Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Sangat Perhatian


__ADS_3

Val tengah membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas.


"Om ayo bangun. Katanya mau ajak aku sepedahan."


"Um...Masih ngantuk By." Pria itu memeluk istrinya.


"Bangun gih. Aku sudah siapin sarapan. Kita nanti sepedahan habis sarapan."


"Sebentar lagi By. Masih ngantuk."


"Bangun dong. Kalo nggak bangun aku tinggal nih."


"Iya." Pria itu tiba tiba mencium bibir istrinya dengan rakus.


"Morning kiss By."


"Terserah. Aku tunggu di bawah." Kata Val.


Selesai sarapan Val dan Mario bersiap untuk bersepeda.


"Kamu pake itu?" Tanya Mario melihat Val menggunakan kaos dan celana pendek.


" Iyalah. Masa sepedahan mau pake rok. Ini juga nggak pendek banget. Masih sopan."


"Yaudah. Kalo diluar jangan genit genit. Inget udah punya suami."


"Siapa juga yang genit."


"Ayo berangkat. Aku bonceng."


"Aku mau naik sepeda sendiri."


"Kata Papi kamu ngawur kalo naik sepeda. Nanti jatuh. Aku bonceng aja."


"Nggak ah. Janji deh bakalan hati hati."


"Yaudah. Kamu di depan biar aku mudah ngawasin kamu."


"Iya." Val mengayuh sepedanya mendahului sang suami.


Pasangan suami istri beda usia yang terpaut jauh itu mengayuh sepedanya menyusuri taman. Mario tampak tak ingin jauh dari istrinya. Pria itu begitu khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan Val karena melihat Val tidak cukup pandai menaiki sepeda.


"Kita pulang By. Udah panas ini."


"Nggak mau keliling dulu?"


"Nggak ah. Mataharinya udah naik. Panas."

__ADS_1


"Yaudah. Kita pulang aja." Kata Val menurut.


Sampai rumah Val langsung memarkirkan sepedanya. Gadis itu berlari dengan semangat menuju para pekerja yang sedang menanam tanaman di taman.


"Nyonya." Kata mereka terkejut dengan kedatangan Val yang tiba tiba.


"Boleh bantu?"


"Tapi Nyonya...." Kata mereka takut nanti Tuannya akan marah.


"Boleh ya Om?"


"Ya. Biarkan saja."


"Baik Tuan."


Val mulai memegang sekopnya. Gadis itu dengan cekatan menggali tanah untuk menanam tanaman. Ia juga mencabut rumput liar dan tanaman sudah mati untuk diganti dengan yang baru. Mario hanya memperhatikan istrinya. Ia tak melarang jika itu membuat Val bahagia. Jujur, Mario sendiri merasa heran karena Val tidak merasa lelah sama sekali padahal mereka baru saja bersepeda cukup jauh. Istrinya begitu aktif dan energik kadang Ia juga kuwalahan menuruti kemauan gadis itu.


Val menghampiri suaminya dengan girang.


"Astaga tangan kamu kotor begitu." Kata Mario melihat tangan istrinya penuh dengan tanah.


"Om kasih aku izin buat pergi ya. Susu aku dah habis. Aku mau beli."


"Susu pertumbuhan?"


"Iya. Aku masih di usia pertumbuhan. Biar maksimal kata Mami harus minum susu."


"Ok kalo gitu."


"Ayo. Aku cuci tangan kamu." Mario menggandeng tangan istrinya. Pria itu menyalakan kran dan membersihkan tangan Val secara menyeluruh. Di sela sela jari sampai kuku juga tak luput dari sentuhannya.


"Dah bersih." Kata Val saat sang suami selesai mengeringkan kedua tangannya dengan handuk.


Mario menggandeng tangan istrinya untuk diajak tidur siang.


"Habis makan tidur."


"Sebentar." Val mengehentikan langkahnya menatap halaman belakang lewat jendela kaca besar yang ada di depannya.


"Kita kesana." Tunjuknya. Gadis itu tergoda dengan jambu air yang sedang berbuah lebat. Tampak merah dari kejauhan.


"Panas. Kamu nggak ngerti panas apa. Lebih baik kita tidur aja."


"Itu ada jambu air. Aku pengen."


"Nanti biar aku suruh orang petikkan. Kita tidur aja."

__ADS_1


"Pengen petik sendiri." Pintanya memohon.


"Habis itu langsung tidur."


"Ok." Val berlari meninggalkan Mario setelah mendapat izin.


Val mendongak menatap buah yang ternyata cukup tinggi. Gadis itu meloncat loncat namun tak kunjung bisa menggapai.


"Jangan loncat loncat. Nanti kamu jatuh."


"Nggak sampai. Nggak ada tangga ya Om?"


"Nggak perlu tangga. Sini aku gendong." Modus Mario.


"Emang Om bisa?"


"Bisa. Ayo."


Mario menggendong istrinya. Val dengan semangat memetik segerombol yang sudah matang. Mario tidak keberatan, tubuh istrinya sangat ringan meskipun makannya banyak. Setelah selesai pria itu menurunkan Val perlahan.


"Dicuci Du...Lu..." Kata Mario tidak sempat selesai karena Val langsung memakannya.


"Manis."


"Om tadi bilang apa?"


"Dicuci dulu. Itu kotor." Kata Pria dengan tingkat kebersihan dan kerapian diatas rata rata itu. Sangat berbanding terbalik dengan Val yang terkesan santai dan cuek Mario lebih ke perfeksionis dalam segala hal.


"Ah nggak usah. Ini juga udah bersih."


"Kamu kalo dikasih tau. Itu kotor. Banyak kumannya. Ayo tidur kalo gitu."


"Iya."


Mario baru saja keluar dari kamar mandi selesai bersih bersih. Ia mendapati istrinya sudah tidur dengan nyenyak. Pria itu mengambil tissue basah yang selalu ada di atas nakas nya. Perlahan Ia membersihkan tangan Val dengan hati hati. Tak hanya Itu, Mario juga membersihkan kaki istrinya. Ia tau tadi selesai dari luar Val tidak bersih bersih. Gadis itu langsung menuju ke ranjang dan tidur pulas seperti ini. Mario tidak merasa terganggu sama sekali hidup berdua dengan Val yang kepribadiannya sangat berbanding terbalik dengannya. Ia orang yang tertata dalam hal apapun. Ketika Val tidak menaruh barang pada tempatnya maka Mario dengan senang hati akan membenarkan. Pria itu mencium kening, pipi, hidung dan bibir istrinya sebelum mendekap Val dan menyusulnya ke alam mimpi.


Val terbangun dari tidurnya. Perlahan Ia menyingkirkan lengan kekar suaminya dan turun dari ranjang dengan hati hati agar tidak membangunkan pria itu. Val Inging sesuatu untuk minum. Ia begitu haus sekarang.


Saat sudah sampai di dapur beberapa kardus besar susu sudah ada disana. Dengan berbagai macam rasa. Mario begitu banyak membelikan istrinya. Val membuat yang rasa coklat. Ia mengocoknya di botol dan menambahkan es batu. Gadis itu kembali ke kamar sambil membawa beberapa makanan.


Mario masih tertidur pulas. Val berjalan dengan hati hati menuju balkon. Ia akan makan disana agar tidak mengganggu tidur suaminya. Dengan santai Ia makan sambil duduk di sofa menikmati angin yang begitu menyegarkan.


"Kamu disini By?"


"Eh bangun. Suara makan aku sampai ke dalam ya?"


"Enggak. Aku kebangun aja karena kamu nggak ada." Pria itu merebahkan kepalanya di pangkuan sang istri.

__ADS_1


"Tidur di dalam Om. Disini aku lagi makan."


"Nyaman." Kata Mario melanjutkan tidurnya.


__ADS_2