
Mario membekap istrinya sebelum Val berteriak.
"Ini aku By." Katanya membuat Val tenang.
"Ayo pergi." Val menggandeng tangan suaminya untuk keluar dari kamar gelap itu.
"Kamu nggak pengen peluk aku dulu?"
"Nggak ada waktu." Jawab Val membuat Mario kecewa. Pria itu berhasil masuk setelah melumpuhkan Robert beserta anak buahnya. Mario membawa semua orang kepercayaannya untuk turun tangan dalam penyelamatan sang istri. Mario bergegas membawa istrinya ke mobil dan mendekap wanita itu dengan erat.
"Mommy." Ved dan Veer memeluk Mommynya begitu melihat kedatangan Val diikuti Oma dan Opanya.
"Kalian belum tidur jam segini? Ini sudah jam 12 malam."
"Kamu baik baik aja sayang?"
"Val baik Mi. Pi. Kalian istirahat ya."
"Kamu yang butuh istirahat bukan kami."
"Ya. Nanti Val juga istirahat."
"Ayo tidur Mommy."
"Iya." Val membawa kedua anaknya ke kamar.
Val selesai menidurkan anaknya kemudian pindah ke kamar untuk bersih bersih.
"Dad."
"Ada apa By?"
"Ngapain kesini. Aku mau mandi."
"Mau mandiin kamu."
"Keluar. Nanti nggak jadi mandi malahan."
"Tapi By. Kamu pasti capek, makannya aku mandiin."
"Keluar aku bilang." Val menatap suaminya dengan garang.
"Baiklah." Kata Mario patuh.
Val sudah berganti baju dan siap untuk tidur. Mario bangkit dari duduknya kemudian menggendong sang istri tiba tiba. Pria itu membaringkan istrinya dengan hati hati di ranjang. Ia mendekap Val dengan hangat.
"Aku khawatir setengah mati sama kamu."
"Aku tau."
"Kamu nggak di apa apakan sama dia kan?"
"Enggak."
"Benar?"
"Iya."
"Dia nggak sentuh kamu kan?"
"Enggak." Jawab Val jujur.
Tangan Mario mulai bergerak nakal di balik baju tidur istrinya.
"Jangan mulai lagi. Aku capek."
"Iya. Tidurlah. Tapi pegang ini." Mario mengarahkan tangan istrinya di balik selimut.
__ADS_1
"Kamu nggak pake celana?"
"Nggak."
"Pake celana sana." Val mulai merasakan benda keras semakin dekat menggesek ke bagian Vitalnya.
"Nggak mau. Aku kan suruh kamu pegang punya aku. Kalo kamu cepek lakukan seperti biasanya."
"Aku bukan cuman capek. Aku lagi haid."
"Yah. Kalo kamu capek kan aku bisa kerja kamu tidur. Kalo kamu haid ya...."Mario mengarahkan tangan istrinya untuk memegang miliknya.
"Lakukan seperti biasa By."
"Hish...Aku mau tidur."
"Oh. Ayolah. Aku tersiksa seperti ini."
"Lakukan di kamar mandi sana. Jangan mengotori sprei. Aku baru ganti tadi pagi."
"Maunya sama kamu." Rengeknya tak tahan.
"Ah....By..." ******* Mario ketika sang istri mulai mengerjakan perintahnya.
"Lebih cepat By....Ah.....Ah...." Pria itu memejamkan matanya sambil mulut tak berhenti menyebut nama istrinya.
"Sudah ya. Aku mau tidur." Kata Val setelah suaminya mencapai pelepasan.
"Tetap pegang." Mario mencegah tangan Val yang hendak keluar dari selimut.
Val tertidur pulas karena benar benar ngantuk dan lelah. Mario memperhatikan wajah damai istrinya. Ia tak mau kehilangan Val lagi barang sedetikpun. Ia tak bisa hidup tanpa istrinya. Pria itu mengecup bibir sang istri dan ikut tertidur.
Pagi pagi Val sudah di buat pusing dengan tingkah suami dan kedua anaknya. Mereka tak berhenti merengek untuk disuapi.
"Biar adil. Makan sendiri sendiri."
"Maunya sama Mom."
"Daddy sudah besar. Harus mengalah." Kata mereka tak mau kalah.
"Kalian setiap makan sudah di suapi Mom duluan. Sekarang giliran Daddy baru kalian."
"Enggak. Daddy harus ngalah."
"Dah Dad. Dad harus Ngalah dulu sama anak anaknya." Val menyuapi si kembar bergantian.
"Sekarang giliran Daddy-nya yang udah tua masih aja tetep manja." Kata Val mulai menyuapi Mario setelah selesai dengan kedua anaknya.
"Biarin manja."
"Dah jangan cemberut begitu. Mau makan nggak? kalo nggak aku mau pergi nih." Val menggoda suaminya.
"Iya iya."
Val mulai menyuapi suaminya.
"Mom."
"Iya sayang."
"Ved sama Veer boleh naik sepeda di belakang?"
"Boleh. Boleh banget." Kata Mario agar si kembar segera pergi.
"Boleh tapi hati hati. Nanti Mom susul."
"Baik Mom." Kata Keduanya langsung bergegas ke halaman belakang.
__ADS_1
"By."
"Hm."
"Ayo bulan madu."
"Mana boleh. Dulu sudah pernah."
"Tapikan dulu. Aku mau lagi."
"Aku nggak mau. Anak anak kasihan kaya dulu di titipin ke Mommy."
"Iya. Mereka nangis terjerit jerit." Kata Mario tertawa mengingatnya.
"Dah habis. Suamiku pinter. Makannya lahap." Val mengelus kepala suaminya sambil berdiri.
"Wah. Kamu nakal ya. Yang di bawah bangkit nih. Kamu harus tanggung jawab." Kata Mario menyusul istrinya yang sudah berlari cukup jauh.
"Minum dulu." Val menghampiri anaknya yang sedang beristirahat.
"Makasih Mom."
"Sama sama Sayang." Val mengelus lembut kepala kedua bocah itu.
"By."
Mario langsung memeluk istrinya.
"Dad. Aku mau mangga." Kata Val menunjuk mangga yang tengah berbuah lebat.
"Apa ada yang mateng?"
"Coba di cek dulu."
"Sebentar."
"Ada yang mateng nggak?" Val menghampiri suaminya.
"Ada. aku petikkan."
"Iya."
Val tengah makan mangga dengan anak anaknya.
"Manis." Kata Veer.
"Iya Manis." Kata Ved setuju.
"Dad nggak mau?"
"Suapi."
"Ish...Dad manja."
"Kalian juga manja."
"Kita kan masih kecil."
"Oh begitu. Ok. Daddy liat nanti kalian dewasa masih manja Sam Mommy nggak." Kata Mario menantang.
"Masih juga nggak papa. Mom juga nggak keberatan kalo kita manja. Kita kan anaknya Mom."
"Heh. Kalo Daddy nggak ada kalian juga nggak ada."
"Kok begitu?"
"Iya. Kalo cuman Mom aja. Kalian nggak bakalan ada. Harus ada Mom dan Dad baru ada kalian. Jadi kalian harus berterimakasih sama Dad." Kata Mario dengan bangganya.
__ADS_1
"Iya Nggak Yang?"
"Tau Ah." Jawab Val dengan malas.