Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Kirain Udah Dapat Hidayah


__ADS_3

Val sudah tampil cantik dengan gamisnya. Ia tinggal menunggu suaminya yang sedaritadi belum juga keluar.


"Ayo berangkat." Kata Mario sambil memakai pecinya.


"Daddy lama."


"Daddy kan masih dandan biar ganteng. Biar Mom nggak kecantol cowok lain."


"Apaan sih. Ayo berangkat."


"Iya." Mario menggandeng tangan istrinya.


Pengajian diadakan di masjid kompleks. Semua warga akan datang memenuhi undangan.


"By nanti kamu harus sama aku terus."


"Ya nggak bisa dong. Tempat duduknya laki laki sama perempuan kan dipisah."


"Kamu jangan lirik kemana mana." Kata Mario memperingati istrinya.


"Apaan sih? aku kan nggak gitu."


"Iya. Kamu masuk dulu sama Van." Mario mengecup kening istrinya tiba tiba.


"Gatau malu. Disini kan rame." Gerutu Val.


"Biarin." Mario tidak peduli.


Val mengajak Van masuk ke dalam masjid dan duduk di tempat yang sudah disediakan.


"Bu Valerie sama Nak Vaness." Sapa salah satu tetangganya.


"Iya Ibu Ida. Cium tangan Ibunya nak." Kata Val pada anak gadisnya.


"Pinternya." Kata Bu Ida melihat kesopanan Van.


"Bu Valerie bagaimana? Sudah sembuh?"


"Alhamdulillah sudah Bu."


"Syukurlah kalo gitu."

__ADS_1


"Ibu sendiri saja. Ana mana Bu?"


"Ah dia sedang datang bulan di rumah. Perut nya kram katanya. Jadi nggak bisa datang."


"Oh. Biasanya di Kompres pakai air hangat Bu."


"Iya. Dia minum obat juga kok."


"Ibu Valerie sama Van saja?"


"Tidak. Sama suami dan anak kembar saya juga. Mereka ada di tempat laki laki."


"Oh."


Mereka mengobrol cukup lama hingga acara pengajian pun dimulai. Ustadz mulai berbicara pada pokok pembahasan setelah acara pembukaan selesai.


"Kali ini topik pembahasan kita adalah cemburu. cemburu atau Al Ghirah merupakan fitrah manusia yang bisa datang kapan saja. Dalam sebuah rumah tangga, rasa cemburu terhadap pasangan bisa dikatakan wajar. Jika rasa cemburu itu tidak ada, justru menjadi hal yang sangat dikhawatirkan. Kenapa? Sebab bisa jadi pasangan ternyata tidak memiliki rasa kasih dan sayang yang sebenarnya.


Perasaan cemburu biasanya paling besar ditampilkan oleh kaum Hawa. Dalam kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pun rasa cemburu kerap diperlihatkan oleh istri Nabi. Terutama bagi Ummu Aisyah yang memang memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibandingkan istri-istri Nabi lainnya.


Cemburu yang tercela adalah cemburu yang berada pada kondisi kejiwaan yang hina dan yang tidak dikekang oleh ketentuan-ketentuan syariat. Maka tidak heran jika pelakunya terseret pada kebinasaan.


Contohnya, rasa cemburu seorang istri yang berlebihan kepada suaminya atau sebaliknya. Sehingga di dalam dirinya hanya terdapat zhan (prasangka) negatif (suuzan) terhadap suami atau istrinya yang tidak bisa ditawar dan seakan-akan tidak ada keraguan lagi.


Ada jenis cemburu yang dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala, adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak dilandasi keraguan." (Sunan Al Baihaqi: 7/308)


Cemburu karena karena hawa nafsu dan tanpa bukti dapat menghancurkan rumah tangga yang rapuh. Seorang Muslim dan Muslimah yang bertakwa akan menjaga lisannya dari membicarakan hal-hal yang diharamkan akibat kecemburuan yang disebabkan oleh zhan." Kata ustadz panjang lebar.


"Untuk saudara yang ingin bertanya di persilahkan." Kata Pembawa acara.


Mario mengangkat tangannya ingin menanyakan perihal sang istri yang tidak pernah cemburu padanya.


"Silahkan mengajukan pertanyaan."


"Begini ustadz. Bagaimana jika seorang istri tidak cemburu pada suaminya? Soalnya istri saya nggak pernah cemburu sama saya ustadz."


Val tau betul itu suaminya. Ia begitu malu, Sementara orang orang yang ada di sekitarnya hanya tersenyum melihat Val.


"Baiklah. Pertanyaan yang bagus. TIDAK BOLEHKAH CEMBURU? Barangkali, di antara para isteri ada yang membantah dan berkata, adalah kebodohon apabila seorang isteri tidak memiliki rasa cemburu pada suaminya, padahal cemburu ini merupakan ungkapan cintanya kepada suaminya, sekaligus sebagai bumbu penyedap yang bisa menimbulkan keharmonisan, kemesraan dan kepuasan batin dalam kehidupan rumah tangga.


Ya, benar! Itu memang benar. Akan tetapi, apakah pantas bagi seorang isteri yang berakal sehat, jika ia tenggelam dalam rasa cemburunya, sehingga menenggelamkan bahtera kehidupan rumah tangganya, Memang sangat tipis, perbedaan antara yang benar dengan yang salah, antara yang sakit dengan yang sehat, antara cemburu yang penuh dengan kemesraan dengan cemburu yang membakar dan menyakitkan hati dikarenakan penyakit kejiwaan yang berat. Namun, tetap ada perbedaan antara cemburu dalam rangka membela kehormatan diri dan kelembutan karena didasari rasa cinta kepada suami, dengan cemburu yang merusak dan membinasakan. Kalau begitu, cemburulah wahai para isteri, dengan kecemburuan yang membahagiakan suamimu, dan menampakkan ketulusan cintamu kepadanya! Tetapi hindarilah kecemburuan yang merusak dan menghancurkan keluargamu. Cemburulah demi memelihara harga diri dan kehormatan suami. Dan lebih utama lagi, cemburu untuk membela agama Allah." Jelas ustadz membuat Mario dan semua orang mengangguk paham.

__ADS_1


Mario menggandeng tangan istrinya di sepanjang perjalanan.


"Kenapa diam Dad?"


"Ah tidak. Kamu benar Sayang. Rasa cemburu itu tidak boleh berlebihan."


"Kan sudah aku bilang dari dulu."


"Tapi aku tatap tidak bisa kalo harus santai dan tenang seperti kamu."


"Lah. Tadi katanya sudah paham."


"Iya. Tapi kalo dipikir pikir orang mana yang nggak cemburu liat istrinya ngobrol sama pria lain."


'Kirain udah dapat hidayah.' Batin Val mengira suaminya akan sadar ketika sudah mendengar ceramah.


"By." Mario merengek manja di pundak istrinya yang sedang fokus membaca buku.


"Apa?"


"Aku udah puasa lama semenjak kamu sakit. Aku nggak tahan lagi. Masa kamu tega lihat aku tersiksa. Boleh ya..."


"Iya." Val menutup bukunya dan menaruh di atas nakas.


Mario tersenyum kemudian mencium bibir istrinya dengan rakus. Ia membaringkan Val perlahan agar tidak menyakitinya. Ia membuka pakaian nya dan pakaian sang istri sampai tidak ada penghalang diantara keduanya.


Mario meraba dua bekas luka sang istri.


"Pasti sangat sakit waktu itu. Aku minta maaf."


"Sudah sembuh. Jangan diingat."


Mario mengangguk dan tersenyum.


"Aku akan pelan." Pria itu mau mengecupi seluruh tubuh istrinya dan meninggalkan jejak kemerahan.


Ia memasukkan miliknya dan memompanya dengan pelan. Suara erangan dan ******* memenuhi ruangan. Keringat membasahi keduanya menjadi saksi percintaan mereka.


"Ah...By....Aku mencintaimu." Kata Mario dengan nafas terengah engah. Mario tidak pernah puas selalu ingin lagi dan lagi. Tubuh candu istrinya begitu Ia rindukan.


Pukul satu malam kegiatan mereka baru saja selesai. Mario membawa Val dalam dekapannya. Ia mengecup kening istrinya

__ADS_1


"Terimakasih istriku. Aku mencintaimu." Katanya membelai wajah cantik Val yang tengah tertidur dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2