
Val mencium tangan suaminya.
"Dad. Aku minta maaf ya. Banyak salah sama kamu."
"Iya By. Aku juga minta maaf atas semua kesalahan aku disengaja ataupun tidak." Mario mengelus kepala istrinya dan mencium kedua pipi serta kening Val.
"Mom, Dad. Kita minta maaf ya. Karena suka nggak nurut dan bendel." Ketiganya mencium tangan dan memeluk orangtuanya bergantian.
"Iya sayang. Mommy sama Daddy juga minta maaf kalau ada salah."
"Kita ke rumah Oma kan Mom."
"Iya."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Yah Mi kita baru aja mau kesana."
"Udah nggak usah. Kaki kamu lagi sakit. Makannya Papi sama Mami yang kesini."
"Minal aidzin wal Faidzin yan Mi, Pi. Val minta maaf banyak salah."
"Iya sayang." Kedua orang tua itu memeluk anak satu satunya.
"Mario minta maaf ya Mi atas semua kesalahan Mario."
"Iya mantu. Sudah kami maafkan. Yang terpenting jaga anak dan cucu cucu kami." Mario mencium tangan mertuanya.
"Pasti MI."
"Oma, Opa. Kita juga minta maaf." Mereka mencium tangan Oma dan Opanya bergantian.
"Iya sayang. Oma dan Opa juga minta maaf kalau ada salah." Keduanya memeluk dan mencium cucu cucunya.
Setelah bermaaf maafan mereka mengobrol di ruang keluarga.
"Mami bawa apaan sih kok repot repot. Aku sudah masak banyak."
"Itu bukan makanan. Itu semua jajan pasar. Mbok Yah sama Mami yang bikin. Kesukaan kamu."
"Makasih Mi."
"Sama sama sayang. Mau makan sekarang?"
"Iya."
"Kalian mau sayang?"
"Suapi."
"Begitu tuh. Apa apa minta di suapi." Kata Mario.
"Gimana? enak?"
"Enak."
"Mi nanti yang kue di kerdus itu Mami bawa pulang ya."
"Banyak banget."
"Ga papa. Aku bikinnya banyak kok Mi."
"Mom. Mana hadiah buat kita? Puasa kita full."
"Ah iya lupa. Mom ambilin."
"Biar aku aja By."
"Iya."
"Ini." Mario kembali dengan tiga kardus.
"Sudah ada namanya masing masing."
"Makasih Mom." Kata Mereka bersemangat membuka hadiahnya.
"Makasih Mom." Ketiganya memeluk Val erat dan mengecup pipi wanita itu.
"Suka?"
"Suka banget. Kita udah lama pengen ini." Sambil mengamati action figur limited edition yang mereka impikan.
__ADS_1
Selesai sholat berjamaah mereka makan siang bersama.
"Kaki kamu sakit masih bisa masak sebanyak ini?"
"Iya Mom. Yang sakit kan kaki bukan tangan."
"Daddy kalo ada Opa sama Oma nggak berani minta suapin Mommy ya." kata Veer yang sedang disuapi Mommynya.
"Kamu minta suapi istri?"
"Enggak Pi."
"Iya Opa."
Jawab mereka bersamaan.
"Yang bener yang mana?"
"Iya Mi. Mantu Mami satu ini manjanya minta ampun."
"Manja sama Istri kan nggak papa ya Mi." Kata Mario membela diri.
"Yah. Kamu cari pembelaan." Kata Papi Val hanya ditanggapi senyum oleh menantunya.
"Nggak nginep?"
"Nggak. Kemarin sudah nginep. Oh iya Mami punya hadiah buat cucu cucu. Ambilin Pi."
"Iya."
Papi Val datang lagi setelah beberapa saat keluar sambil membawa paper bag.
"Ini untuk Van, Ini untuk Ved dan ini untuk Veer."
"Makasih Opa. Oma." Ketiganya memeluk sepasang suami istri itu bergantian.
"Sama sama sayang. Kita pulang dulu ya."
"Iya hati hati."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Iya."
"Wah. Coklat. Banyak banget."
"Kita makan ya Mom."
"Iya. Tapi jangan lupa habis makan sikat gigi."
"Iya Mom."
Val tengah berkumpul dengan keluarga kecilnya di ruang keluarga. Tak seperti yang lain mudik. Mereka merayakan lebaran di rumah.
"Adek turun dong. Kaki Mommy lagi sakit."
"Gamau."
"Sama Daddy aja. Kasihan Mommy."
"Enggak."
"Udah biarin."
"Kamu kan capek By."
"Enggak kok. Aku nggak papa."
"mom."
"Ya sayang."
"Mommy mau coklat? Veer suapi."
"Boleh."
Veer menyuapi Mommynya.
"Enak kan?"
__ADS_1
"Enak."
"Van mau nggak?"
"Enggak." Jawabnya sambil menggeleng.
"Mommy nanti tidur sama Van ya."
"Nggak boleh Mommy kakinya masih sakit." Kata Mario sebelum istrinya menjawab.
"Iya. Nanti Mommy temani Van tidur."
"By."
"Kita juga ikut Mom."
"Iya."
"By."
"Biarin Dada. Biar anak anak senang."
"Mereka yang senang aku yang susah." Kata Mario sambil cemberut.
Mario gelisah tidur tanpa istrinya. Ia kemudian menuju ke kamar anak. Mario Menggendong Val yang tengah tertidur pulas untuk di pindahkan ke kamarnya.
"Bangun dong By."
"Apa?" Val mengerjapkan matanya.
"Aku kepengen."
"Ngantuk ah."
"Ayolah. Ini ibadah lo."
"Besok aja."
"Sekarang ya."
Val tak merespon malah memiringkan posisinya membelakangi Mario.
"Haish...kamu itu. Yaudah kalo mau tidur. Aku bikin kamu bangun deh."
Mario membalikkan posisi istrinya hingga terlentang.
"Dad.." Pekik Val karena benar benar mengantuk.
"Ayo main." Kata Pria itu begitu bersemangat membuka semua penghalang yang ada di keduanya.
Mario mulai menjamah istrinya dan melakukan kegiatan yang begitu menguras tenaga.
"Capek ya?"
"Tau ah. Harusnya tadi aku tidur nyenyak sama anak anak."
"Dah jangan cemberut begitu. Kan aku jadi pengen lagi."
"Jangan lagi. Aku capek."
"Kamu yang di bawah tinggal diam aja capek."
"Yaudah. Lain kali main sendiri."
"Jangan Marah dong By. Aku kan cuma bercanda."
"Tau ah."
"Tangannya. Awas. Aku mau mandi." Tegur Val karena tangan suaminya masih menggelitik di bawah sana.
"Mandi besok aja."
"Sekarang. Besoknya biar langsung sholat subuh."
"Aku mandiin."
"Nggak. Lama nanti. Aku mandi sendiri."
Tanpa mendengar penolakan sang istri Mario langsung menggendong Val menuju kamar mandi.
Mario mendekap istrinya yang tengah tertidur pulas. Pria itu tampak memikirkan sesuatu. Ada hal yang Ia sembunyikan dari istrinya. Ia takut jika Val tau akan marah dan meninggalkannya karena melanggar janji.
__ADS_1
"Maaf By. Aku melanggar janji lagi."
Kata Mario mengecup kening istrinya.