
Mario baru saja menelpon istrinya Jika Ia akan pulang malam karena ada acara dengan temannya. Pria itu sekarang dalam perjalanan menuju ke rumah temannya itu.
Disisi lain Val tengah asyik dengan gamenya. Ia begitu bebas bermain tanpa adanya Mario yang bergelayut manja mengganggunya.
Keripik, soda dan kacang sudah tersedia. Ia akan memakannya ketika break sebentar.
"Mario. Kamu datang juga." Frans menyambut kedatangan sahabatnya itu.
Keduanya duduk bersama di sofa.
"Kita makan malam dulu lah. Pasti lapar."
"Ok."
Keduanya menuju ke ruang makan.
"Semenjak nikah jarang kumpul ya kita."
"Iya."
"Tumben kamu mau aku undang kesini?"
"Udah izin sama istri. Ya sesekali pengen main juga." Jawabnya di sela sela makan.
"Laura gimana?"
"Jangan bahas dia. Aku muak."
"Aku juga heran. Sudah bertahun tahun dia kok nggak capek ngejar kamu."
"Jangankan kamu. Aku sendiri juga bingung."
"Katanya dia pernah peluk kamu di depan istrimu."
"Iya."
"Terus istri kamu gimana?"
"Santai aja. Dia tau cara hadapi orang kaya Laura."
"Bagus. Aku tau istri kamu bukan orang biasa."
__ADS_1
"Iya. Dia dari keluarga Thompson."
"Apa?" Kata Frans terkejut.
"Iya."
"Putri satu satunya yang nggak pernah di publish itu. Bagaimana kamu bisa dapatkan dia?"
"Ceritanya panjang. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Aku culik dia dan aku paksa nikah. Awalnya sih dia nggak nerima. Tapi lama kelamaan juga dia luluh."
"Licik juga kamu."
"Kaya nggak tau aku aja. Apapun aku lakukan untuk dapetin yang aku mau."
Kedua pria itu tengah berbincang di ruang tengah.
"Aku pulang dulu ya. Nanti istri aku nunggu."
"Nanti dulu lah. Kita jarang kumpul masa jam segini udah pulang. Kita minum dulu."
"Aku nggak minum sekarang."
"Kenapa? takut sama istri."
"Sedikit aja. Dia juga nggak bakalan tau."
"Baiklah." Mario meneguk minumannya.
Tanpa sadar pria itu mabuk karena terus minum. Mario mulai hilang kesadaran dan merancu tidak jelas.
Sosok wanita datang. Ia tersenyum melihat keadaan Mario yang tengah tak sadarkan diri. Perlahan Ia mendekat dan mengambil fotonya yang begitu mesra dengan pria itu.
Val menunggu suaminya yang belum pulang padahal sudah jam 12 malam. Notifikasi pesan terdengar dari ponselnya. Ia bergegas membuka pesan dari nomor tak dikenal itu. Foto suaminya dengan seorang wanita dengan pakaian kurang bahan mengejutkannya. Keduanya begitu mesra tanpa jarak sedikitpun. Beberapa saat kemudian ketukan pintu terdengar. Val bergegas membuka untuk mengecek siapkan yang datang.
Val mendapati suaminya yang sudah tak sadarkan diri sedang merangkul seorang wanita.
"Suamimu begitu hebat di ranjang." Katanya Inging menyulut emosi Val.
"Benarkah Tante? aku juga sampai kuwalahan. Jika Tante ingin, besok lakukan lagi. Tunjukkan pada semua orang jika kalian pasangan yang serasi." Kata Val dengan santai membuat Laura emosi sendiri.
"Oh ya Tante. Terimakasih sudah antar suami Val pulang. Tante pulangnya hati hati ya. Bye bye." Val langsung memerintahkan para pengawal di rumahnya untuk membawa sang suami ke kamar.
__ADS_1
Val dengan telaten membersihkan tubuh Mario yang bau alkohol. Ia juga mengganti pakaian pria itu dengan piyama. Val membenarkan selimut suaminya agar tetap hangat. Setelah semuanya beres Val bergegas ke ruangannya. Ia akan menenangkan diri dan tidur disana.
Val meringkuk di sofa ditemani selimut tebal agar badannya hangat. Ia berjanji tak akan menangis lagi. Ia akan menjadi wanita tegar. Jujur Ia sangat kecewa dan sakit hati. Suaminya melanggar janji dan menyentuh minuman haram itu lagi. Yang paling membuat Val sakit adalah Mario bersama wanita lain padahal dia pamit untuk bertemu temannya. Belum lagi foto keduanya yang tengah mesra. Bagaimanapun juga Ia adalah seorang istri. Akan sakit rasanya melihat suami bersama wanita lain.
Mario bangun sudah jam 8 pagi. Kepalanya sangat pusing. Ia teringat semalam tengah minum di rumah Frans dan itu melanggar janjinya pada sang istri. Mario bergegas turun dari ranjang untuk mencari keberadaan istrinya. Ia tau Val tengah marah. Buktinya sampai jam segini Val tidak membangunkannya.
"By." Mario memeluk istrinya yang tengah menyiapkan sarapan.
"Duduk makan supnya dulu biar pusingnya hilang."
"By."
"Duduk. Setelah ini baru bicara." Kata Val terkesan dingin.
Mario hanya bisa menurut. Pria itu duduk dan mulai memakan supnya.
Suasana sangat berbeda di antara keduanya. Mario yang biasanya manja hanya bisa terdiam takut merasakan aura dingin dari sang istri. Ia sudah benar benar kelewatan. Tidak pernah istrinya sampai semarah ini.
"Ini." Val memberikan ponselnya.
Mario mengambil ponsel istrinya. Ternyata fotonya sangat mesra dengan Laura.
"By Aku..."
"Katanya kamu nggak akan minum lagi dan kamu melanggar. Kamu juga bilang mau ketemu teman cowok kenapa ada dia juga?"
"By dengerin aku dulu. Aku nggak tau kenapa tiba tiba Laura bisa ada disana. Aku nggak sadar."
"Iya kamu nggak sadar. Orang dia yang bawa kamu pulang kesini. Dia juga bilang sama aku katanya permainan kamu di ranjang sangat memuaskan."
"By. Aku nggak..."
"Stop. Jangan bicara lagi. Semua ini nggak akan terjadi kalo kamu nggak langgar janji kamu. Entah Laura itu fitnah atau kenyataan aku nggak peduli. Yang aku tau kamu langgar janji kamu dan aku kecewa. Aku marah. Semua penyebabnya ada di kamu."
Mario mengejar sang istri yang meninggalkannya.
"Kamu mau kemana By?" Tanya Mario saat Val memasukkan barangnya ke dalam tas.
"Mau pulang."
"Kamu nggak boleh ninggalin aku."
__ADS_1
"Minggir. Aku udah nggak percaya sama kamu. Seharusnya aku sadar dari dulu. Cara kamu buat peristri aku saja salah. Jadi sudah sewajarnya rumah tangga kita akan seperti ini." Kata Val melepaskan pelukan suaminya dengan paksa. Mario berusaha mengejar namun Val dengan cepat sudah keluar dari gerbang. Mario kalut. Perasaannya bercampur aduk. Ia hanya bisa melampiaskan kekesalan pada para penjaga di mansion nya.