tanya Mario sedikit membentak.


"Kami..."


"Bicara yang jelas. Daddy capek daritadi tanya kalian mulu tapi kalian berbelit belit jawabnya. Kenapa kalian bolos? kenapa nilai kalian bisa turun begini? bikin malu orang tua aja. Apa pernah Mom sama Dad ajarin kalian bohong?"


"Enggak Dad. Kami minta maaf."


"Kalian nggak mau ngaku?"


"Mau Mom. Sebenarnya kita bolos buat ikut teman kita. Mereka sekolah di sekolah rakyat dekat rel kereta api."


"Oh. Terus yang nilai kalian turun itu?"


"Maaf Mom. Kami lalai. Lain kali kami janji nggak akan ulangi lagi." Kedua berlutut di depan Val untuk meminta maaf.


"Sini sini." Valerie memeluk anak anaknya.


"Lain kali jangan diulangi lagi."


"Iya Mom. Kami minta maaf." Katanya penuh penyesalan sambil membalas pelukan Val dengan hangat.

__ADS_1


"Perbaiki nilai kalian. Kasian Dad udah kerja keras buat kalian tapi kalian lalai begini."


"Iya Mom. Dad kami minta maaf."


"Hm." Jawab Mario cuek. Sebenarnya Ia tak memusingkan tingkah polah anaknya. Ia hanya kasihan pada Val yang sudah bekerja keras mendidik mereka namun anaknya seperti ini. Semua yang Mario lakukan tadi semata mata hanya untuk membela istrinya.


"Lain kali ajak Mom berkunjung ke sekolah teman kamu."


"Mom."


"By." Kata mereka bersamaan.


"Mom serius?"


"By. Jangan macam macam."


"Nggak papa Dad. Aku cuman pengen lihat aja." "Tempatnya kotor Mom."


"Iya Mom. Tempatnya kotor. Nanti Mom malah sakit kalo ikut kita kesana."


"Iya By. Kamu nggak usah aneh aneh deh. Kamu denger sendiri kan kalo tempatnya kotor. Nggak usah datang."


"Nggak papa Dad." Val menggenggam tangan suaminya untuk meyakinkan.


Valerie menghampiri Van yang tengah berada di kamar.


"Mom." Gadis itu langsung berdiri memeluk Mommynya.


"Kakak kenapa Mom?"


"Nggak papa. Nila mereka turu aja. Kamu lagi apa sayang?"


"Lagi baca cerpen."


"Oh."


"Mom temani Van ya."


"Iya."


Val mengelus lembut kepala Van yang tengah tidur sambil memeluknya.


"Mom."


"Ya sayang."


"Nanti sore jalan jalan ya."


"Iya. Tapi tanya Daddy dulu."


"Iya Mom."


Mario uring-uringan mencari keberadaan istrinya.


"Dad kenapa?"


"Mom dimana?"


"Dikamar Van."

__ADS_1


"Ok." Mario langsung bergegas menuju kamar anak gadisnya.


Ia mendapati Val sudah tertidur pulas. Perlahan Ia menyingkirkan tangan Van dan menggendong Val untuk dibawa ke kamar. Mario membaringkan istrinya dengan hari hari di ranjang. Ia melepas jilbab Val dan ikut berbaring sambil memeluk wanita itu.


__ADS_2