Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Banyak Trik


__ADS_3

Val sedaritadi tengah sibuk dengan laptopnya. Wanita itu sangat fokus sampai mengabaikan Mario yang tengah memeluknya sedari tadi.


"Kamu lagi ngapain sih? Lama banget." Tanya Mario yang merasa di cuekin sama sang istri.


"Lagi bikin desain buku menu buat di restoran. Jangan peluk peluk Dad. Berat kamu."


"Nggak mau."


"Ih. Aku susah ini mau gerak. Kamu minggir sebentar deh.


"Ga mau."


"Yaudah. Biar nggak selesai selesai sampai nanti."


"Iya iya." Kata Pria itu langsung melepaskan pelukannya. Mario akan mengalah agar pekerjaan istrinya cepat selesai.


"Ngapain nggak suruh pegawai kamu aja sih?"


"Lagi pengen bikin sendiri."


"Masih lama ya?"


"Sebentar lagi." Jawab Val tanpa menoleh pada Suaminya.


Setelah beberapa menit berlalu. Val telah menyelesaikan desain buku menu untuk restoran. Begitu elegan dengan warna hitam dan silver.


"Dah selesai. Udah aku kirim biar di cetak." Kata Val sambil menutup laptopnya.


"Ayo tidur."


"Daddy. Ini baru jam 9 ngajak tidur."


"Aku ngantuk." Katanya sambil memeluk manja sang Istri.


"Aku nggak. Kalo kamu ngantuk tidur sendiri sana."


"Mom."


"Kalian habis darimana basah begitu?" Tanya Val pada ketiga anaknya.


"Kita dari kebun Mom."


"Main air ya...?"


"Awalnya sih enggak. Tapi Veer duluan yang bikin ulah."


"Kok aku." Katanya tidak terima.


"Yang semprot Van pakai selang air kan kakak."


"Iya tapi kan..."


"Sudah. Mandi sana. Nanti kalian masuk angin."


"Iya Mom."


"Ada ada aja." Gumam Val melihat kepergian mereka.


Val dan Mario sedang berada di dapur. Val menatap senang makan kesukaannya sudah siap di pusing saji.


"Biar aku yang bawa."


"Nggak mungin kan kamu bawa sebanyak ini. Itu sisanya kamu yang bawa."


"Iya. Kamu hati hati."


"Iya."


Sepasang suami istri itu kembali lagi ke ruang keluarga. Mereka meletakkan piring piring yang sudah terisi makanan di atas meja. Ada nugget, sosis, bakso goreng, dan ayam goreng tepung.


"Wah. Banyak banget." Kata anak anak baru datang ikut bergabung bersama kedua orangtuanya.


"Ayo makan."


"Pasti Mom yang mau ini."


"Ya. Siapa lagi kalo bukan Mommy kalian." Jawab Mario.


"Kenapa Daddy turuti?"


"Merengek mulu dari tadi. Daddy nggak tega."


"Udah sih. Kenapa pada ribut. Ayo makan."


"Iya Mom."


Mereka makan bersama dan tentunya Val yang paling semangat.


"Jangan pakai saos sambal. Pake saos tomat sama mayonaise itu lo."

__ADS_1


"Ih. Nggak enak Dad. Kalo pake saos sambal baru terasa."


"Kamu kalo dibilangin."


"Hehe...Maap."


"Mom. Habis ini kita petik klengkeng ya."


"Emang udah matang?"


"Sudah kata pak Bon tadi."


"Iya. Nanti kita petik."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Wih. Makan enak." Frans dan Ladit duduk bergabung bersama mereka.


"Ayo makan."


"Iya. Tumben Mario ngebolehin."


"Mom merengek dan Daddy nggak tega."


"Oh." Frans mengangguk paham dan meneruskan makannya.


"Kalian dari mana?"


"Dari rumah Mon. Sengaja mau kesini. Mom goreng nugget kecium sampai ke rumah."


"kamu bisa aja."


Setelah makan siang Mereka langsung menuju kebun untuk memetik buah. Mario duduk di bangku dengan Frans sambil mengawasi istrinya.


"Gimana?" Tanya Pria itu membuat Bosnya berdecak kesal.


"Mau aku antar kesini?" Lanjutnya lagi.


"Kamu mau aku diomelin istri." Jawabnya sambil menatap tajam Frans.


"Aku nggak mau ikut campur ah. Masa kamu yang berulah aku nanti juga ikutan dimarahin Val."


"Simpan dulu di rumah kamu. Rawat dengan baik. Nanti aku kasih gaji."


"Nanti aku ngomong pelan pelan sama Istri aku."


"Lagian kenapa sih beli mobil aja sembunyi sembunyi."


"Dia nggak suka. Katanya mobil udah banyak kenapa beli lagi. Cuman beda warna aja. Buang buang uang."


"Bener juga kata Val. Cuman beda warna. Yang di sini abu abu. Yang baru kamu beli kan hitam metalik. Buat aku aja gimana? kamu kan udah punya."


"Enak aja. Udah kamu beli rumah kemarin aku yang tutup kekurangannya. Sekaran berani beraninya kamu mau mobil aku segala. Bosen hidup?"


"Hehe. Nggak bos. Maaf." Kata Frans sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mario menghampiri sang istri yang tengah duduk di balkon sambil makan buah yang dipetiknya bersama anak anak.


"Kamu nggak tidur?" Katanya sambil memeluk Val.


"Belum ngantuk. Kamu nggak mau Dad?"


"Kamu aja. Sini aku kupaskan."


"Iya."


Mario mengupas Kelengkeng lalu menyuapkan kepada sang istri.


"By. Aku mau ngomong sama kamu."


"Ngomong aja."


"Em...Aku kemarin beli mobil."


"Lagi?" Val menatap suaminya dengan heran.


"Iya. Tapi aku pengen. Kamu jangan marah ya."


"Udah terlanjur. Mau diapain. Terus mobilnya dimana?"


"Di rumah Frans. Sengaja aku taro disana Karna aku pengen ngomong dulu sama kamu."


"Begitu kamu. Kebiasaan. Udah beli baru ngomong. Banyak sekali trik kamu. Bawa pulang. Jangan ngrepotin orang."


"Iya. Nanti aku suruh Frans buat antar."


Mario bernafas lega. Dia kira Val akan marah. Namun ternyata tidak. Pria itu memeluk istrinya.

__ADS_1


"Maaf ya."


"Nggak papa."


"Terimakasih." Katanya sambil mengecup kening Val.


Val tengah sibuk dengan anak anak dan suaminya di dapur. Mereka akan membuat brownies.


"Bos. Mobilnya udah aku taro di bagasi." Kata Frans duduk di kursi mengamati mereka semua.


"Iya."


"Kalian lagi ngapain sih? sibuk banget."


"Lagi bikin brownies Pa. Papa pulang kok balik lagi?"


"Ambil mobil Om Mario."


"Oh."


"Om nggak haus?"


"Haus."


"Aku ambilin minum."


"Nggak usah Val. Aku ambil sendiri." Frans beranjak dari duduk langsung menuju kulkas.


"Aku ambil yogurt ya."


"Jangan. Itu punya istri aku."


"Biarin Dad. Kenapa Sih?"


"Tuh. Yang punya aja kasih izin. Kamu pelit. Udah kaya juga masih pelit."


"Heh. Kamu bilang apa?"


"Enggak. Enggak. Matengnya masih lama ya?"


"Baru aja di masukin oven."


"Oh." Jawabnya sambil duduk kembali.


"Val. Aku minta es krim."


"Iya ambil aja."


"Dasar." Gerutu Mario melihat tingkah sahabatnya itu.


Val mengolesi browniesnya dengan krim lalu menaburi dengan parutan keju dan coklat. Wanita itu memasukkan beberapa brownies ke dalam kotak.


"Mom." Kata Mereka langsung berdiri untuk membantu Val membawa piring.


"Makasih ya.."


"Sama sama Mom."


"Kamu kok bawa sendiri. Harusnya panggil aku dong."


"Nggak papa. Ayo dimakan."


"Iya Mom."


"Ini buat Om bawa pulang ya."


"Wah. Makasih Val. Kamu memang yang terbaik."


"Bilang apa kamu?" Tanya Mario kesal Istrinya di puji laki laki lain.


"Val udah cantik, baik, Sholeha. Wah pokoknya idaman."


"Sialan." Kata Pria itu memukul punggung sahabatnya.


"Sakit bego."


"Kalian kenapa sih ribut mulu."


"Suami kamu nih. Suka ngajak ribut."


"Kamu tuh suka cari gara gara."


"Udah. Jangan diperpanjang."


"Iya istriku." Mario memeluk Val sambil tersenyum mengejek. Ia sengaja agar Frans kesal.


"Pak Duda jangan iri." Katanya.


"Ngapain iri. Aku bisa peluk juga." Katanya hendak memeluk Val namun langsung di pukul oleh Mario.

__ADS_1


__ADS_2