
"By." Mario memeluk istrinya yang sedang menyiapkan sarapan.
"Apa?"
"Temani aku di kantor ya."
"Enggak. Aku di rumah aja."
"Alah kok gitu. Ayo dong." Rengek Mario mulai mengeluarkan sifat manjanya. Val hanya diam tak merespon. Ia membiarkan suaminya terus merengek seperti anak kecil.
"By. Ayo dong." Mario terus mengikuti istrinya sampai semua pelayan di sana menahan senyumnya.
"Anak anak ayo makan. Nanti kalian telat lo." Val mengabaikan suaminya.
"Iya Mom."
"By."
"Apa sih?"
"Ayo lah."
"Dad kenapa sih?"
"Ga tau tuh. Daddy kalian lagi manja." Jawab Val pada anak anaknya.
"By. Suapi."
"Iya." Val menyuapi suaminya.
"Mom ayo camping."
"Dimana?"
"Dibelakang rumah."
"Jangan aneh aneh."
"Aneh gimana Dad. Kita kan mau camping. Kok aneh."
"Tidur di kamar aja."
"Kita kepengen Dad."
"Iya. Nanti kita Camping. Mom temani."
"By."
"Biarin. Besok kan libur."
"Makasih Mom."
"Sama sama. Sarapannya di habiskan."
"Iya Mom."
Val masuk ke kamarnya setelah mengantarkan anak anak.
"Astaga kamu belum mandi juga. Kan aku sudah siapin bajunya." Kata Val melihat Mario masih duduk dengan santai di sofa.
"Temani aku ke kantor. Ayo dong By."
"Iya iya. Mandi sana."
__ADS_1
"Makasih By. Mandiin juga ya."
"Kalo kamu pilih mandiin aku nggak temani kamu ke kantor."
"Yaudah. Aku mandi sendiri. Tunggu ya."
"Iya."
Mario menggandeng tangan istrinya memasuki kantor. Semuanya menyambut kedatangan suami istri itu dengan ramah.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya."
"Pagi." Jawab Val ramah namun Mario tetap dengan wajah datarnya. Pria itu bergegas menggandeng tangan istrinya untuk pergi. Ia tak mau miliknya menjadi pusat perhatian.
Sampai di ruangan Mario mengajak istrinya untuk duduk di sofa. Ia tak melepaskan genggaman tangannya pada sang istri meskipun sedang duduk sekalipun.
"Kamu ngapain duduk disini. Kamu duduk di kursi kamu. Aku tungguin di sini."
"Aku pengennya deket kamu terus."
"Jangan aneh aneh deh. Kamu kesini kan mau kerja."
"Iya. Aku bawa kesini aja." Mario beranjak dari duduknya untuk mengambil berkas berkas yang perlu di cek. Ia membawanya untuk di kerjakan di dekat sang istri. Mario duduk sambil menyenderkan kepalanya di lengan Val. Ia mulai memeriksa berkas.
"Kamu nyaman apa baca sambil begini? Nanti mata kamu sakit."
"Nyaman. Asal sama kamu aku nyaman."
Val pasrah. Membiarkan suaminya bertindak sesuka hati.
Hari ini Mario mengajak istrinya makan siang setelah sholat. Ia berniat mengajak Val makan di restoran namun istrinya malah memilih makan si kantin kantor.
Semua karyawan melihat kedatangan Mario di kantin menunduk hormat sekaligus heran. Karena pria itu baru kali ini menginjakkan kaki di kantin kantor. Mario mengabaikan semuanya sementara Val tersenyum ramah dengan sedikit tidak enak karena tingkah suaminya.
"Bakso."
"Nggak boleh By."
"Bakso minumnya es teh. Dad udah janji." Kata Val tak mau kalah membuat Mario hanya menurut.
"Tuan?"
"Teriyaki salmon minumnya jus alpukat."
"Baik kami akan siapkan. Mohon di tunggu Tuan, Nyonya."
"Iya."
"By Kamu kok gitu. Makannya sembarangan dong."
"Nggak sembarangan. Bakso itu makanan yang wajar kok."
"Kamu..."
"Udah. Hari ini aja." Kata Val menggenggam tangan suaminya.
"Iya."
Makanan sudah tersaji di depan keduanya.
"Kenapa nggak makan?" Tanya Val melihat suaminya diam.
"Suapi?"
__ADS_1
"Astaga. Kamu nggak malu semua karyawan kamu memperhatikan kita."
"Enggak. Suapi."
"Dad."
"Apa aku harus merengek sama kamu." Bisiknya sambil mencium mesra Val tanpa malu di depan semua karyawan yang memperhatikan.
"Jangan cium cium." kata Val sambil cemberut.
"Aku cium lagi di bibir malah kalo kamu ga mau suapi aku." Ancam Mario membuat istrinya menghela nafasnya pasrah atas tingkah manja pria itu.
"Iya Iya." Val mulai menyuapi suaminya.
"Enak?"
"Masih enak masakan kamu." Kata Mario sambil mengunyah makanannya. Semua kegiatan keduanya tak luput dari perhatian karyawan. Mereka menahan senyum melihat bos kejamnya begitu manja pada sang istri.
Sore hari Val mendirikan tenda dengan anak anaknya di belakang rumah bersama sang suami juga.
"Tendanya cuman satu?" Tanya Mario.
"Iya. Ini kan besar bisa muat kita semua."
"Kita nggak tidur berdua aja?"
"Ya enggak dong. Kita tidur sama anak anak juga."
"Kok gitu?"
"Udah jangan protes. Kamu ambilin panggangan kita mau bakar jagung."
"Kan masih nanti."
"Iya. Baiknya kan di siapkan dari sekarang."
"Iya Aku ambilkan." Kata Mario menurut.
Malam hari Val dan Mario serta anak anak sedang makan jagung bakar.
"Makasih ya Mom." Ketiganya memeluk Mommynya dengan erat.
"Iya. Kalian senang?"
"Seneng banget. Udah lama kita mau camping tapi nggak berani bilang karena Mom baru sembuh."
"Yah.Kalo minta apa apa bilang aja. Mom udah sembuh kok."
"Iya Mom."
"Daddy nggak mau jagungnya?"
"Enggak. Ah Dad nggak bisa kalo harus tidur di tempat kaya gini." Keluh Mario.
"Yaudah Dad tidur di dalam aja."
"Tapi Dad juga nggak bisa tidur kalo nggak sama Mom."
"Mom tidur sama kita."
"Iya aku tidur sama mereka Dad."
"Ah. Kalian ada ada aja." Kata Mario sambil frustasi atas tingkah anak anaknya.
__ADS_1
Malam hari Mario masih terjaga meskipun sudah pukul 1 malam. Ia tidak bisa tidur di tempat seperti ini. Sementara istrinya sudah tertidur pulas di tengah anak anak mereka. Mario tidak bisa memeluk Val karena posisinya berada di paling ujung. "Ya Allah cobaaan macam apa ini." gerutunya sambil mengacak acak rambutnya. Jika seperti ini Ia tidak akan tidur sampai pagi menjelang.