Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario
Seperti Daddy-nya


__ADS_3

Rumah tangga Val dan Mario berjalan baik baik saja. Pria itu semakin posesif dan over protective kepada istrinya. Semakin pusing lagi bagi Val. Sialnya sifat Mario menurun kepada kedua anak kembar itu. Ved dan Veer sangat membatasi Ibunya. Entah itu dorongan dari sang Ayah atau sifat alamiah mereka Val tidak mau tau. Yang terpenting sekarang Val merasa tersiksa oleh suami dan kedua anaknya. Kehidupannya semakin terbatas. Untuk sekedar makan saja harus diatur. Val seperti anak kecil di usianya yang sudah 21 dan memiliki 2 orang anak.


"Mom mau kemana?" Tanya keduanya menghampiri Val yang sudah siap pergi untuk berbelanja. Kedua bocah itu langsung memeluk Mommynya.


"Mom mau belanja. Tadi kalian kan minta dibuatkan puding susu."


"Aku antar By." Kata Mario yang sudah siap dengan kunci mobilnya.


"Tapi, Aku sudah janjian sama Bibi."


"Sama aku. Nanti kamu beli macem macem kalo nggak belanja sama aku."


"Ayo Mom." Kedua bocah itu menarik tangan Val.


Sampai di swalayan Val langsung memilih bahan bahan dan beberapa makanan lainnya.


"Mom jangan beli mie." Kata Veer saat Mommynya hendak menyentuh mie instan yang ada di rak.


"shut...jangan keras keras. Mommy hanya beli satu. Jangan bilang Daddy ok?"


"Tidak boleh Mom. Daddy pastinya juga akan tau."


"Kalian kenapa bisik bisik."


"Enggak papa."


"Mommy mau beli mie."


"By."


"Enggak. Enggak jadi."


"Bagus. Kalo sudah semua ayo pulang."


"Iya." Kata Val sambil cemberut.


Val sedang menyiapkan makan siang. Anak dan suaminya tak berhenti menempel padanya.


"Dulu kalian belum ada Mommy selalu suapi Daddy. Sekarang malah kalian." Kata Mario cemburu melihat sang istri sedang sibuk menyuapi kedua anaknya.


"Gantian Dad. Sekarang giliran kita."


"Makan sendiri. Kalian sudah besar."


"Maunya di suapi Mommy."


"Iya Iya. Ngalah kenapa sih Dad. Kamu juga makan gih."


"Nanti, tunggu mereka selesai. Aku juga mau di suapi."


"Mom. Habis ini kita main di belakang ya."

__ADS_1


"Iya. Hati hati mainnya. Jangan sentuh tanaman yang ada durinya. Bahaya."


"Iya Mom." Val begitu heran dengan kedua anaknya. Begitu manja, over protective dan perhatian. Seperti sekarang, untuk sekedar makan Ved dan Veer minta di suapi. Belum lagi Dadunya yang juga sangat manja. Selesai menyuapi kedua anaknya. Val beralih menyuapi sang suami.


"By."


"Hm.. Kenapa?"


"Nggak papa." Mario mengelus lembut pipi istrinya.


"Ada apa sih? kamu aneh banget."


"Nggak aku cuman pengen elus pipi kamu aja. Habis ini kita tidur siang ya?"


"Mau nonton."


"Tidur. Semalam kita begadang."


"Gara gara kamu."


"Tapi kamu suka kan?"


"B aja. Malah capek."


"Nanti lagi."


"Nggak Aku masih capek."


"Aku mau lagi."


"Mommy." Ved dan Veer memeluk Val begitu Mommynya datang.


"Sayangnya Mommy. Ayo duduk dulu." Val mengajak kedua anaknya untuk duduk di bangku taman.


"Ayo tidur siang."


"Mommy temani ya."


"Mommy tidur sama Daddy."


"Mommy sama kita."


"Aku tidur sama mereka dad. Ayo tidur sayang." Val menggandeng tangan kedua anaknya.


"Kalo mereka udah tidur kamu wajib pindah." Bisik Mario pada istrinya.


Mario menunggu istrinya tak kunjung datang. Ia bergegas menuju kamar anaknya. Val sudah tertidur pulas bersama kedua putranya. Mario dengan cepat menggendong sang istri untuk di pindahkan ke kamarnya.


"Um.." Val terbangun ketika Merasakan benda basah yang mengelus lembut area sensitifnya.


"Bagus kamu bangun." Mario sudah bertelanjang sempurna merasa di atas istrinya mendongakkan kepala.

__ADS_1


"Ngantuk." Kata Val tidak peduli.


"Jangan ngantuk dulu. Ngantuk ya nanti aja. Masa iya kamu tega suruh aku tuntasin sendiri. Aku udah nunggu kamu daritadi. Aku udah siap."


"Aku capek. Mau tidur."


Mario melanjutkan aksinya membuat Val mau tidak mau harus terbangun.


"Geli..." Val merasakan sensasi menggelitik di bawah sana.


"Ya begitu. Kamu harus bangun."


" Semalam sudah. Aku capek."


"Aku belum capek. Sini aku bantu." Mario dengan cepat menelanjangi istrinya.


"Mau ngapain?" Tanya Val ketika tubuhnya diangkat oleh sang suami. Pria itu memangku istrinya sambil duduk di sofa. Ia membuka kaki Val untuk mengait di pinggangnya. Mario membungkam mulut istrinya. Ia ******* bibir Val yang begitu menggoda. Ia memasukkan miliknya dan melajukan tempo seiring irama. Pria itu bersemangat. Merasakan sensasi berbeda dalam bercinta. Tidak melulu di ranjang di sofa juga bisa.


"Ah...." ******* kabur dari pria itu sambil memejamkan mata menikmati kegiatannya.


"Dad..." Kata Val melihat milik suaminya sudah tenggelam sempurna di bawah sana.


"Ya Baby. Ah....ah..."


"Sudah....Aku lelah..."


"Jangan mengeluh. Atau aku tambah beberapa ronde lagi." Kata Mario membuat Val terdiam.


Setelah berjam jam menikmati. Mario membiarkan istrinya beristirahat. Wanita itu tertidur pulas di pangkuan suaminya. Begitu tenang dan polos seperti bayi baru lahir. Mario mengangkat tubuh Val. Ia akan mandi dulu bersama istrinya sebelum istirahat. Ia meletakkan Val dengan hati hati di bathup. Kemudian mengguyurnya dengan air hangat.


Mario memangku sambil menyabuni tubuh sang istri.


"Masih mau lagi? Aku masih kuat."


"Enggak." Jawab Val tegas.


"Baiklah. Habis mandi tidur ya."


"Iya."


Val tertidur pulas dalam dekapan suaminya. Suara ketukan pintu terus berulang sedaritadi. Tak mau istrinya terganggu Mario langsung turun untuk mengecek.


"Mommy mana Dad?"


"Sedang istirahat. Mommy lelah. Kalian jangan ganggu."


"Kita mau temani Mommy tidur."


"Jangan. Nanti Mommy terbangun." kata Mario sambil berbisik.


"Ada apa?" Val menghampiri mereka. Mario menghembuskan nafasnya melihat sang istri sudah bangun.

__ADS_1


"Mau tidur sama Mommy."


"Ayo sayang." Val mengajak anak anaknya tidur membuat Mario pasrah. Niat tidur berdua dengan istri kandas.


__ADS_2